Ahli: Memompa ASI Saat Hamil Tidak Disarankan dan Berisiko Keguguran

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Illustrasi ibu hamil sedang memompa ASI. SP/ SBY
Illustrasi ibu hamil sedang memompa ASI. SP/ SBY

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Para ahli tak sepenuhnya merekomendasikan ibu hamil untuk memompa ASI. Hal tersebut dikarenakan jika menyusui saat hamil cenderung aman dilakukan, berbeda dengan memompa ASI. 

“Memompa ASI saat hamil umumnya tidak disarankan kecuali Anda memompa ASI untuk memberi makan si kecil yang masih menyusu,” kata Dr. Crystal Berry-Roberts, dokter spesialis obgyn di Klinik Regional Austin, Senin (08/05/2023).

Memompa saat hamil dapat merangsang pelepasan oksitosin yang bisa menyebabkan rahim berkontraksi. Jika dilakukan di awal kehamilan dapat meningkatkan risiko keguguran.

Namun, jika bayi yang disusui masih sangat muda dan perlu memompa untuk memberikan nutrisi yang optimal, kemungkinan dokter akan memperbolehkan ibu untuk memompa ASI. Dengan syarat, kondisi kehamilan ibu memang sehat.

"Selama tidak ada faktor risiko yang signifikan dan dokter tidak memerintahkan istirahat panggul (tidak berhubungan seks), maka tidak ada alasan untuk membatasi pemompaan atau menyusui," kata perawat terdaftar dan konsultan laktasi bersertifikat, Tera Hamann.

Mengingat memompa ASI saat hamil dapat menyebabkan kontraksi, jadi penting bagi ibu untuk memperhatikan tanda atau 'alarm' tubuh. “Kontraksi acak biasanya tidak menjadi masalah, tetapi jika semakin kuat dan/atau lebih teratur, Anda harus berhenti,” jelas Hamann.

Selama akhir kehamilan, memompa ASI berpotensi membantu mempersiapkan tubuh Anda untuk persalinan. Bahkan memompa ASI bisa sangat membantu ibu jika ingin melahirkan tanpa obat dan intervensi medis.

“Memompa ASI saat hamil dapat dipertimbangkan di akhir kehamilan saat cukup bulan pada usia 37+ minggu untuk melihat apakah menimbulkan kontraksi atau tidak. Ini bisa membawa beberapa perubahan serviks dan mungkin berdampak positif pada persalinan," papar Dr. Berry-Roberts.

Risiko Keguguran Jika Memompa ASI Selama Awal Kehamilan

Seperti yang dijelaskan Dr. Berry-Roberts di atas, ada risiko keguguran jika Anda memompa selama awal kehamilan. Namun jika kehamilan Anda sehat, Dr. Berry-Roberts menyarankan untuk tetap berkonsultasi pada dokter dan mendiskusikan risiko serta manfaatnya.

"Semua jenis pemompaan, - listrik, manual, dan pakai tangan - dapat menyebabkan kontraksi yang bisa menyebabkan persalinan," kata Parker, Senin (08/05/2023).

Selain itu, memompa saat hamil dapat menyebabkan puting lecet dan dehidrasi. Sementara di sisi lain, ibu hamil membutuhkan asupan air putih lebih banyak daripada orang dewasa lainnya.

"Memompa dapat menyebabkan kontraksi, jadi penting untuk mendengarkan tubuh Anda dan tetap terhidrasi dengan baik. Kehamilan cenderung menyebabkan puting menjadi sakit, memompa dapat memperburuknya,” jelas Hamann.

Intinya adalah memompa saat hamil dapat menimbulkan risiko - terutama di awal kehamilan, sehingga harus berbicara dengan penyedia layanan kesehatan sebelum memutuskan untuk melakukannya. 

“Tidak semua orang mengalami kebocoran sebelum melahirkan dan tidak setiap orang bisa mendapatkan hasil apa pun dari pemompaan selama kehamilan,” jelas Hamann. 

Namun Hamann mengatakan bahwa “bisa memompa ASI selama hamil, bukan jaminan ASI ibu akan selalu lancar kedepannya," kata Hamann. dsy/kmp

Berita Terbaru

Lebih dari 500 Motor Listrik Polytron Dipakai PLN Jatim, Pasar Kendaraan Listrik Meluas

Lebih dari 500 Motor Listrik Polytron Dipakai PLN Jatim, Pasar Kendaraan Listrik Meluas

Jumat, 09 Okt 2026 20:35 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 20:35 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pasar kendaraan listrik di Jawa Timur menjadi salah satu sasaran ekspansi produsen motor listrik, seiring meningkatnya pemanfaatan k…

Bocah 5 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Ponorogo, Tubuhnya Tersangkut di Sela Batu

Bocah 5 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Ponorogo, Tubuhnya Tersangkut di Sela Batu

Jumat, 09 Okt 2026 18:53 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 18:53 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Ponorogo– Seorang bocah berusia lima tahun, Muhammad Tohip Sabilulhaq, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Desa N…

Dukung PRJ Jatim 2026, OT Group Garap Pasar Potensial Konsumen Jatim

Dukung PRJ Jatim 2026, OT Group Garap Pasar Potensial Konsumen Jatim

Jumat, 09 Okt 2026 16:35 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 16:35 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Orang Tua Grub (OT Group) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dengan berpartisipasi pada ajang P…

Jaga Rasa Aman dan Tenang, Polres Blitar Gelar Suling Kamtibmas bersama Masyarakat

Jaga Rasa Aman dan Tenang, Polres Blitar Gelar Suling Kamtibmas bersama Masyarakat

Jumat, 09 Okt 2026 16:10 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 16:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Polsek Panggungrejo, Polres Blitar, terus meningkatkan kedekatan Polri dengan masyarakat melalui kegiatan Suling Kamtibmas "Subuh…

Kota Mojokerto Borong Dua Penghargaan Transportasi dari Kemenhub RI

Kota Mojokerto Borong Dua Penghargaan Transportasi dari Kemenhub RI

Jumat, 09 Okt 2026 15:46 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 15:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Kota Mojokerto meraih dua penghargaan dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia atas upaya pengembangan sektor t…

Lewat Teman Lansia, Pemkab Banyuwangi Pastikan Layanan Sesuai Kebutuhan

Lewat Teman Lansia, Pemkab Banyuwangi Pastikan Layanan Sesuai Kebutuhan

Jumat, 09 Okt 2026 11:44 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 11:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Melalui program Teman Lansia yang merupakan gerakan memberikan pendampingan kepada mereka, sehingga Pemerintah Kabupaten…