SurabayaPagi, Ponorogo - Idul Fitri merupakan momen spesial yang ditunggu - tunggu kenangannya oleh umat muslim di Indonesia. Selain menjadi sarana untuk beribadah, masyarakat juga menjadikan momen Idul Fitri sebagai momen yang pas untuk berkumpul dengan keluarga.
Selain itu, beragam cara bagi warga Indonesia dalam menyambut datangnya hari raya Idul Fitri. Seperti yang dilakukan masyarakat di wilayah selatan Jawa Timur, Ponorogo.
Masyarakat Ponorogo memiliki cara unik dalam memaknai datangnya hari raya Idul Fitri, yaitu dengan menerbangkan balon udara.
Kebiasaan menerbangkan balon udara merupakan tradisi masyarakat Ponorogo guna menyambut datanya hari raya Idul Fitri.
Namun, balon udara sendiri juga dapat menimbulkan potensi bahaya dan mengganggu aktifitas transportasi udara, balon udara terutama yang berukuran besar juga dapat mengganggu penyaluran energi listrik, bahkan menyebabkan kebakaran.
General Manager PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) Didik Fauzi Dakhlan menyampaikan bahwa tradisi menerbangkan balon udara tanpa awak ini adalah ancaman besar yang dapat menimbulkan gangguan untuk penyaluran energi listrik.
“Balon udara tanpa awak ini seperti hal nya layang-layang, sangat berbahaya jika diterbangkan karena apabila jatuh dapat mengenai jaringan transmisi, apalagi jika ukurannya sangat besar," ungkap Didik.
Didik menyebut, sebagai langkah antisipatif untuk pengamanan keandalan jaringan transmisi, PLN bekerjasama dengan Polres Ponorogo untuk melakukan upaya pencegahan penerbangan balon udara.
“PLN UPT Madiun terus berkoordinasi dengan Polres Ponorogo untuk melakukan patroli pengamanan untuk mencegah aktivitas menerbangkan balon udara. Seperti tahun sebelumnya, pengamanan oleh Polres dapat meminimalisir upaya warga untuk menerbangkan balon udara dengan ukuran yang besar yang dapat membahayakan jika mengenai jaringan transmisi. Tentu saja ini sebagai langkah untuk memastikan keandalan sistem transmisi utamanya dalam kesiapan pasokan selama Idul Fitri tetap aman," terang Didik.
Kapolres Ponorogo, AKBP Catur Cahyono Wibowo mengungkapkan dalam upaya mengantisipasi balon udara yang diterbangkan warga, pihaknya akan menggelar persiapan operasi Ketupat di Polres Ponorogo pada Jumat (14/4/2023).
Catur juga menjelaskan bahwa dengan adanya kolaborasi dengan beberapa pihak yang sudah berjalan selama tiga tahun ini, kegiatan penerbangan balon udara di Ponorogo sudah mulai menurun.
“PLN sangat kooperatif dalam berkoordinasi untuk pengamanan mencegah warga menerbangkan balon udara juga layang-layang dalam ukuran besar. Pihak Kepolisian siap memberi sanksi tegas kepada siapa saja yang melanggar," Tegasnya. Byb
Editor : Redaksi