MenKopUKM Resmikan Restoran Sunan Drajat, Pusat Kuliner Murah Tempat Mewah

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
MenKopUKM, Teten Masduki dan penghasuh PP. Sunan Drajat KH. Abd Ghofur memotong pita dalam persemian restoran Sunan Drajat. 
FOTO:SP/MUHAJIRIN KASRUN
MenKopUKM, Teten Masduki dan penghasuh PP. Sunan Drajat KH. Abd Ghofur memotong pita dalam persemian restoran Sunan Drajat. FOTO:SP/MUHAJIRIN KASRUN

i

Restoran Ini Semoga Menjadi Ekosistem Pengembangan UMKM Sektor Kuliner Sekitar 

 

SURABAYA PAGI, Lamongan - Pondok Pesantren Sunan Drajat (PPSD) Banjaranyar Paciran Lamongan, melalui bidang Perekonomian terus memperluas unit usahanya dalam upaya berdayakan ekonomi santri dan masyarakat secara mandiri. Kali ini satu lagi unit usaha milik Pesantren resmi beroperasi yakni restoran Sunan Drajat.

Restoran yang berada di sebelah timur parkir Makam Sunan Drajat itu, resmi beroperasi seiring telah diresmikannya oleh Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki, bersama Pengasuh PP. Sunan Drajat, KH. Abd Ghofur, dan dihadiri Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo, wakil bupati Lamongan, KH. Abd Rouf dan sejumlah pejabat pada Kamis (16/3/2023)..

Direktur Perekonomian Sunan Drajat Anas Al Hifni menyebutkan, restoran Sunan Drajat ini dikemas sebagai restoran semi tradisional dan semi modern, dengan menghadirkan aneka makanan yang enak dirasakan . Dimana dalam restoran ini ada juga makanan masakan jepang. Restoran ini juga menyedialan kuliner bagi anak muda yang suka nongkrong namun jarang beli.

Di restoran ini tambah Gus Anas, transaksinya di sini menggunakan kartu deposit atau e-wallet dengan melakukan top up uang untuk memesan makanan. Harga makanan mulai dari Rp10 ribu. "Kami melayani masakan tradisional seperti soto lamongan, rajungan, sampai makanan jepang. Semua bahan masakan di restoran berasal dari Pondok Pesantren Sunan Drajat. Jadi dari santri untuk santri,” ujar Anas.

Menurutnya, beragam inovasi bisnis Pondok Pesantren Sunan Drajat akan terus dikembangkan ke depannya. Bahkan, dia berencana untuk membukan salon muslimah yang akan memudahkan para satriawati yang ingin memotong rambut.

Di restoran ini tambah Gus Anas, bersebelahan dengan Toserba. Dimana setiap harinya kunjungan toserba mencapai 2000-6000, dan ini cukup potensi dan diharapkan mereka selain membeli barang kebutuhan di toserba juga bisa menikmati kuliner di restoran.

Di restoran terdapat 12 tenant hasil dari seleksi dan perlombaan yang diikuti 42 tenant pesertanya semua UMKM, dan akhirnya 12 yang lolos. "Insyaallah makanannya yang disajikan di restoran Sunan Drajat enak, dan harga yang kami tawarkan cukup ramah dikantong dengan tempat yang mewah," terang Gus Anas.

Ia berharap restoran ini bisa memberikan manfaat kepada para santri, masyarakat sekitar dalam mengungkit perekonomian, karena di dalamnya pihaknya menggandeng para pelaku UMKM. 

"Mudah-mudahan restaurantnya laris dan bisa memberikan manfaat yang besar bagi pesantren dan masyarakat sekitar," harapnya.

Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki mengaku bangga dengan dibukanya restoran PP. Sunan Drajat. Karena menurutnya kehadiran pondok pesantren ternyata tidak hanya menjadi tempat untuk mengajarkan pendidikan agama Islam, tapi juga mendorong terbentuknya ekosistem perekonomian yang menyejahterakan masyarakat.

"Saya cukup senang dengan adanya restoran Sunan Drajat ini, dan kami meyakini kehadirannya dapat menjadi akselerator ekonomi setempat dapat dilakukan dengan baik oleh pondok pesantren itu," terang Teten Masduki dalam sambutanya.

Pondok pesantren yang memiliki luas lahan kurang lebih 104 hektare ini memiliki beberapa unit bisnis yang dijalankan seperti air mineral, garam, jamu, percetakan, mini market, dan paling baru ialah restoran.

MenKopUKM mengatakan, ekosistem yang dibuat oleh Pondok Pesantren Sunan Drajat telah membuktikan bahwa pesantren memiliki peranan penting dalam pengembangan ekonomi masyarakat.

“Setelah toserba berkembang pesat dan menjadi supply chain UMKM sekitar, Pondok Pesantren Sunan Drajat meresmikan restoran yang dibanderol murah. Ini semoga menjadi ekosistem pengembangan UMKM sektor kuliner sekitar,” katanya.

Ia menambahkan, Pondok Pesantren Sunan Drajat juga memiliki tugas dalam pengembangan ekonomi masyarakat dan bisa menjadi role model bagi pesantren lain. "Di sinilah peran penting pesantren bagi masyarakat,” ujar Menteri Teten.

Lebih lanjut, Menteri Teten menjelaskan bahwa Ponpes Sunan Drajat telah bersinergi dalam wadah Koperasi Serikat Bersama Pesantren (KSBP) yang di dalamnya tergabung 17 pondok pesantren di wilayah Jawa Timur dengan jumlah santri sebanyak 10 ribu.

Menurutnya, hal ini tentu menjadi modal sosial yang sangat kuat untuk mendorong dan menggerakkan ekonomi masyarakat. “Kolaborasi pesantren yang memiliki produk unggulan masing-masing akan memiliki nilai ekonomi tinggi. Jejaring pesantren dan lingkungan sekitar pesantren adalah pasar yang luas. Kita optimistis model ini akan bisa tumbuh dan berkembang dan diharapkan menjadi kekuatan ekonomi umat,” kata Menteri Teten.

Menteri Teten melanjutkan, KemenKopUKM memiliki alternatif instrumen pembiayaan untuk koperasi yakni melalui LPDB-KUMKM yang dapat disinergikan dalam pengembangan eksosistem bisnis koperasi berbasis pesantren.

Dia mengatakan bahwa LPDB-KUMKM dapat masuk mendukung dari sisi pembiayaan kepada koperasi dalam menjalankan bisnisnya.

LPDB-KUMKM selama tahun 2021-2023 sendiri telah menyalurkan dana bergulir kepada KSBP sebesar Rp26,5 miliar untuk keperluan investasi dan modal kerja pengadaan barang.

Di tempat yang sama, Wakil Bupati Lamongan Abdul Rouf menuturkan bahwa Pondok Pesantren Sunan Drajat telah berperan penting dalam upaya membangkitkan ekonomi di Kabupaten Lamongan.

“Pertumbuhan ekonomi Lamongan pada 2022 mencapai 5,56 persen. Ketika pandemi turun 2,35 persen. Tapi di 2022 sudah naik 5,56 persen. Ini bentuk kerja sama antara pemerintah kabupaten dan stakeholder salah satunya ponpes ini,” kata Abdul Rouf.jir

Tag :

Berita Terbaru

Luncurkan Program ELSINDUK GEMES, PLN UIT JBM Dorong Ekonomi Sirkular dari Pengelolaan Bank Sampah

Luncurkan Program ELSINDUK GEMES, PLN UIT JBM Dorong Ekonomi Sirkular dari Pengelolaan Bank Sampah

Selasa, 21 Jul 2026 23:16 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 23:16 WIB

SurabayaPagi, Gresik – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan b…

Aktivis Pemuda Apresiasi Upaya Sinergi Komdigi Berantas Judol

Aktivis Pemuda Apresiasi Upaya Sinergi Komdigi Berantas Judol

Selasa, 21 Jul 2026 23:02 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 23:02 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Upaya pemerintah dalam memberantas praktik judi online (judol) terus mendapatkan dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Kalangan…

2 Hektar Hutan Perhutani di Sampung Ponorogo Terbakar, Diduga Sengaja Dibakar OTB

2 Hektar Hutan Perhutani di Sampung Ponorogo Terbakar, Diduga Sengaja Dibakar OTB

Selasa, 21 Jul 2026 21:18 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 21:18 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Kebakaran hutan melanda kawasan perhutani di Petak 62 RPH Ngangsiran, BKPH Sampung, KPH Madiun, yang masuk dalam wilayah Kecamatan…

Sensus Ekonomi Ponorogo Capai 58,62 Persen, BPS Beber Faktor Penghambat 

Sensus Ekonomi Ponorogo Capai 58,62 Persen, BPS Beber Faktor Penghambat 

Selasa, 21 Jul 2026 21:10 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 21:10 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Kabupaten Ponorogo menunjukkan progres positif. Berdasarkan data Aplikasi FASIH Pendataan SE…

BEM Nusantara Jatim Kirim Karangan Bunga ke Kejati, Protes Penanganan Kasus Eks Jampidsus

BEM Nusantara Jatim Kirim Karangan Bunga ke Kejati, Protes Penanganan Kasus Eks Jampidsus

Selasa, 21 Jul 2026 20:06 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 20:06 WIB

‎ ‎SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – BEM Nusantara Jawa Timur mengirim karangan bunga ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur, Selasa (21/7/2026), sebagai aksi simb…

Persidangan Ungkap PT JPC Tidak Miliki Perjanjian Kontraktual Langsung Dengan Pemilik Lahan  ‎

Persidangan Ungkap PT JPC Tidak Miliki Perjanjian Kontraktual Langsung Dengan Pemilik Lahan ‎

Selasa, 21 Jul 2026 20:03 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 20:03 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Sidang gugatan perdata sengketa pengelolaan lahan parkir yang melibatkan PT Jatim Parkir Center (JPC) kembali bergulir di Pen…