ANALISA BERITA

Jangan Sampai Hak Konstitusi Masyarakat Terkebiri

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Anthony Winza Prabowo, Pihak dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI)
Anthony Winza Prabowo, Pihak dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI)

i

SURABAYAPAGI, Jakarta - Para pihak terkait yang hadir dalam lanjutan sidang perkara nomor 114/PUU-XX/2022 uji materi sistem proporsional pemilu meminta Mahkamah Konstitusi (MK) tidak mengubah sistem pemilu dari proporsional terbuka menjadi tertutup.

Dalam hal ini MK diminta untuk menjaga kedaulatan rakyat untuk memilih pemimpin yang akan mewakili kepentingannya melalui sistem pemilu terbuka.

 Jangan sampai hak konstitusi masyarakat terkebiri, masyarakat tentu tidak ingin membeli kucing dalam karung. Dengan demikian meski kami menghormati rekan-rekan dari para pemohon dan juga Fraksi PDIP yang ingin agar tertutup, tetapi kiranya pendapat kami juga dihormati.

Sistem pemilu proporsional terbuka dapat membantu masyarakat mengetahui dan memilih secara langsung pemimpin yang diinginkan. MK tidak bisa menerima permohonan aquo yang dimohonkan oleh Yuuwono Pintadi cs. PSI menganggap permohonan aquo bersifat error in objecto atau memiliki objek yang keliru.

Presiden telah menerbitkan Perppu 1 Tahun 2022 yang secara substansial mengubah UU yang sedang di uji. Perppu ini merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dengan UU 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Jika pemohon tidak mencantumkan perrpu tersebut maka (otomatis) menjadikan permohonan ini error in objecto.

Argumen saya kuat dengan adanya putusan MK RI nomor 57/PUU-XVII/2019 tentang pengujian UU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Saat itu MK menyatakan pemohon dalam sidang tersebut harus mengaitkan atau mencantumkan nomor UU KPK yang baru meskipun pasal yang dijui tidak diganti di UU yang baru.

Maka sudah sepatutnya menurut pandangan kami yang mulia perlu memutus bahwa perkara aquo ini tidak dapat diterim.

UUD 45 tidak memberikan kewenangan konstitusional bagi MK untuk mendesain atau menentukan sistem kepemiluan. Mengingat MK yang bersifat sebagai negatif legislator, bukan positif legislator. Lembaga negara termasuk MK sebagai salah satu pelaku kekuasaan kehakiman mendapatkan kewenangannya dari konstitusi.

Secara tegas konstitusi mengatur dalam pasal 24C ayat 1 dikatakan bahwa kewenangan MK terkait pemilu hanya memutus perselisihan terkait pemilu. Bukan sebagai penentu desain pemilu yang merupakan kewenangan pembentuk UU maupun penyelenggara seperti KPU, Bawaslu, dan DKPP.

Campur tangan MK dalam menentukan sistem pemilu dikhawatirkan dapat menimbulkan kesewenang-wenangan serta tidak sesuai dengan tugas dan kewenangan yang sudah diatur oleh konstitusi. MK merupakan benteng terakhir penjaga konstitusi sehingga diharapkan tidak tergoda untuk melewati batas-batas kewenangan konstitusionalnya menjadi institusi politik.

 Lagipula MK sendiri dalam putusannya nomor 22 sampai 24 PUU VI/2008 telah menyatakan pemilu dilaksanakan dengan sistem proporsional terbuka agar wakil yang dipilih tersebut tidak hanya pentingkan kepentingan parpol semata tetapi juga membawa aspirasi dari pemilih. Ini padangan MK sendiri.

(Lewat keterangannya saat memberikan keteranganya di Gedung MK, Jakarta yang dikutip dari laman Media Indonesia, Kamis (23 Februari 2023)

Berita Terbaru

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengungkapkan pembahasan biaya penyelenggaraan ibadah haji 2027 masih berlangsung. S…

UNS Rebut Gelar Juara Beregu Campus League Badminton 2026 Usai Drama Tiga Set Lawan BINUS

UNS Rebut Gelar Juara Beregu Campus League Badminton 2026 Usai Drama Tiga Set Lawan BINUS

Jumat, 25 Sep 2026 21:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 21:11 WIB

SurabayaPagi, Bandung — Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta merebut gelar juara beregu Campus League Badminton 2026 - The Nationals setelah m…

Beredar Beras Bantuan Pangan Berubah Warna, Bulog Pastikan Tidak ada Beras Oplosan Seperti yang Diisukan

Beredar Beras Bantuan Pangan Berubah Warna, Bulog Pastikan Tidak ada Beras Oplosan Seperti yang Diisukan

Jumat, 25 Sep 2026 21:08 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 21:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Adanya peredaran beras bantuan pangan yang berubah warna di wilayah Semanding Tuban, langsung ditanggapi oleh Bulog Cabang B…

Pupuk Bersubsidi Jatim Masih Tersisa 557 Ribu Ton, Fraksi PDIP Dorong Pengawasan Ketat

Pupuk Bersubsidi Jatim Masih Tersisa 557 Ribu Ton, Fraksi PDIP Dorong Pengawasan Ketat

Jumat, 25 Sep 2026 20:44 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 20:44 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA - Penyaluran pupuk bersubsidi di Jawa Timur hingga 21 September 2026 baru mencapai 73,64 persen. Dari total alokasi 2.115.951 ton,…

Karyawan PT SPS di 5 Pabrik Gelar Doa Bersama Untuk para Korban Kecelakaan Kerja

Karyawan PT SPS di 5 Pabrik Gelar Doa Bersama Untuk para Korban Kecelakaan Kerja

Jumat, 25 Sep 2026 19:42 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 19:42 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebagai bagian dari duka atas tragedi kecelakaan pekerjaan yang menewaskan 4 karyawan dan 3 lainya masih perawatan, semua karyawan…

Empat Raperda Masuk DPRD, Aturan CSR Juga Ikut Diubah 

Empat Raperda Masuk DPRD, Aturan CSR Juga Ikut Diubah 

Jumat, 25 Sep 2026 19:21 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 19:21 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Pemkot Madiun ingin memperjelas peran forum yang mengoordinasikan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Untuk itu, Pemkot m…