SurabayaPagi, Surabaya - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) partai Gerindra Surabaya menggelar bakti sosial dengan mengunjungi Paguyuban Lyn G Joyoboyo dalam rangka merayakan HUT partai Gerindra ke 15. Selasa (14/2/2023).
Puluhan anggota DPC Partai Gerindra Surabaya menyapa puluhan para pengemudi lyn yang terletak di Jl. Joyoboyo, Surabaya.
Ketua Dewan Penasehat Daerah Partai Gerindra Provinsi Jatim Bambang Haryo Soekartono (BHS) turut menghadiri acara yang potong tumpeng dan pembagian sembako bagi para pengemudi lyn tersebut.
Dalam sambutannya BHS menjelaskan bahwa perayaan harlah Partai Gerindra ini terlihat begitu berkesan.
"karena pada tahun ini kami dari Partai Gerindra berkesempatan merayakan HUT Partai dengan bapak-bapak pengemudi lyn di Kota Surabaya," Ujar BHS.
BHS bercerita bahwa moda transportasi lyn ini sempat menjadi sejarah bagi Ketua DPC Partai Gerindra Surabaya Cahyo Harjo Prakoso yang memanfaatkan lyn dalam kesehariannya untuk berangkat kesekolah.
BHS melihat kondisi yang terjadi pada transportasi lyn saat ini sangat memprihatinkan, jadi baik dari sumber daya manusianya maupun infrastruktur transportasinya.
"Jadi ini seharusnya memang ada satu campur tangan dari pemerintah agar bisa membenahi transportasi ini, seharusnya transportasi lyn ini bisa menjadi transportasi penjelajah jalan jalan kecil," Katanya.
BHS menyebut bahwa hadirnya bis Tayo yang biayanya dari APBD dapat bersinergi dengan angkutan swasta, atau kalau perlu dijadikan satu dengan lyn ini.
BHS membandingkan permasalahan yang dialami para pengemudi lyn yang ada di Kota Surabaya dengan ada yang para pengemudi lyn yang terdapat di Kota Solo.
BHS menyebut bahwa pengemudi lyn di Kota Solo diberikan subsidi dan di jamin oleh pemerintah. Sehingga pengemudi bemo disana tidak perlu gontok gontokan.
Para pengemudi lyn di Kota Solo oleh pemerintah Solo diberikan subsidi. Untuk mobil transportasinya juga mendapat perawatan dengan terdapat AC didalam mobilnya, bahkan para pengemudi lyn disana bekerja dengan menggunakan dasi.
BHS yakin pemerintah Kota Surabaya dapat meniru apa yang dilakukan oleh Kota Solo, sehingga nantinya transportasi lyn di Kota Surabaya dapat hidup kembali sehingga pengemudinya juga bisa sejahtera.
"Seharusnya bis besar yang di biayai oleh pemerintah dengan APBDnya dapat menjadi transportasi hubnya, sedangkan transportasi yang masuk ke kecamatannya sampai ke kelurahan dan kampung RW, RT dijangkau dengan menggunakan lyn ini sehingga masyarakat terlayani, dan pengemudi lyn pun juga tidak dimatikan," Tandasnya.
Ketua DPC Partai Gerindra Surabaya Cahyo Harjo Prakoso yang turut meramaikan perayaan HUT Partai Gerindra ini merasa takjub, karena bagi Cahyo perayaan HUT bareng pengemudi lyn ini merupakan yang pertama kali baginya.
Dalam rangka kegiatan HUT Partai Gerindra yang ke-15, kami mengundang teman teman paguyuban bemo atau lyn, yang juga dihadiri oleh anggota dewan fraksi gerindra dapil Wonokromo, Surabaya.
Dalam sambutannya, Cahyo menjelaskan bahwa para pengemudi lyn ini merupakan salah satu ujung tombak transportasi di Kota Surabaya.
"Kita tidak boleh melupakan sejarah bahwa lyn pertama kali hadir sebelum adanya transportasi online," Ujarnya.
Cahyo berkomitmen bahwa dirinya dengan Partai Gerindra bertekad memajukan transportasi lyn yang dulu berjaya dan kini dilupakan dapat mengikuti perkembangan zaman.
"Disini kita turut mendengar dan merasakan apa yang disampaikan oleh bapak bapak paguyuban tentang kesulitan kesulitan mereka tentang administrasi, ekonomi, dan yang paling penting terkait kebebasan trayek jalan lyn," Ujarnya.
Namun yang terpenting adalah, kami sebagai partai politik meyakini sebagai bagaian dari Pemerintah Kota Surabaya bahwa pemkot memiliki etika baik untuk membantu teman teman paguyuban pengemudi lyn.
"Maka kami sebagai partai politik dan teman teman sebagai anggota fraksi berperan sebagai penyambung aspirasi rakyat insyaallah akan menyampaikan permasalahan ini kepada bapak walikota," Katanya.
Cahyo menyebut bahwa dirinya dan Partai Gerindra tidak ingin lyn, bemo, atau byson punah seiring waktu karena perkembangan jaman era globalisasi, kemajuan teknologi.
"Karena kita tidak bisa melupakan bahwa peran angkutan umum tidak hanya sebagai moda transportasi saja melainkan sebagai penggerak perekonomian kerakyatan. Maka penting bagi kita sebagai partai dan bagian dari pemimpin surabaya untuk memperhatikan hal ini," Tutupnya.
Dilain sisi, perwakilan pengemudi Lyn G (Bemo) Surabaya, Sudyanto mengeluhkan keberadaan 'Bus Tayo' dan ojek online menurutnya mengurangi pendapatan para pengemudi lyn.
Karena kondisi ini, pendapatan para pengemudi lyn terkadang hanya mencapai 50 ribu rupiah perharinya.
"Jadi setiap hari, kerja hanya memikirkan apakah bisa membeli bensin atau ndak buat jalan," Ujarnya.
Pada kesempatan ini, Yanto berharap Partai Gerindra dapat menyambungkan harapan mereka dengan pemerintah.
"Semoga Partai Gerindra maju sebagai pemenang dan harapan kami mewakili rekan-rekan lyn supaya dipermudah ngurus surat nggak dipersulit lewat koperasi," kata Yanto. Byb
Editor : Redaksi