Mendag Zulhas Resmikan Lima Pasar Baru di Kota Mojokerto

author surabayapagi.com

- Pewarta

Rabu, 22 Mar 2023 08:52 WIB

Mendag Zulhas Resmikan Lima Pasar Baru di Kota Mojokerto

i

Mendag Zulhas didampingi Wali Kota Mojokerto saat meresmikan 5 pasar baru di Kota Mojokerto, Senin (20/3/2023). Foto: Pemkot Mojokerto.

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Mendag Zulhas) meresmikan lima pasar baru di Kota Mojokerto pada Senin (20/3/2023). Peresmian berlangsung secara simbolis di halaman Pasar Ketidur yang berada di Jalan Surodinawan Baru II Nomor 38, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Jawa Timur.

Lima pasar yang diresmikan Mendag hari yaitu Pasar Rakyat Ketidur, Pasar Tematik Ketidur, Pusat Kuliner Skywalk Mojopahit, Pasar Hewan Sekarputih, dan Pusat Grosir Sepatu (PGS). Turut hadir pada peresmian pasar, yakni Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari.

Baca Juga: Mendag Zulhas, Biang Keladi PHK Masal Buruh Tekstil

Selain itu, Zulhas juga didampingi Sekjen Kemendag, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri dan Plt Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag, Direktur Akademi Metrologi dan Instrumentasi, Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting, Kepala Pusdiklat Aparatur Perdagangan, Staf Khusus Kemendag.

Zulhas terpukau saat melihat arsitektur Pasar Ketidur yang dibangun Wali Kota Mojokerto itu berkonsep Majapahit tanpa plester dinding. Ia berharap konsep pasar rakyat seperti di Kota Mojokerto ini dapat diterapkan di daerah-daerah lain.

"Saya meresmikan pasar yang dibangun dengan anggaran Kemendag oleh Wali Kota Mojokerto. Ibu Wali Kota bagus sekali, bahkan anggarannya tidak habis, tapi pasarnya bagus, sirkulasi udaranya bagus, natanya bagus, pokoknya keren lah. Mudah-mudahan dengan ini Mojokerto tambah maju," kata Zulhas di lokasi, Senin (20/3/2023).

Dalam kesempatan itu, Zulhas mengatakan bahwa pasar rakyat memiliki peran strategis sebagai urat nadi ekonomi rakyat. Ia menilai, keberadaan pasar rakyat sangat penting bagi tumbuh kembang ekonomi di Indonesia.

"Pasar rakyat sangat strategis sebagai urat nadi ekonomi rakyat. Bahkan saya mengampanyekan berbelanja di pasar rakyat. Kalau sarana prasarana pasar rakyat bagus, daerahnya akan berkembang," ujarnya.

Di samping itu, menurut Zulhas, pasar rakyat juga berperan dalam memantau harga barang kebutuhan pokok. Pemantauan melalui pasar rakyat tersebut bisa dilakukan setiap hari.

“Pasar rakyat itu penting sekali posisinya, tidak hanya sekarang, tapi juga dari sejak dahulu. Dan ini bisa kita ketahui langsung (perkembangan harga), harga-harga yang sampaikan itu mesti up to date, kami setiap pagi kami dapat dari pasar rakyat. Daya beli, harga, produk yang lauk, itu ketahuan semaunya,” terangnya.

Agar pasar rakyat makin berkembang, kata Zulhas, Pemerintah Kota Mojokerto perlu mendorong pengembangan konsep jual beli dan ekosistem di pasar rakyat yang tidak hanya terpaku pada offline. Ia pun meminta Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mempertimbangkan pengembangan aktivitas jual beli di marketplace atau secara online.

Melalui marketplace, penjualan di pasar rakyat dapat meningkat beberapa kali lipat. Selain itu, wilayah pemasaran bukan hanya di Mojokerto tetapi lebih luas lagi.

Baca Juga: Mendag Zulhas: Tren Positif Ekspor Indonesia-AS Dorong Pertumbuhan Ekspor Nonmigas

“Jadi pasar rakyat sekarang tidak hanya orang datang, tapi juga dikembangkan jualan melalui marketplace dengan kemasan yang dikemas menarik agar lebih dilirik pembeli. Sehingga kedepan pasar rakyat tidak hanya melayani penjualan offline, namun juga melalui online. Itu omsetnya bisa naik 3-4 kali lipat. Jadi orang tidak datang juga bisa belanja di pasar rakyat,” tuturnya.

Selain digitalisasi penjualan, Zulhas juga menyarankan agar pemerintah daerah dapat memfasilitasi pengembangan ekosistem. Pasalnya, sebagian besar kendala pedagang pasar atau pelaku UMKM untuk berkembang adalah kurangnya modal usaha yang cukup untuk mengembangkan produk maupun usahanya agar bisa bersaing di pasar regional maupun global.

"Biasanya pedagang pasar atau pelaku UMKM itu sulit berkembang karena tidak ada modal, maka harus diketemukan dengan lembaga keuangan, pemerintah daerah bisa memfasilitasi itu," tambah Zulkifli.

Sementara itu, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menjelaskan, peresmian 5 pasar tersebut menggenapi jumlah pasar di wilayahnya menjadi 10 unit. Sebelumnya sudah ada pasar rakyat seperti Pasar Prajurit Kulon, Benteng Pancasila, Kranggan, serta Pasar Induk Tanjung Anyar. Ia berharap pasar baru dapat mendukung Mojokerto sebagai kota perdagangan dan jasa.

"Genap sudah 10 pasar yang kami punya. Kami memiliki pasar rakyat Prajurit Kulon, Benteng Pancasila, Kranggan, pasar Tanjung Anyar yang pedagangnya hampir mencapai 10 ribu pedagang yang kapasitas sekitar 3 ribu (Crowded)," ujar Ika.

Baca Juga: Mendag Pastikan Stok dan Harga Bapok Aman

Pembangunan pasar tematik tersebut dalam rangka mendukung Kota Mojokerto sebagai kota perdagangan. Kedepan, penopang ekonomi kerakyatan di Kota Mojokerto akan terus dikuatkan tidak hanya dari sisi infrastruktur namun juga pembangunan kapasitas sumber daya manusia (SDM), khususnya pelaku perdagangan dan jasa.

“Sektor perdagangan dan jasa adalah prioritas pembangunan bagi kami. Selain infrastrukturnya kami sediakan, peningkatan kapasitas SDM pelaku usaha juga menjadi prioritas kami. Kami minta support anggaran dari pemerintah pusat untuk revitalisasi Pasar Tanjung Anyar yang merupakan pasar induk Kota Mojokerto mengingat jumlah pedagang didalamnya sudah melebihi kapasitas,” jelasnya.

Sebagai informasi, Pasar Rakyat Ketidur dibangun dengan anggaran pendapatan dan belanja nasional (APBN) berasal dari Dana Tugas Pembantuan Kementerian Perdagangan 2021 dengan nilai Rp4 miliar. Sedangkan Pasar Tematik Ketidur dibangun pada 2022 menggunakan APBD Kota Mojokerto sebesar Rp3,4 miliar.

Pasar Rakyat dan Tematik Ketidur menempati lahan seluas 27.756 m2 dengan luas bangunan utama seluas 10.020 m2. Pasar Rakyat Ketidur memiliki jumlah pedagang sebanyak 115 orang. Komoditas yang dijual di pasar ini antara lain sembako, buah-buahan, barang kelontongan, bumbu masak, peralatan rumah tangga, tas, dan pakaian.

Sementara Pasar Tematik Ketidur memiliki jumlah pedagang sebanyak 104 orang dengan barang yang dijual di pasar tematik di antaranya barang bekas, besi tua, sepeda bekas, dan lainnya. mjk

Editor : Redaksi

BERITA TERBARU