ANALISA BERITA

Kecurangan dari Penyelenggara, Kejahatan Pemilu Paling Fatal

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kurnia Ramadhana, Peneliti ICW yang juga bagian dari Koalisi Masyarakat Sipil Kawal Pemilu Bersih
Kurnia Ramadhana, Peneliti ICW yang juga bagian dari Koalisi Masyarakat Sipil Kawal Pemilu Bersih

i

SURABAYAPAGI, Surabaya - Koalisi Masyarakat Sipil Kawal Pemilu Bersih menilai kejahatan jelang penyelenggaraan pemilu yang paling fatal dikhawatirkan terjadi bukan hanya soal kecurangan peserta pemilu dan para pendukungnya. Namun, kejahatan paling merusak kualitas demokrasi adalah kejahatan dan kecurangan yang dilakukan pihak penyelenggara pemilu itu sendiri.

Dalam hal ini KPU dan Bawaslu dari tingkat pusat hingga daerah dan DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu).

Saya menilai sejak tahapan awal hingga verifikasi faktual, pihaknya menemukan bukti kejahatan dan kecurangan yang melibatkan oknum penyelenggara pemilu.

Bukti ini didapat karena pihaknya melakukan advokasi berkaitan dengan indikasi kecurangan pemilu yang banyak ditemukan di daerah. Hasil advokasi yang didapat, banyak publikasi dan bukti yang telah dikawal koalisi masyarakat sipil sampai saat ini belum ada solusi yang konkret dari penyelenggara pemilu.

Kalau kita lihat stakeholder yang bisa mengatasi berbagai kejahatan dan kecurangan dalam ya KPU, Bawaslu, dan DKPP. Sayangnya lembaga ini benar-benar tidak bisa diharapkan untuk menuntaskan permasalahan kejahatan dan kecurangan pemilu.

Kesimpulan ini bukan tanpa dasar, misalnya yang pertama Bawaslu. Sampai detik ini Koalisi Masyarakat Sipil tidak melihat Bawaslu menggunakan serangkaian bukti yang sudah ada untuk mengusut kecurangan, khususnya saat verifikasi partai politik. Padahal bukti itu tersebar dan mudah didapatkan dan mudah didengar, karena bukti itu hadir di masyarakat dalam banyak bentuk.

Ada dokumen administrasi terkait dengan kecurangan dalam verifikasi, ada rekaman suara yang diduga merupakan suara dari Ketua KPU Hasyim Asyari, ada juga video pengajuan dari penyelenggara pemilu di daerah yang mengkonfirmasi, sebenarnya bukan hanya perintah tapi juga intimidasi kepada penyelenggara pemilu di daerah yang tidak berbuat sebagaimana diperintahkan oleh KPU pusat.

Sayangnya, perintah itu bukan perintah yang sesuai aturan, justru perintah yang melanggar hukum, karena ada indikasi manipulasi dibalik perintah tersebut. Karena itu, Bawaslu tentu seharusnya tidak bisa hanya menunggu bola saja, menunggu adanya pengaduan saja, tapi juga harus jemput bola. Dan itu yang tidak terlihat sekarang.

Saya justru melihat ada yang aneh ketika bukti itu tersebar di tengah masyarakat, Bawaslu menyebut tidak menemukan adanya praktek pelanggaran dalam verifikasi partai politik. Bukan hanya Bawaslu, di DKPP, ada pelanggaran hukum acara, ketika mereka tidak mengikuti masa waktu untuk mengabarkan kepada pelapor bagaimana proses pemeriksaan administrasinya.

Dari serangkaian permasalahan itu, maka kecurangan juga termasuk dari KPU yang begitu tersebar ada video pengakuan dari penyelenggara pemilu daerah. Dimana ada intimidasi verbal yang dilakukan oleh Komisioner KPU pusat Idham Holik soal rumah sakit atau yang tidak ikut perintah KPU pusat akan dirumahsakitkan. Itu juga tidak ada penjelasan lanjutan dari KPU.

Jadi, menurut saya, dari aspek penyelenggara pemilu, tiga lembaga tersebut baik Bawaslu, DKPP terlebih KPU itu tidak mampu memperlihatkan keinginan meluruskan permasalahan ini. Kondisi ini semakin jelas ketika ada salah satu video dari yang mengindikasi keterlibatan pihak istana, yang seharusnya ditelusuri DKPP.

Bahwa bukti-bukti tersebut adalah petunjuk yang harus didalami oleh DKPP. Persoalannya ini didiamkan saja, dan kami khawatir ada intrik-intrik politik dalam dugaan penanganan kode etik ini.

Karena itu, saya khawatir bukan hanya kejahatan pemilunya saja yang terstruktur, sistematis dan masif karena dilakukan secara berjenjang dari KPU pusat ke daerah. Koalisi juga khawatir ternyata perlindungan atas kecurangan ini dilakukan secara terstruktur dan sistematis. Sebab bukti-bukti selama ini yang beredar tidak juga didalami oleh Bawaslu dan DKPP.

Padahal kalau negara ini berpemilu mengacu pada konsep kelembagaan, melandaskan pada peraturan perundang-undangan, tidak boleh ada pihak atau cabang kekuasaan manapun yang diperkenankan mengintervensi tahapan penyelenggaraan pemilu. Terlebih adalah pihak eksekutif.

Itu baru di tahapan awal, belum lagi di tahapan selanjutnya. Karena ada banyak masalah di tahapan pemilu selanjutnya, seperti soal rekrutmen dari penyelenggara pemilu daerah.

(Lewat keterangannya dalam diskusi Tolak Penyelenggaraan Pemilu Curang, Senin (30 Januari 2023). 

Berita Terbaru

Raih Poin Puncak, Kolonel Inf Batara Sabet Juara 1 Lomba Menembak Pistol

Raih Poin Puncak, Kolonel Inf Batara Sabet Juara 1 Lomba Menembak Pistol

Senin, 03 Agu 2026 20:43 WIB

Senin, 03 Agu 2026 20:43 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Jombang - Kolonel Inf Batara Alex Bulo, Komandan Korem 082/CPYJ meraih juara 1 Lomba Menembak Pistol Danrem 082/CPYJ Cup Kategori Eksekutif…

Sidang Maidi: Pengamat Nilai Keterangan Saksi Daffa dan Noer Aflah Aneh dan Penuh Kejanggalan 

Sidang Maidi: Pengamat Nilai Keterangan Saksi Daffa dan Noer Aflah Aneh dan Penuh Kejanggalan 

Senin, 03 Agu 2026 19:13 WIB

Senin, 03 Agu 2026 19:13 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Pengamat kebijakan publik Iwan Susanto menilai keterangan saksi Daffa dan Noer Aflah dalam sidang ketujuh perkara dugaan korupsi dan…

Tangani Kasus Kades Kunti, PPA Polres Ponorogo Olah TKP dan Periksa Korban

Tangani Kasus Kades Kunti, PPA Polres Ponorogo Olah TKP dan Periksa Korban

Senin, 03 Agu 2026 19:02 WIB

Senin, 03 Agu 2026 19:02 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo— Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Ponorogo bergerak cepat mengusut dugaan penganiayaan yang diduga d…

DPR RI Sebut Homecare Bupati Jember Bermanfaat Untuk Rakyat Kecil

DPR RI Sebut Homecare Bupati Jember Bermanfaat Untuk Rakyat Kecil

Senin, 03 Agu 2026 18:32 WIB

Senin, 03 Agu 2026 18:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jember — Anggota DPR RI Komisi XI dari Fraksi Partai NasDem, Charles Meikhyansah, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap program H…

Perkuat Sinergi, BPJS Ketenagakerjaan Teken PKS PLKK dengan RSGM dan Klinik UB

Perkuat Sinergi, BPJS Ketenagakerjaan Teken PKS PLKK dengan RSGM dan Klinik UB

Senin, 03 Agu 2026 18:10 WIB

Senin, 03 Agu 2026 18:10 WIB

  SURABAYA PAGI.COM, Malang - BPJS Ketenagakerjaan Cabang Malang terus memperkuat kolaborasi dengan fasilitas kesehatan Universitas Brawijaya (UB) terkait …

Sidang Maidi: Saksi Sebut Dana CSR Rp300 Juta Dibelikan Sembako hingga Payung

Sidang Maidi: Saksi Sebut Dana CSR Rp300 Juta Dibelikan Sembako hingga Payung

Senin, 03 Agu 2026 17:41 WIB

Senin, 03 Agu 2026 17:41 WIB

Akui Pernah Titipkan Uang Rp50 Juta Lewat Ajudan…