Cegah Inflasi, Pemkot Surabaya Kerja Sama dengan PISS

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat memantau harga kebutuhan pokok di PISS, Senin (15/5/2023). Foto: Diskominfo Surabaya.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat memantau harga kebutuhan pokok di PISS, Senin (15/5/2023). Foto: Diskominfo Surabaya.

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tengah berfokus menangani  inflasi barang-barang kebutuhan pokok di Kota Pahlawan. Salah satu bentuk upaya yang dilakukan adalah menjalin kerja sama dengan Pasar Induk Sidotopo Surabaya (PISS).

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama sejumlah pejabat menyaksikan penandatanganan kerja sama Pengembangan Kemitraan Closed Loop Agrobisnis Hortikultura. Kerjasama ini dilakukan antara Pasar PISS dengan produsen pemasok dari daerah.

"Pemkot saat ini berkonsentrasi terhadap inflasi untuk bahan pokok, makanya kami bekerja sama dengan pasar induk dengan supplier (pemasok) yang ada di masing-masing wilayah," kata Eri di Surabaya, Senin (15/5/2023).

Eri berharap dengan adanya pasar induk, kebutuhan pasar di Surabaya bisa terpenuhi. Pasar tradisional bisa mendapatkan barang-barang kebutuhan pokok dengan harga yang sama, seperti saat mengambil barang pokok pada supplier (pemasok) dari luar Kota Pahlawan.

Menurutnya, semua itu akan tertata dan jika sudah tertata maka infrastruktur Surabaya akan terjaga, kemudian kualitas barang bisa dijamin, dan yang paling penting adalah pemkot bisa mengendalikan harga.

"Sekarang ada empat pasar yang ambil supplier dari luar Surabaya dengan barang yang sama harganya, tetapi harganya ada yang Rp12.000, Rp12.500, Rp12.800, sampai Rp13.000. Di pasar induk, saya bisa intervensi, bisa intervensi melalui subsidi BBM,” terangnya.

Maka dari itu, Pemkot Surabaya menyiapkan aplikasi yang menghimpun daftar harga barang-barang kebutuhan pokok. Aplikasi tersebut akan terkoneksi dengan pasar induk, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) RI, maupun Badan Pangan Nasional untuk mengetahui kebutuhan barang pokok di Kota Pahlawan.

”Contoh seperti beras, kita disuplai Bulog. Agar barang ini tidak naik, kita memberikan (subsidi) angkutan. Sehingga harga dari Bulog sampai ke pedagang pasar itu sama, karena angkutan disubsidi,” ujarnya.

Kendati demikian, ia mengakui bahwa kebutuhan beras bagi warga Kota Surabaya semakin meningkat. Pasalnya, alokasi sebanyak 20 ton beras Bulog hanya dapat mencukupi kebutuhan enam pasar di Kota Pahlawan.

”Kalau ada inflasi beras naik, kita bisa kerja sama dengan pasar induk. Karena pasar induk bisa menyiapkan dengan harga yang sama seperti Bulog. Pasar induk fungsinya seperti ini, bahkan saya setiap hari melakukan pengawasan itu melalui aplikasi harga pasar, inflasi itu bisa kita selesaikan dengan kita tekan,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga menyampaikan, berdasarkan arahan Presiden Jokowi, pemerintah daerah diharapkan dapat mengendalikan harga pasar.

“Jangan sampai dengan bahan pokok yang naik menyebabkan inflasi yang tinggi, akhirnya kehidupan masyarakat tidak sejahtera,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa untuk pasokan barang-barang kebutuhan pokok di Kota Surabaya saat ini masih tersedia.

”Jadi cadangan (persediaan) banyak tapi harga yang harus dipotong. Kita harus tahu kenapa dipotong dan terjadi masalah apa? Ini yang insya Allah akan kita koordinasikan dengan menko, Badan Pangan, bahkan perguruan tinggi, untuk menjalankan pasar induk,” pungkasnya. sb

Berita Terbaru

Musim Haji 2026, PPIH Embarkasi Surabaya Larang CJH Jajan Sembarangan

Musim Haji 2026, PPIH Embarkasi Surabaya Larang CJH Jajan Sembarangan

Minggu, 26 Apr 2026 11:33 WIB

Minggu, 26 Apr 2026 11:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Musim Haji 2026 sedang dinanti-nanti para Calon Jemaah Haji (CJH) yang akan segera berangkat ke Tanah Suci dari Embarkasi…

Nobar Film “Pesta Babi” di Madiun, Angkat Isu Papua dan Kritik Pendekatan Pembangunan

Nobar Film “Pesta Babi” di Madiun, Angkat Isu Papua dan Kritik Pendekatan Pembangunan

Minggu, 26 Apr 2026 11:29 WIB

Minggu, 26 Apr 2026 11:29 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun — Nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi tak hanya sebagai ajang apresiasi karya, tapi membuka ruang diskusi terkait dampak…

Momentum Panen Raya: Penyaluran Banpang di Tulungagung Terkendala, Baru Capai 30 Persen

Momentum Panen Raya: Penyaluran Banpang di Tulungagung Terkendala, Baru Capai 30 Persen

Minggu, 26 Apr 2026 10:57 WIB

Minggu, 26 Apr 2026 10:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Dipicu momentum panen raya yang masih berlangsung di sejumlah wilayah, Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Tulungagung…

Diduga Tersengat Listrik, Pekerja di Kebonsari Madiun Tewas Saat Perbaiki Instalasi

Diduga Tersengat Listrik, Pekerja di Kebonsari Madiun Tewas Saat Perbaiki Instalasi

Sabtu, 25 Apr 2026 21:51 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 21:51 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun — Seorang pekerja bernama Wawan Frenki Cahyono (50), warga Desa Balerejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, meninggal dunia didu…

Gubernur Khofifah: Hari Otonomi Daerah 2026 Momentum Perkuat Sinergi Wujudkan Asta Cita

Gubernur Khofifah: Hari Otonomi Daerah 2026 Momentum Perkuat Sinergi Wujudkan Asta Cita

Sabtu, 25 Apr 2026 16:22 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 16:22 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXX Tahun 2026 harus dimaknai sebagai m…

Adanya laporan keracunan makanan, Pemkot Kediri lakukan Investigasi

Adanya laporan keracunan makanan, Pemkot Kediri lakukan Investigasi

Sabtu, 25 Apr 2026 13:00 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 13:00 WIB

SURABAYAPAGI-KEDIRI :  Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur melakukan investigasi terkait dengan laporan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di …