SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto terpilih menjadi objek penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terkait Inovasi Kepemimpinan Perempuan dan Implikasinya terhadap Sektor Pendidikan Daerah.
Kota kecil dengan tiga kecamatan ini terpilih lantaran kepala daerahnya sudah meraih penghargaan Peringkat 1 Kota Terinovatif dalam Innovative Government Award (IGA) tahun 2022 salah satunya dalam bidang pendidikan melalui inovasi Berantas Tuntas SMPN 5 Kota Mojokerto.
Suci Emilia Fitri, MPA, Peneliti Muda BRIN OR TKP EKM mengatakan BRIN bekerjasama dengan Tanoto Foundation berkolaborasi melakukan riset selama tiga hari di Kota Mojokerto dan Kabupaten Jombang.
"Kemarin kita sudah audiensi dengan Sekdakot dan sejumlah Kepala OPD, hari ini kita difasilitasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) setempat untuk menjaring aspirasi dari para guru, pengawas dan kepala sekolah terkait tema tersebut," ujarnya ditemui di Aula Dikbud Kota Mojokerto, Kamis (26/1).
Nantinya, hasil penelitian ini akan dijadikan based on evidence kebijakan-kebijakan selanjutnya. Dan juga bisa direplikasi oleh daerah lain untuk kepentingan yang bermuara kepada kesejahteraan masyarakat.
"Kalau daerah lain mau mereplikasi, kita sudah punya best practise dari Kota Mojokerto yang jadi pilot projecnya," tukasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Mojokerto, Amin Wachid mengaku bersyukur Kota Mojokerto terpilih menjadi lokasi penelitian BRIN.
Ia menyebut di bawah kepemimpinan Walikota Ning Ita, pendidikan Kota Mojokerto maju pesat dan kerap dijadikan percontohan daerah lain.
"Kuncinya adalah inovasi dan setiap tahun harus ada satu inovasi yang dihasilkan oleh sekolah. Jika inovasinya mendapatkan penghargaan, akan ada reward berupa tambahan penghasilan (tamsil) sebesar 3 hingga 5 persen," pungkasnya. Dwi
Editor : Redaksi