Surabaya, Surabayapagi.com - Bakal Calon Legislatif DPD RI, Doddy Dwi Nugroho resmi mendaftarkan diri sebagai calon DPD RI dari daerah pemilihan Jawa Timur. Uniknya kehadiran Direktur Tim Relawan Pemenangan Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin ini, ke KPUD Jawa Timur bersama para pendukungnya yang mengenakan sarung sebagai identitas kaum santri. Sebagai aktifis muda NU, Doddy juga didampingi pasukan Banser Nahdlatul Ulama.
Doddy diantar ratusan santri Jawa Timur termasuk sejumlah aktivis PMII. Mereka mendorong aktifis muda NU yang lahir di Sidoarjo 41 tahun silam, menjadi calon anggota DPD RI Dapil Jawa Timur. Karena berjuang di pemerintahan tidak harus melalui jalur parpol, tapi melalui jalur keterwakilan daerah juga bisa.
“Gagasan melalui Tagline ‘DOI’ (DODDY ISO) –Integritas, Solid, Optimis - ISO yang dalam bahasa Jawa Timuran artinya bisa,” terang Doddy saat menyampaikan berkas maju DPD RI ke komisioner KPU Jawa Timur, Sabtu, (13/5/2023).
Pengalaman Doddy memang lebih banyak didapatkan dari pergulatannya sebagai aktivis pemuda dan mahasiswa, aktifitas itu dijalannya sejak dari bangku kuliah di Kota Malang hingga kemudian membawanya merantau ke Jakarta mulai tahun 2005 hingga saat ini.
Doddy tercatat menyelesaikan jenjang sekolah dari SD hingga SLTA di Kabupaten Sidoarjo, latar belakang keluarga yang berasal dari kalangan Nahdliyin.
Kuliah Doddy kemudian bergabung dengan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Doddy bahkan tercatat sebagai pendiri sekaligus ketua pertama PMII Rayon Fakultas Hukum Universitas Widya Gama Malang.
“Perjalan di PMII dari rayon, komisariat hingga cabang di Kota Malang kemudian mengantarkan dia menjadi Wasekjen PB PMII pada tahun 2008,” kata bendahara DPP KNPI pada tahun 2019-2021 ini.
Doddy mampu memberi inspirasi dan semangat optimisme yang menyala dengan tetap mengedepankan kesantunan. ‘’Adab di atas ilmu. Kami berharap seluruh anak muda di Jatim mampu mewujudkan cita-citanya,” kata dia.
Disampaikan Doddy, Visi ISO yang Pertama dimaknai ISO-Ngayomi, melalui DPD RI Doddy bertekad menjadi jembatan fasilitasi bagi anak muda Jawa Timur kepada para pengambil kebijakan baik di pusat maupun di daerah. “DPD RI selain memiliki kewenangan legislasi dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) tertentu, juga memiliki fungsi pertimbangan dan pengawasan khususnya kebijakan yang terkait dengan pembangunan daerah,” urai dia.
ISO yang Kedua, ISO-Ngancani, sebagai anggota DPD RI Doddy juga bertekad menggagas berbagai alternatif solusi dan kolaborasi multi sektoral bagi warga Jatim untuk menjawab permasalahan yang ada, baik di bidang hukum, ekonomi, seni budaya, olah raga dan pelestarian lingkungan hidup. “Kami yakin banyak pihak yang mau ikut nyengkuyung bareng dan berpartisipasi meningkatkan kualitas hidup warga Jatim asalkan ada yang menjadi perekat advokasi dan kolaborasi dari berbagai pihak, baik pemerintah pusat dan pemerintah daerah, swasta, akademisi, praktisi, organisasi kemasyarakatan, media dan juga komunitas,” terang Doddy.
Sedangkan ISO yang ketiga adalah ISO-Ngerumati, selain menjalankan fungsi normatif sebagai anggota DPD RI, Doddy juga ingin memperluas dan meningkatkan kapasitas SDM warga Jatim khususnya komunitas anak muda. “Anak-anak muda Jatim di hampir seluruh daerah adalah generasi yang selain ulet juga dikenal memiliki tingkat kreatifitas dan inovasi yang tinggi, potensi ini perlu akan makin tajam jika mampu diasah dalam iklim yang kondusif dalam berbagai model komunitas yang kreatif dan produktif,” kata dia.
Doddy berencana melakukan safari dan mengagendakan beragam kegiatan bersama para pegiat komunitas industri kreatif di berbagai daerah di Jatim sekaligus menampung masukan dan harapan mereka ke depan.
Ayah dua orang putra ini dikenal sebagai pribadi yang hobby bersilaturahmi, kepada siapapun dan dari latar belakang apapun. Bahkan mungkin lantaran hobby silaturahmi yang tak pandang bulu ini, baik dengan senior maupun yuniornya membuat Doddy hingga saat ini masih tercatat menjabat di berbagai organisasi antara lain anggota Majelis Pembina Nasional (Mabinas) PB PMII 2021-2024, Doddy juga diminta menjadi Wasekjen Majelis Dzikir Hubbul Wathon (MDHW) sejak 2016 dan anggota Dewan Pengawas Koperasi Mitra Santri Nasional (KMSN) sejak tahun 2018 hingga hari ini. rko
Editor : Redaksi