Zainul Arifin Laporkan 8 Artis Kasus Penipuan Robot Trading, Raffi Ahmad dan Atta Halilintar Ikut Terseret

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sosok Raffi Ahmad dan Atta Halilintar terseret kasus penipuan robot trading. SP/ SBY
Sosok Raffi Ahmad dan Atta Halilintar terseret kasus penipuan robot trading. SP/ SBY

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Perkara penipuan Auto Trade Gold (ATG) yang dilakukan Wahyu Kenzo mulai menyeret sejumlah artis atau figur publik. Sebanyak 8 orang tersebut sudah dilaporkan ke pihak Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri.

Pengacara Zainul Arifin melaporkan delapan artis atau figur publik tersebut lantaran bermodal tracking pada tahun 2021 lalu.

Kasus penipuan robot trading ini juga menyeret beberapa selebriti Tanah Air diantaranya, Raffi Ahmad, Ryan D'Masiv, dr Tirta, H Faisal, Stefan William, hingga Gus Miftah. Para publik figur ini diduga ikut menerima hasil penipuan dan penggelapan dana serta pencucian uang yang dilakukan oleh Wahyu Kenzo.

"Kasus dugaan pencucian uang ini diduga melibatkan publik figur dan pejabat publik. Mereka dalam hal ini punya hubungan dengan Wahyu Kenzo dan diduga ikut menerima hasil kejahatan. Di samping dugaan pencucian uang, ada juga upaya penggelapan aset yang mereka miliki. Beberapa di antaranya diduga diterima oleh kawan-kawan public figure," ungkap Zainul Arifin, pengacara korban robot trading ATG, Rabu (12/04/2023).

"Ada 8 orang yang diduga menerima ini, ada Raffi Ahmad, Atta Halilintar, Stefan William, Rian D'Masiv, Judika, Dokter Tirta, Gus Miftah, dan Haji Faisal," sambungnya.

Zainul Arifin dengan tegas mengatakan jika para publik figur itu juga ikut dilaporkan atas kasus dugaan penipuan robot trading itu.

"Ya mereka salah satunya karena mereka diduga menerima itu, maka mereka salah satu yang kita sampaikan ke penyidik. Karena bagaimanapun juga mereka menerima uang dari Wahyu Kenzo dalam bentuk yang berbeda," tegas Zainul Arifin.

Zainul Arifin pun membeberkan bukti keterlibatan para publik figur itu dalam kasus penipuan robot trading Wahyu Kenzo itu dalam kerja sama bisnis sebagai brand ambassador.

"Pertama, Raffi Ahmad dan Atta Halilintar ini menerima endorse sekaligus brand ambassador dari Legion, produk suplemen kesehatan yang CEO-nya istri Wahyu Kenzo. Sumber untuk membuat usaha itu diduga hasil robot trading, makanya harus ditelusuri. Mereka kan juga brand ambassador, bisa jadi mereka ikut menerima sesuatu. Kan Ivan Gunawan dari kasus DNA Pro juga statusnya brand ambassador. Kemudian karena dia mengembalikan uang hasil dari situ, maka dari itu dianggap ada itikad baik," beber Zainul Arifin.

"Kemudian untuk Rian D'Masiv dan Judika, mereka ini brand ambassador produk nutrisi Glory, yang di situ Wahyu Kenzo jadi salah satu CEO. Mereka brand ambassador jadi diduga menerima sesuatu dari Wahyu Kenzo," lanjutnya.

Selain sebagai brand ambassador, ada juga publik figur yang terlibat kasus penipuan robot trading itu terkait lelang. Tak hanya itu, H Faisal juga disebut menerima uang sebesar Rp 400 juta dari Wahyu Kenzo.

"Kalau Gus Miftah, dokter Tirta, dan Haji Faisal, mereka ini ikut lelang seperti Atta Halilintar di kasus Net 89 dulu. Gus Miftah ini melelang blangkon seharga Rp 900 juta, kemudian dokter Tirta melelang motor Rp 120 juta, dan Haji Faisal menerima hasil lelang sebesar Rp 400 juta," bebernya.

Zainul Arifin pun berharap para publik figur itu dapat bekerja sama untuk membantu para korban penipuan robot trading mendapatkan haknya.

"Kami berharap kawan-kawan public figure ini beritikad baik untuk membantu para korban dan penyidik untuk mengungkap peristiwa hukum ini agar terang benderang. Kami harap mereka juga dapat mengembalikan aset korban kepada penyidik," harapnya.

Zainul Arifin menyebut para korban yang berjumlah 820 orang itu dirugikan senilai Rp 150 miliar.

"Mewakili dari 820 orang korban robot trading ATG dengan kerugian mencapai Rp 150 miliar. Dengan korban dan kerugian begitu banyak, ada pola-pola yang dilakukan oleh para pelaku ataupun ATG ini yang mungkin kawan-kawan media ini sudah tahu bahwa CEO-nya adalah Wahyu Kenzo yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dan saat ini dalam proses penyidikan," pungkasnya.

Sebelumnya, pihak Polres Malang Kota pada Sabtu (04/03/2023) telah menangkap Dinar Wahyu Saptian Dyfrig alias Wahyu Kenzo. Wahyu ditangkap karena kasus penipuan Auto Trade Gold (ATG) yang dipegang PT Pansaky Berdikari Bersama dengan kerugian hingga Rp 9 triliun.

Wahyu Kenzo memanfaatkan momen pandemi Covid-19 untuk menarik konsumen saat aktivitas perekonomian terbatas.

Saat itu, ia menjanjikan keuntungan dengan berinvestasi melalui robot trading hanya bermodal internet saja. Para konsumen alias membernya bisa berinvestasi dengan nominal Rp 1 juta hingga Rp 40 juta per orang ke perusahaan Auto Trade Gold (ATG).

Namun karena ATG belum terdaftar resmi, Wahyu Kenzo lalu mengakalinya dengan memberikan minuman merek "Green Shake" dan "Gluberry" kepada para member yang berinvestasi. Total ada 25 ribu membernya yang merasa tertipu dengan kerugian total mencapai Rp 9 triliun.

Wahyu Kenzo juga beberapa kali muncul dalam unggahan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina. Misalnya dalam foto yang diunggah akun @raffinagita1717 pada 20 Januari 2022 lalu, Wahyu Kenzo dan istrinya, Anggie Jesey, tampak berpose bersama Raffi Ahmad, Shandy Purnamasari, dan Juragan 99 alias Gilang Widya Pramana.

Ia juga pernah berfoto bersama dengan Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah saat menjenguk kelahiran anak kedua Raffi-Gigi. Di foto itu, Wahyu Kenzo bahkan tampak berangkulan dengan Raffi Ahmad. dsy/ins/dc/mdc

Berita Terbaru

Kasus Tambang Ilegal Desa Jenangan, Kejari Ponorogo Konfrontir Kades Aktif dan Mantan Kades Kemiri

Kasus Tambang Ilegal Desa Jenangan, Kejari Ponorogo Konfrontir Kades Aktif dan Mantan Kades Kemiri

Selasa, 12 Mei 2026 20:39 WIB

Selasa, 12 Mei 2026 20:39 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo melakukan pemeriksaan konfrontir kasus tambang ilegal di lahan …

Pengadilan Negeri Kota Madiun Lakukan Eksekusi TK Masyithoh

Pengadilan Negeri Kota Madiun Lakukan Eksekusi TK Masyithoh

Selasa, 12 Mei 2026 18:26 WIB

Selasa, 12 Mei 2026 18:26 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun — Pengadilan Negeri Kota Madiun melaksanakan eksekusi lahan dan bangunan TK Masyithoh yang berada di Kota Madiun, Selasa (12…

Program TJSL PLN UIT JBM Tumbuhkan Harapan Masyarakat Desa Akan Akses Air Bersih

Program TJSL PLN UIT JBM Tumbuhkan Harapan Masyarakat Desa Akan Akses Air Bersih

Selasa, 12 Mei 2026 17:49 WIB

Selasa, 12 Mei 2026 17:49 WIB

SurabayaPagi, Bali - Adanya fasilitas air bersih yang layak dan memiliki akses mudah di suatu daerah, menjadi syarat mutlak yang harus dipenuhi demi…

Narkotika Masih Mendominasi, Kejari Gresik Musnahkan Barang Bukti 231 Perkara

Narkotika Masih Mendominasi, Kejari Gresik Musnahkan Barang Bukti 231 Perkara

Selasa, 12 Mei 2026 16:55 WIB

Selasa, 12 Mei 2026 16:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Kejaksaan Negeri Gresik memusnahkan barang bukti dari 231 perkara yang telah inkrah atau berkekuatan hukum tetap pada Selasa (…

Legalitas UMKM Kian Dipermudah, Pemkot Mojokerto Siapkan Pendampingan Gratis

Legalitas UMKM Kian Dipermudah, Pemkot Mojokerto Siapkan Pendampingan Gratis

Selasa, 12 Mei 2026 16:51 WIB

Selasa, 12 Mei 2026 16:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto terus berupaya membantu pelaku UMKM agar lebih mudah mengurus legalitas usaha. Mulai dari izin usaha,…

Sosialisasi B2SA Digelar Sekolah, Wali Kota Ajak Pelajar Kota Mojokerto Pilih Jajanan Sehat

Sosialisasi B2SA Digelar Sekolah, Wali Kota Ajak Pelajar Kota Mojokerto Pilih Jajanan Sehat

Selasa, 12 Mei 2026 16:49 WIB

Selasa, 12 Mei 2026 16:49 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto— Edukasi pola konsumsi sehat sejak usia sekolah terus diperkuat Pemerintah Kota Mojokerto melalui sosialisasi B2SA (Beragam, B…