Varian COVID Arcturus Diklaim Cepat Menular, Sebanyak 22 Negara Terinfeksi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Subvarian Covid Arcturus atau Omicron XBB.1.16 telah masuk ke Indonesia. SP/ SBY
Subvarian Covid Arcturus atau Omicron XBB.1.16 telah masuk ke Indonesia. SP/ SBY

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kasus Covid-19 mencuat tinggi lagi menjelang Lebaran. Kini subvarian Covid Arcturus atau Omicron XBB.1.16 telah masuk ke Indonesia. Varian tersebut memiliki daya menular yang cepat. 

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, dr Siti Nadia Tarmizi, mengatakan pihaknya mencatat dua pasien kasus Arcturus asal Jakarta.

"Sampelnya ditemukan positif Maret minggu keempat. Keduanya dari Jakarta," kata dr Siti Nadia Tarmizi.

Nadia menyebutkan dua kasus itu seorang laki-laki berusia 54 tahun dan seorang perempuan berusia 33 tahun.

Pasien laki-laki mengeluhkan gejala batuk, pilek, hingga nyeri otot. Sementara gejala pada pasien perempuan masih ditelusuri lebih lanjut.

Nadia juga menyinggung aktivitas warga yang sedang flu atau bergejala. Dia menyebutkan kondisi itu berpotensi menularkan ke orang lain.

"Dengan gejala yang cenderung ringan tidak isolasi, maka mempercepat penularan di masyarakat apalagi kemudian prokes sudah semakin kendor, termasuk pada tempat-tempat yang padat/kerumunan," ujarnya.

Sementara itu, menurut pakar ahli epidemiologi Dicky Budiman, XBB.1.16 adalah turunan dari Omicron. Ini artinya tidak dinamai sebagai varian baru melainkan subvarian.

“Ketika ini terjadi di India dan menyebar di hampir 22 negara dalam waktu yang relatif singkat, saya sampaikan, kalau bicara Indonesia tinggal nunggu waktu," kata Dicky.

"Bahkan jedanya kalau subvariannya seperti XBB.1.16 ini tidak sampai dua minggu sudah sampai di Indonesia,” kata Dicky, Minggu (16/04/2023).

Sistem deteksi di Indonesia yang masih lemah juga menjadi salah satu yang membuat subvarian ini terdeteksi lebih lambat.

“Kemampuan deteksi kita memang masih lemah yang membuat kita terlambat mendeteksinya. Ditambah lagi fenomena di masyarakat yang sudah tidak seaktif dulu lagi dalam testing,” Dicky menambahkan.

Dicky menerangkan Covid Arcturus memiliki potensi menyebar dengan cepat. Pasalnya, di tengah modal imunitas masyarakat yang semakin baik, masih ada dua manfaat vaksinasi yang belum bisa diperoleh dunia.

“Mau tidak mau ini sangat berpotensi menyebar dengan cepat karena pertama, orang yang sudah vaksinasi tidak dijamin tidak akan terinfeksi, apalagi dengan subvarian yang lebih efektif dalam menembus imunitas orang yang sudah vaksinasi atau sudah terinfeksi.”

Kedua, orang yang sudah vaksinasi tetap bisa membawa virus termasuk subvarian Arcturus dan membahayakan kelompok rentan seperti lanjut usia, komorbid, dan kelompok orang yang belum divaksinasi.

Tak hanya itu menurutnya, selain gejala-gejala umum Covid-19, anak-anak di India yang terinfeksi Covid Arcturus juga mengalami gejala mata merah, gatal, dan berair.

Menurut Dicky, ini merupakan gejala yang agak mencolok dari Covid-19 di India.

Terkait cara penularannya, Dicky mengatakan cenderung mirip dengan varian atau subvarian Omicron sebelumnya. Yakni bisa dari droplet atau butiran ludah orang yang terinfeksi.

Sementara itu, berdasarkan data sepekan terakhir, kasus kenaikan Corona terjadi per 10 April 2023. Pada saat itu tambahan kasus Corona sebanyak 494. Kenaikan secara berturut-turut terjadi hingga 14 April sebanyak 1.017.

Namun, pada 15 April, kasus tambahan Corona kembali turun yakni 941. Berikut ini datanya:

10 April: 494

11 April: 944

12 April: 987

13 April: 990

14 April: 1.017

15 April: 941. dsy/dc/l6/bbc

Berita Terbaru

Pandawa Warung Kopi: Saat Rindu Menjadi Rasa, dan Sydney Menjadi Indonesia

Pandawa Warung Kopi: Saat Rindu Menjadi Rasa, dan Sydney Menjadi Indonesia

Jumat, 03 Jul 2026 21:59 WIB

Jumat, 03 Jul 2026 21:59 WIB

Pandawa Warung Kopi: Saat Rindu Menjadi Rasa, dan Sydney Menjadi Indonesia   Foto Prof. Dr. KH Ma'ruf Amin, mantan Wakil Presiden Republik Indonesia; Dr. …

Warung Oregano Padukan Steak Terjangkau dan Teaching Factory di Kota Madiun

Warung Oregano Padukan Steak Terjangkau dan Teaching Factory di Kota Madiun

Jumat, 03 Jul 2026 19:32 WIB

Jumat, 03 Jul 2026 19:32 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Di tengah menjamurnya bisnis kuliner di Kota Madiun, Warung Oregano hadir dengan konsep berbeda. Usaha UMKM ini mencoba mematahkan a…

Tarif Listrik Triwulan III 2026 Tetap, PLN Siap Jalankan Kebijakan Pemerintah dan Jaga Kualitas Layanan ke Masyarakat

Tarif Listrik Triwulan III 2026 Tetap, PLN Siap Jalankan Kebijakan Pemerintah dan Jaga Kualitas Layanan ke Masyarakat

Jumat, 03 Jul 2026 18:48 WIB

Jumat, 03 Jul 2026 18:48 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan tarif listrik PT PLN (Persero) Triwulan III (periode J…

Ekspor Jatim Turun 2,92 Persen, Impor Melesat 14,36 Persen hingga Mei 2026

Ekspor Jatim Turun 2,92 Persen, Impor Melesat 14,36 Persen hingga Mei 2026

Jumat, 03 Jul 2026 17:30 WIB

Jumat, 03 Jul 2026 17:30 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Ekspor Jawa Timur masih menghadapi tekanan hingga Mei 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat nilai ekspor sepanjang…

BPS Jatim: Inflasi Juni 2026 Naik 0,30 Persen, Dipicu Bensin dan Tiket Pesawat

BPS Jatim: Inflasi Juni 2026 Naik 0,30 Persen, Dipicu Bensin dan Tiket Pesawat

Jumat, 03 Jul 2026 17:26 WIB

Jumat, 03 Jul 2026 17:26 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Pada Juni 2026, Provinsi Jawa Timur kembali mencatat inflasi. Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat inflasi secara bulanan…

Cek Komposisi Sebelum Memilih, Ini yang Perlu Diperhatikan Orang Tua Selain Informasi Nilai Gizi

Cek Komposisi Sebelum Memilih, Ini yang Perlu Diperhatikan Orang Tua Selain Informasi Nilai Gizi

Jumat, 03 Jul 2026 17:18 WIB

Jumat, 03 Jul 2026 17:18 WIB

SurabayaPagi, Jakarta — Di tengah banyaknya pilihan produk nutrisi anak, kebiasaan membaca komposisi menjadi semakin penting agar orang tua tidak hanya m…