FDA Amerika Serikat Setujui Pil Bakteri Sehat Pertama dari Kotoran Manusia

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Illustrasi pil bakteri sehat pertama yang diciptakan FDA dari kotoan manusia. SP/ AS
Illustrasi pil bakteri sehat pertama yang diciptakan FDA dari kotoan manusia. SP/ AS

i

SURABAYAPAGI.com, Amerika Serikat - Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (AS) atau Food and Drug Administration (FDA) menemukan dan menyetujui pil bakteri sehat pertama yang terbuat dari kotoran manusia untuk melawan infeksi usus.

Anjuran pil tersebut digunakan untuk orang dewasa yang berusia 18 tahun ke atas yang menghadapi risiko infeksi berulang dengan Clostridium difficile, bakteri yang dapat menyebabkan mual, kram, dan diare yang parah.

Menurut FDA, Bakteri C. diff berbahaya karena dapat dengan cepat mempengaruhi kesehatan usus jika mikrobioma normal terganggu.

Lebih dari 10 tahun yang lalu, beberapa dokter mulai melaporkan keberhasilan transplantasi feses, menggunakan feses dari donor yang sehat, untuk memulihkan keseimbangan usus yang sehat dan mencegah infeksi ulang.

"Ketersediaan produk mikrobiota tinja yang dapat dikonsumsi secara oral merupakan langkah maju yang signifikan dalam memajukan perawatan pasien dan aksesibilitas bagi individu yang pernah mengalami penyakit yang berpotensi mengancam jiwa ini," tutur Dr. Peter Marks direktur Pusat Evaluasi dan Penelitian Biologis FDA dikutip dari Live Science, Selasa (02/05/2023).

Selain itu, regimen pengobatan bernama Vowst ini melibatkan minum empat kapsul sekali sehari selama tiga hari berturut-turut; pasien mulai minum obat dua sampai empat hari setelah menyelesaikan rangkaian antibiotik untuk C. diff.

Diketahui, kotoran yang disumbangkan yang digunakan untuk membuat pil disaring dengan hati-hati untuk patogen yang dapat ditularkan sebelum digunakan dalam pembuatan, tetapi mengonsumsi Vowst masih membawa risiko terpapar patogen, serta alergen makanan.

Dalam uji klinis, efek samping Vowst yang paling umum adalah perut kembung, kelelahan, sembelit, menggigil, dan diare. Efek samping ini terjadi pada frekuensi yang lebih besar pada pasien yang diobati daripada penerima plasebo.

Dalam perbandingan sekitar 90 orang yang menerima pil dan 90 yang tidak, mereka yang berada dalam kelompok yang diobati memiliki tingkat infeksi C.diff berulang sebesar 12,4�lam waktu delapan minggu setelah pulih dari serangan awal infeksi, sedangkan yang tidak diobati kelompok memiliki tingkat kekambuhan 39,8%. dsy/dc/cnbc/snd

Berita Terbaru

Gus Qowim Ajak Guru di Kota Kediri Mendidik dengan Hati, Menuntun dengan Akhlak

Gus Qowim Ajak Guru di Kota Kediri Mendidik dengan Hati, Menuntun dengan Akhlak

Senin, 14 Sep 2026 17:19 WIB

Senin, 14 Sep 2026 17:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Pendidikan tidak hanya tentang seberapa banyak ilmu yang diberikan kepada anak, tetapi juga bagaimana ilmu tersebut ditanamkan…

Jurnalis Mojokerto Gelar Doa Bersama untuk 5 Wartawan Hilang Saat Liput Anak Krakatau

Jurnalis Mojokerto Gelar Doa Bersama untuk 5 Wartawan Hilang Saat Liput Anak Krakatau

Senin, 14 Sep 2026 16:46 WIB

Senin, 14 Sep 2026 16:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Keprihatinan mendalam atas belum ditemukannya lima wartawan dan tiga kru ekspedisi Anak Krakatau menggugah solidaritas insan pers …

Lawan Persiba di Surajaya, Kans Persela Amankan 3 Poin Cukup Terbuka

Lawan Persiba di Surajaya, Kans Persela Amankan 3 Poin Cukup Terbuka

Senin, 14 Sep 2026 16:45 WIB

Senin, 14 Sep 2026 16:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Skuad Persela Lamongan terus mematangkan persiapan, dan menjaga asa dalam lanjutan laga Penggadaian Championship 2026/2027, saat…

Unit Reskrim Polsek Kepanjenkidul Polres Blitar Berhasil Bekuk pelaku Curanmor

Unit Reskrim Polsek Kepanjenkidul Polres Blitar Berhasil Bekuk pelaku Curanmor

Senin, 14 Sep 2026 15:25 WIB

Senin, 14 Sep 2026 15:25 WIB

SURABAYAPAGI com, Blitar - Polsek Kepanjenkidul Wilayah Hukum Polres Blitar Kota, berhasil ungkap dan tangkap pelaku pencurian motor jenis Honda ADV warna…

Lamongan Night Carnival Tanpa Sound Horeg,  Mampu Menghibur  Masyarakat

Lamongan Night Carnival Tanpa Sound Horeg,  Mampu Menghibur  Masyarakat

Senin, 14 Sep 2026 15:23 WIB

Senin, 14 Sep 2026 15:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Lamongan Night Carnival (LNC) tahun kedua tanpa sound horeg kembali menyedot animo masyarakat. Bahkan ribuan warga merasa terhibur…

Refleksi Kejadian 5 Wartawan Hilang Kontak, PWI dan IJTI Ingatkan "Tidak ada Berita Seharga Nyawa"

Refleksi Kejadian 5 Wartawan Hilang Kontak, PWI dan IJTI Ingatkan "Tidak ada Berita Seharga Nyawa"

Senin, 14 Sep 2026 15:18 WIB

Senin, 14 Sep 2026 15:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Bertempat di Pendopo Alun-alun Lamongan, pada Senin (14/9/2026) pagi, sejumlah jurnalis yang tergabung di Persatuan Wartawan…