Aktivis Haris Azhar dan Fatia, Didakwa Cemarkan Nama Baik Luhut

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Haris Azhar bersama Fatia Maulidiyanti berbincang sebelum sidang perdana dimulai, Senin (3/4/2023) di PN Jakarta Timur.
(foto: Sp/aprilio akbar/ant)
Haris Azhar bersama Fatia Maulidiyanti berbincang sebelum sidang perdana dimulai, Senin (3/4/2023) di PN Jakarta Timur. (foto: Sp/aprilio akbar/ant)

i

Pernyataan "Luhut Bermain dalam Pertambangan di Papua"

 

SURABAYA PAGI, Jakarta - Jaksa dalam pembacaan dakwaan di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (3/4/2023), menyatakan Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti, dua aktivis kemanusiaan telah melakukan pencemaran nama baik Luhut Binsar Panjaitan.

Pernyataan berisi "Jadi Luhut bisa dibilang bermain di dalam pertambangan-pertambangan yang terjadi di Papua hari ini'. Video ini disebar Haris Azhar pada 18 Januari 2021.

Luhut merasa dicemarkan nama baiknya karena pernyataan Fatiah dalam YouTube Haris Azhar.

Seperti apa? Tayangan video yang dimaksud berjudul 'Ada lord Luhut di balik relasi ekonomi-ops militer Intan Jaya!! Jenderal BIN juga Ada!!'. Pernyataan yang disoal Luhut adalah percakapan antara Fatiah dengan Haris di video berdurasi 26 menit 51 detik yang mana pada menit ke 14:23 sampai dengan menit 14:33 terdapat perkataan Fatia sebagai berikut:

Fatiah: Nah kita tahu juga bahwa Toba Sejahtera Group ini, juga dimiliki sahamnya oleh salah satu pejabat kita

Haris: Siapa?

Fatiah: Namanya adalah Luhut Binsar Pandjjaitan

Haris: LBP the lord. The Lord.

Fatiah: Lord Luhut

Haris: Ok

Fatiah: Jadi Luhut bisa dibilang bermain di dalam pertambangan-pertambangan yang terjadi di Papua hari ini.

Kemudian pada menit ke 18.00 sampai dengan menit ke 21.00 terdapat perkataan Fatiah yang menyatakan Luhut sebagai penjahat, seperti ini;

Fatiah: Iya... dan lucunya juga Bang, dari orang-orang yang ada di sini, di circle ini mereka juga jadi tim pemenangnya Jokowi di tahun 2015

Haris: ya kalau Lord Luhut kita jelas

..... dst

Haris: Oke eee nah eee pening juga bayanginnya ya, jadi masyarakat di Intan Jaya itu dikirimin tentara sama polisi.. ee yang level prajurit ada di sana... operasi.. sementara jenderal-jenderal atau purnawirawan-purnawrawan itu mengambil keuntungan atas dengan dalam bentuk mendaat konsesi untuk ee mengeksploitasi gunung emas tadi itu sih, sementara kalau menurut Owi kan jelas ya beberapa kelompok muda, anak-anak muda juga di sana itu menolak... tapi kelompok mudanya juga dituduh KKB juga ya

........ dst

Haris: sebagian besar nama-nama itu terlibat dalam tim pemenangnya Jokowi. Gimana caranya perusahaan-perusahaan itu kita ambil alih, enggak ada ya dalam riset itu

Fatiah: enggak dong

Haris: hahahahaha

Fatiah: gimana dong

Haris: enggak ada ya

Fatiah: jadi penjahat juga kita.

 

"Pernyataan dari terdakwa Fatiah Maulidiyanty dalam informasi elektronik/dokumen elektronik berupa video pada menit ke 14:23 s/d menit ke-14:33 yang mengatakan adanya keterlibatan saksi Luhut Pandjaitan alias Luhut Binsar Pandjaitan dalam kegiatan bisnis pertambangan-pertambangan di Papua mengandung muatan fitnah dan atau pencemaran nama baik karena menyebarkan informasi bohong dan tidak benar," tegas jaksa.

Jaksa menyebut dalam diskusi itu Fatiah memaparkan metodologi penelitian kajian cepat yang dilakukan organisasi masyarakat sipil bernama Koalisi Bersihkan Indonesia berjudul 'Ekonomi-Politik Penempatan Militer di Papua: Kasus Intan Jaya'. Haris dan Fatia juga disebut tidak melakukan konfirmasi atau mengkaji ulang kebenaran informasi mengenai pertambangan itu ke Luhut.

Atas dasar itu, Haris dan Fatia didakwa melanggar Pasal 27 ayat 3 juncto Pasal 45 ayat 3 Undang-Undang ITE, Pasal 14 ayat 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946, Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946, dan Pasal 310 KUHP. Terhadap 4 pasal tersebut di juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP

 

Judul Video "Ada lord Luhut"

Ternyata akun YouTube Haris Azhar dibaca 216 ribu subscribers. Video yang diunggah di YouTube itu berjudul 'Ada lord Luhut di balik relasi ekonomi-ops militer Intan Jaya!! Jenderal BIN juga Ada1! >NgeHAMtam'. Hal yang dibahas dalam video itu adalah kajian cepat Koalisi Bersihkan Indonesia dengan judul 'Ekonomi-Politik Penempatan Militer di Papua: Kasus Intan Jaya'.

Dalam video tersebut, narasumbernya adalah Fatiah Maulidiyanty dan Owi.  Jaksa mengatakan ketiga orang tersebut memiliki maksud mencemarkan nama baik Luhut.

"Terdakwa Haris Azhar sebagai host yang mana saksi Fatiah Maulidiyanty sudah mengetahui maksud dan tujuan terdakwa Haris Azhar Azhar ingin mencemarkan nama baik saksi Luhut Pandjaitan alias Luhut Binsar Pandjaitan, kemudian menyatukan kehendak dengan terdakwa Haris Azhar agar rekaman dialog/percakapannya berisikan pernyataan dari hasil kajian cepat yang belum terbukti kebenarannya akan menghasilkan informasi elektronik yang muatannya mencemarkan nama baik saksi Luhut B Pandjaitan menjadi dapat diakses dan diketahui publik melalui akun YouTube Haris Azhar," ucap jaksa, Senin (3/4).

 

Bukan Pernyataan Akurat

Menurut jaksa, perkataan Haris Azhar dan Fatiah dalam video tersebut memuat pencemaran nama baik Luhut. Salah satu kalimat yang disorot terkait pertambangan di Papua.

"Di mana perkataan saksi Fatiah bukanlah merupakan pernyataan akurat yang diperoleh dari hasil kajian cepat, karena dilakukan dengan iktikad buruk untuk menyerang nama baik dan kehormatan salah seorang jenderal atau purnawirawan yaitu saksi Luhut Pandjaitan yang dinyatakan oleh saksi Fatiah sebagai seorang penjahat dengan pernyataan 'Jadi Luhut bisa dibilang bermain di dalam pertambangan-pertambangan yang terjadi di Papua hari ini', saksi Fatiah telah menuduh saksi Luhut sebagai pemegang saham di Toba Sejahtera Group yang seolah-olah digambarkan memiliki usaha pertambangan yang berlokasi di Blok Wabu, Kabupaten Intan Jaya, Papua," tutur jaksa.

 

Luhut tak Punya Usaha Tambang

"Padahal saksi Luhut Pandjaitan sama sekali tidak pernah memiliki usaha pertambangan yang berlokasi di Blok Wabu, Kabupaten Intan Jaya, Papua, maupun di wilayah Papua lainnya. Bahwa saksi Luhut Pandjaitan memang merupakan pemegang saham di PT Toba Sejahtera namun bukanlah pemegang saham di PT TOBACOM DEL MANDIRI yang merupakan anak perusahaan PT TOBA SEJAHTERA," sambungnya.

Jaksa mendakwa Haris Azhar melakukan perbuatan penghinaan dan atau pencemaran nama baik terhadap Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan. Haris lalu keberatan dan akan mengajukan eksepsi atas dakwaan jaksa.

Hal itu disampaikan tim penasihat hukum Haris selepas jaksa penuntut umum (JPU) membacakan dakwaan di ruang sidang utama PN Jaktim, Senin (3/4/2023).

Majelis hakim yang diketuai oleh Cokorda Gede Arthana menanyakan tanggapan kepada pengacara haris terkait dakwaan yang telah dibacakan.

"Bagaimana saudara kuasa hukum menanggapi dakwaan," ujar Hakim.

"Kami akan mengajukan eksepsi majelis dan kami minta waktu dua minggu," ucap tim penasehat hukum Haris Azhar menjawab Hakim.

JPU sempat menyuarakan keberatan terkait pengajuan eksepsi tersebut. Namun hakim memutuskan memberikan kesempatan Haris untuk eksepsi. (erc/jk/rmc)

Berita Terbaru

Tindak Lanjuti Keluhan Warga, Pemkot Mojokerto Fasilitasi Pembangunan Jamban Sehat dan Pemutakhiran Data

Tindak Lanjuti Keluhan Warga, Pemkot Mojokerto Fasilitasi Pembangunan Jamban Sehat dan Pemutakhiran Data

Minggu, 08 Nov 2026 14:37 WIB

Minggu, 08 Nov 2026 14:37 WIB

  SURABAYA PAGI.com, Mojokerto - Merespons keluhan warga terkait kondisi sanitasi yang tidak layak, Pemerintah Kota Mojokerto bergerak menyiapkan solusi bagi …

MilkLife Kickers Runner-up Singa Cup 2026, Misi Cetak Talenta Timnas Jadi Target Berikutnya

MilkLife Kickers Runner-up Singa Cup 2026, Misi Cetak Talenta Timnas Jadi Target Berikutnya

Sabtu, 07 Nov 2026 17:09 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 17:09 WIB

SurabayaPagi, Singapura – MilkLife Kickers harus mengubur ambisi meraih gelar juara Singa Cup 2026 kategori Girls U14. Meski mengoleksi sembilan poin dari tiga …

Disbudpar Jatim Gelar Business Matching Penguatan Desa Wisata di Sidoarjo

Disbudpar Jatim Gelar Business Matching Penguatan Desa Wisata di Sidoarjo

Sabtu, 07 Nov 2026 16:09 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 16:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim mendorong serta memperkuat pengembangan desa wisata di wilayah Kabupaten Sidoarjo dengan…

Akses KUR Dipermudah, DPR RI Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Surabaya Naik Kelas

Akses KUR Dipermudah, DPR RI Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Surabaya Naik Kelas

Sabtu, 07 Nov 2026 14:39 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 14:39 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Akses permodalan menjadi salah satu tantangan yang harus dijawab untuk mempercepat pertumbuhan usaha ekonomi kreatif, terutama bagi p…

Fraksi PDI perjuangan DPRD Jatim Singgung Majadigi, Aduan Rakyat Harus Tuntas

Fraksi PDI perjuangan DPRD Jatim Singgung Majadigi, Aduan Rakyat Harus Tuntas

Sabtu, 07 Nov 2026 10:20 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 10:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Aplikasi Majapahit Digital (Majadigi) milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur didorong naik kelas menjadi platform…

Bupati Yuhronur Efendi Berangkatkan Peserta Ziarah Wali Songo Penerima Voucher Jalan Sehat HSN PCNU Lamongan

Bupati Yuhronur Efendi Berangkatkan Peserta Ziarah Wali Songo Penerima Voucher Jalan Sehat HSN PCNU Lamongan

Jumat, 06 Nov 2026 22:38 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 22:38 WIB

SURABAYAPAGI COM, Lamongan – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi memberangkatkan peserta ziarah Wali Songo, penerima voucher dalam rangkaian kegiatan Jalan Sehat H…