Orang yang Sering Main Medsos Justru Merasa Kesepian

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI, Surabaya - Banyak orang merasa perlu menjalani terapi ketika sedang berjuang "melawan" kesepian. Banyak orang kini merasa lebih kesepian dibandingkan sebelumnya, meskipun lebih terhubung secara daring.

Hal tersebut menjadi fenomena yang semakin umum yang didokumentasikan dengan baik dalam penelitian ilmiah. Misalnya, satu studi yang diterbitkan dalam Journal of Social and Personal Relationships menemukan bahwa remaja saat ini menghabiskan sekitar satu jam lebih sedikit per hari untuk bersosialisasi dengan teman sebayanya dibandingkan dengan remaja yang tumbuh pada 1980-an dan 1990-an.

Selain itu, menurut penelitian, remaja yang melaporkan lebih sedikit interaksi sosial secara langsung dan lebih banyak interaksi daring, merasa paling kesepian dan terisolasi. Media sosial dapat menciptakan rasa koneksi dan memiliki yang salah. Interaksi daring menimbulkan kekurangan isyarat nonverbal, kehadiran fisik, dan keintiman emosional. Padahal itu sangat penting untuk membangun dan mempertahankan hubungan yang bermakna.

Media sosial juga dapat menimbulkan persaingan dan ketidakmampuan sosial, serta perasaan terisolasi karena FOMO (takut ketinggalan tren) yang terus-menerus. Meski begitu, masih ada harapan.

Berikut adalah beberapa cara yang didukung sains untuk membantu mengatasi perasaan kesepian yang berasal dari terlalu banyak berselancar di media sosial, dikutip dari Forbes.

Batasi penggunaan media social. Sekilas, ini tampak lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Namun percayalah, manfaat pengaturan waktu dan pembatasan penggunaan media sosial bisa sangat besar.

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Social and Clinical Psychology menemukan bahwa membatasi waktu seseorang di aplikasi sosial seperti Facebook dan Snapchat hingga 10 menit per hari secara signifikan dapat mengurangi perasaan kesepian dan depresi.

Dengan menetapkan batasan dengan teknologi, Anda dapat berfokus pada pengembangan interaksi tatap muka dan membangun koneksi nyata. Media sosial dirancang untuk membuat ketagihan, jadi tidak ada salahnya mencari bantuan praktisi kesehatan mental untuk mengurangi ketergantungan.

Pilih keaslian daripada validasi social.Kebutuhan terus-menerus untuk menyajikan gambar yang sempurna di media sosial dapat mengarah pada fenomena yang dikenal sebagai "pengawasan sosial". Artinya, pengguna tidak hanya dengan hati-hati menyusun unggahan mereka, tetapi juga memantau dengan cermat atas konten yang diunggah oleh orang lain di profil dan halaman mereka.

Hal itu dapat merusak kesehatan mental seseorang, karena mendorong individu untuk mengejar norma dan popularitas masyarakat daripada jujur dengan diri sendiri. Sebuah studi baru-baru ini yang diterbitkan dalam Journal of Psychology menemukan bahwa dinamika ini dapat menyebabkan perasaan tidak mampu dan keraguan diri. Pasalnya, pengguna sering mempertanyakan apakah tindakan mereka akan diterima atau ditolak oleh teman-teman sebelum mengunggah sesuatu di media sosial?

Penting disadari bahwa validasi apa pun yang Anda terima pada versi diri yang tidak autentik akan terasa hampa dan palsu. Ingat, media sosial hanyalah alat untuk menghubungkan Anda dengan orang lain.hlt/som

Berita Terbaru

MilkLife Kickers Runner-up Singa Cup 2026, Misi Cetak Talenta Timnas Jadi Target Berikutnya

MilkLife Kickers Runner-up Singa Cup 2026, Misi Cetak Talenta Timnas Jadi Target Berikutnya

Sabtu, 07 Nov 2026 17:09 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 17:09 WIB

SurabayaPagi, Singapura – MilkLife Kickers harus mengubur ambisi meraih gelar juara Singa Cup 2026 kategori Girls U14. Meski mengoleksi sembilan poin dari tiga …

Disbudpar Jatim Gelar Business Matching Penguatan Desa Wisata di Sidoarjo

Disbudpar Jatim Gelar Business Matching Penguatan Desa Wisata di Sidoarjo

Sabtu, 07 Nov 2026 16:09 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 16:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim mendorong serta memperkuat pengembangan desa wisata di wilayah Kabupaten Sidoarjo dengan…

Akses KUR Dipermudah, DPR RI Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Surabaya Naik Kelas

Akses KUR Dipermudah, DPR RI Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Surabaya Naik Kelas

Sabtu, 07 Nov 2026 14:39 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 14:39 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Akses permodalan menjadi salah satu tantangan yang harus dijawab untuk mempercepat pertumbuhan usaha ekonomi kreatif, terutama bagi p…

Fraksi PDI perjuangan DPRD Jatim Singgung Majadigi, Aduan Rakyat Harus Tuntas

Fraksi PDI perjuangan DPRD Jatim Singgung Majadigi, Aduan Rakyat Harus Tuntas

Sabtu, 07 Nov 2026 10:20 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 10:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Aplikasi Majapahit Digital (Majadigi) milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur didorong naik kelas menjadi platform…

Bupati Yuhronur Efendi Berangkatkan Peserta Ziarah Wali Songo Penerima Voucher Jalan Sehat HSN PCNU Lamongan

Bupati Yuhronur Efendi Berangkatkan Peserta Ziarah Wali Songo Penerima Voucher Jalan Sehat HSN PCNU Lamongan

Jumat, 06 Nov 2026 22:38 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 22:38 WIB

SURABAYAPAGI COM, Lamongan – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi memberangkatkan peserta ziarah Wali Songo, penerima voucher dalam rangkaian kegiatan Jalan Sehat H…

Waduk Karangkates Disulap Jadi Pembangkit Energi Surya 133 MWp, PLN Kawal Percepatan Proyek

Waduk Karangkates Disulap Jadi Pembangkit Energi Surya 133 MWp, PLN Kawal Percepatan Proyek

Jumat, 06 Nov 2026 19:04 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 19:04 WIB

SurabayaPagi, Malang – Permukaan Waduk Karangkates di Kabupaten Malang, Jawa Timur, disiapkan menjadi sumber energi listrik bersih melalui pembangunan P…