Ditangkap Diduga Tipu Rp 1,3 Miliar

Selebgram Relasi Jenderal, Ternyata Berbisnis Jual Beli Mobil Fiktif

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Selebgram Ajudan Pribadi alias Akbar saat ditangkap Polres Metro Jakarta Barat, usai diketahui menipu sejumlah pengusaha hingga Rp 1,3 Miliar.
Selebgram Ajudan Pribadi alias Akbar saat ditangkap Polres Metro Jakarta Barat, usai diketahui menipu sejumlah pengusaha hingga Rp 1,3 Miliar.

i

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Hasil penyelidikan Polri, tersangka Ajudan Pribadi alias Muhammad Akbar yang terkenal karena suka mengunggah foto dekat dengan pejabat dan menggunakan fasilitas dan barang mewah,  ternyata berbisnis fiktif jual beli mobil Ajudan Pribadi. Ia diduga tipu sejumlah pengusaha sampai Rp 1,3 miliar.

Berdasarkan keterangan kepolisian, Akbar telah menawarkan Toyota Land Cruiser 2019 seharga Rp400 juta dan Mercedes-Benz G63 2021 Rp950 juta. Korban setuju membeli keduanya lalu mentransfer uang secara bertahap ke Akbar.

Uang Rp400 juta kemudian ditransfer pada 2 Desember 2021, Rp750 juta pada 6 Desember 2021 dan Rp200 juta pada 14 Desember 2021.

Namun setelah uang dikirim, korban AL tak kunjung mendapatkan mobilnya sehingga berujung somasi hingga laporan kepolisian. Uang ludes dihabiskan Ajudan Pribadi.

Pengusaha Andi Rukman Nurdin Karumpa mantan bosnya, juga menerima banyak aduan soal penipuan Ajudan Pribadi atau M Akbar. Andi Rukman menyebut sasaran Ajudan Pribadi rata-rata kenalannya sesama pengusaha.

Andi Rukman mengatakan mulanya tak tahu-menahu soal bisnis fiktif jual beli mobil Ajudan Pribadi. Namun beberapa rekan sejawat menelepon dia soal ulah Ajudan Pribadi. Akbar sendiri sudah tidak lagi bekerja pada Andi Rukman sejak 2018.

"Saya tahu ada bisnis mobil ini setelah ada sahabat saya, teman-teman saya menelpon bahwa 'saya habis kirimi duit ke Akbar itu dijanjikan mobil'," kata Andi, Jumat (17/3/2023).

 

Tipu Mobil Land Cruiser

Ditemukan penyidik, Ajudan Pribadi menipu pengusaha dengan modus jual beli mobil Mercedes-Benz dan Land Cruiser.  Mantan bos, Andi Rukman Nurdin Karumpa, curiga Akbar 'Ajudan Pribadi' tak sendiri menjalankan tipu-tipu 'bisnis' mobil.

Andi Rukman menduga ada orang lain di belakang Ajudan Pribadi. Ia pun menduga Ajudan Pribadi hanya dijadikan sebagai 'tumbal'.

"Siapa orang orang yang di belakang Akbar, siapa orang yang suruh Akbar minjam duit, minta duit ke orang, terus janjikan mobil? Kan pasti ada sumbernya. Saya sendiri membaca di media, menanggapinya ini nggak mungkin, Akbar pasti tumbal bosnya. (Kalau) saya nggak merasa, karena sudah nggak ikut sama saya kan," katanya

 

Uang Mengalir ke Orang Lain

Sebagai informasi, Ajudan Pribadi menipu pengusaha hingga Rp 1,3 miliar. Andi Rukman menduga uang itu tak dinikmati Ajudan Pribadi seorang, tetapi mengalir kepada orang di belakangnya.

"Soal uang misal Rp 1 M, Rp 500 juta, kan nggak mungkin dia uang itu untuk kebutuhan kehidupannya saja. Pasti dioper kepada orang yang menjanjikan kendaraan," ucapnya.

Pengusaha asal Sulawesi Selatan ini menduga Ajudan Pribadi hanya dimanfaatkan saja, mengingat pria bernama lengkap Muhammad Akbar Pera Baharudin ini punya banyak kenalan pejabat hingga pesohor.

"Pertanyaan saya, siapa orang itu, sindikat siapa yang memanfaatkan Akbar? Orang itu cerdas, karena dia pikir Akbar ini berhubungan sama orang-orang hebat. Dan nggak mungkin orang nggak percaya Akbar, orang di sekeliling Akbar orang-orang--mohon maaf--dikenal semua," tuturnya.

 

Dalih Ajudan Pribadi

Andi Rukman menyebut sebelum ditangkap, ia sempat menasihati Ajudan Pribadi terkait hal tersebut. Namun Ajudan Pribadi malah berdalih tengah menjalankan bisnis.

"Awas kamu seperti itu, kamu tega sama saya, kamu rusak nama saya di luar. Saya angkat nama kamu, saya baik-baikin, saya cukupi kebutuhanmu, kau tega sama orang. Di mana muka saya kau simpan. Dia bilang, 'tidak Puang, itu tidak nipu, itu saya bisnis, mereka mau beli mobil, cuma mobilnya saja belum datang'," jelasnya.

 

Sosok Lugu dan Polos

Setelah Ajudan Pribadi ditangkap dan ditahan di kasus tersebut, dirinya justru menerima lebih banyak aduan. Teman-temannya mengadukan kena tipu Ajudan Pribadi dengan nominal mulai dari Rp 50 juta hingga Rp 80 juta.

"Setelah Akbar ditangkap, ini ada beberapa orang yang menelpon menyampaikan. 'Izin, Komandan, saya juga kena'. Waduh, saya bilang. Walaupun ada yang melapor Rp 50 juta, Rp 80 juta, dan segala macam, saya kaget," ujarnya.

Andi merasa kaget dan menyayangkan Ajudan Pribadi tersandung kasus penipuan karena sosoknya yang lugu dan polos. Pengusaha asal Sulawesi Selatan itu kini hanya mendoakan Ajudan Pribadi agar kuat menghadapi kasus tersebut. Dia pun meminta Ajudan Pribadi kooperatif dalam menjalani proses hukum yang ada.

"Saya hanya bisa mendoakan semoga dia kuat, saya minta kooperatif mengikuti proses hukum ini. Ini bagian Tuhan mengangkat derajat dia, supaya bisa mengambil hikmah dan tidak melakukan hal itu lagi. Kembali menjadi Akbar," imbuhnya. n jk/erc/rmc

Berita Terbaru

‎Skor LPPD Naik, Bupati Madiun: Jangan Cuma Kejar Nilai

‎Skor LPPD Naik, Bupati Madiun: Jangan Cuma Kejar Nilai

Senin, 07 Sep 2026 17:39 WIB

Senin, 07 Sep 2026 17:39 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun - Skor kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah Kabupaten Madiun meningkat dalam evaluasi nasional. Meski demikian, Bupati Madiun H…

Sekjen PP AMPG Sebut Diklatda Jatim Pilot Project Kaderisasi Anak Muda se Indonesia

Sekjen PP AMPG Sebut Diklatda Jatim Pilot Project Kaderisasi Anak Muda se Indonesia

Senin, 07 Sep 2026 15:43 WIB

Senin, 07 Sep 2026 15:43 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (PP AMPG), Ubaidillah, menilai pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan …

Dibuka 10 September, Truk Kini Bisa Lewati Jembatan Buk Wedi Pasuruan

Dibuka 10 September, Truk Kini Bisa Lewati Jembatan Buk Wedi Pasuruan

Senin, 07 Sep 2026 15:24 WIB

Senin, 07 Sep 2026 15:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Pasuruan - Setelah proses pembangunan jembatan selesai, kini kendaraan besar dapat kembali melewati Jembatan Buk Wedi di Kota Pasuruan mulai…

Pemkab Bojonegoro Sediakan Ruang Publik Modern Alun-alun Sisi Utara

Pemkab Bojonegoro Sediakan Ruang Publik Modern Alun-alun Sisi Utara

Senin, 07 Sep 2026 15:18 WIB

Senin, 07 Sep 2026 15:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Dalam mewujudkan delapan fasilitas publik modern yang ramah untuk masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro masih…

Warga Surabaya Ramai Berburu Ikan Mabuk di Jembatan Jagir, Arus Lalin Tersendat

Warga Surabaya Ramai Berburu Ikan Mabuk di Jembatan Jagir, Arus Lalin Tersendat

Senin, 07 Sep 2026 15:05 WIB

Senin, 07 Sep 2026 15:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini sejumlah warga ramai-ramai berburu ikan mabuk di bawah sungai Jembatan Jagir Wonokromo, Surabaya. Banyaknya warga…

Cara Aman Mendapatkan Tambahan Modal Usaha Tanpa Harus Mengorbankan Aset

Cara Aman Mendapatkan Tambahan Modal Usaha Tanpa Harus Mengorbankan Aset

Senin, 07 Sep 2026 14:50 WIB

Senin, 07 Sep 2026 14:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dalam perjalanan membesarkan usaha, akan selalu ada momen di mana Anda dihadapkan pada kebutuhan mendesak, mulai dari lonjakan…