Lemahkan Aksi Demo Dualisme Kepemimpinan, Mahasiswa Unisla Banjir Ancaman

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ratusan mahasiswa Unisla saat menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor rektorat. SP/MUHAJIRIN KASRUN
Ratusan mahasiswa Unisla saat menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor rektorat. SP/MUHAJIRIN KASRUN

i

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Aksi mahasiswa Universitas Islam Lamongan (Unisla) yang beberapa kali turun aksi menyoal dualisme kepemimpinan di kampus hijau itu langkahnya semakin berat. Bagaimana tidak, selain mahasiswa harus memagari dirinya tidak masuk dalam pusaran konflik dengan memilih netral,  kini mahasiswa harus menuai ancaman yang dilakukan oleh salah satu kubu.

Ancaman yang konon dilakukan oleh pihak-pihak tertentu di lingkungan Kampus Unisla itu, diungkap oleh mahasiswa Unisla yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unisla Lamongan, saat melakukan aksi demo di depan kantor rektorat Kampus Unisla di Jalan Veteran pada Rabu, (24/5/2023).

Chelvin panggilan akrabnya menyebutkan bahwa beberapa mahasiswa diintimidasi terkait kekritisan melihat fenomena yang terjadi di Unisla. Ancaman yang didapat oleh mahasiswa juga beragam, mulai ancaman soal nilai akademik, ancaman psikis, juga difitnah telah melakukan aksi demo atas titipan pihak tertentu. 

"Dalam penyampaian aspirasi ini, tindakan kami dipolitisasi oleh salah satu kubu, padahal mahasiswa tidak memihak siapapun, kami turun aksi untuk meminta pertanggungjawaban dari rektorat dan yayasan atas dualisme kepemimpinan yang membuat civitas akademika universitas menjadi tidak kondusif," tegas Chelvin.

Lebih jauh Chelvin dalam orasinya menyampaikan ancaman yang didapat mahasiswa itu dari pesan rantai melalui WhatsApp sebelum melakukan aksinya. Ancaman yang sudah diprint out dan ditempelkan di ruangan-ruangan rektorat tersebut bunyi ancaman beragam, diantaranya, "sebagaimana yang sering saya sampaikan bahwa sampean g usah ikut2 permasalahan di kampus saat ini. G usah bila si A atau si B. Cukup anda belajar, kuliah, baca buku, kerjakan tugas. Jadi besok tetap masuk kuliah seperti biasa. Mohon ketua kelas mengkondisikan"

Ada lagi, bentuk pesan singkat yang didapat mahasiswa diantaranya, "Diberitahukan untuk seluruh mahasiswa besok perkuliah tetap masuk, jangan mengikuti aksi yang dilakukan oleh BEM, DPMU, karena aksi itu sudah ditunggangi oleh pihak -pihak".

 

Ancaman melalui pesan singkat WhatsApp di print out dan ditempel di dinding kampus.

 

Yang bikin mahasiswa semakin geram kata Chelvin, ada pesan singkat yang mengancam "lek elu demo nilaine gak metu (Kalau ikut demo nilainya tidak keluar red)"

Assalamualaikum.....mba mas....besok tetep ada perkuliahan fuul. Tidak perlu ikut aksi yaa

Ketua Hima besok menemui pak wadek jam 10.00: kalau sakit harap menunjukan surat dokter.

Atas ancaman yang didapat itu, pihaknya dalam mahasiswa sangat mengecam keras adanya intimidasi maupun intervensi kepada mahasiswa, apalagi sebelumnya juga dari kedua pemimpin sudah menandatangani perjanjian dimana tidak boleh ada intervensi maupun intimidasi kepada seluruh mahasiswa.

"Tentu kami sangat mengecam atas tindakan ancaman yang kami peroleh dan kami rasakan, padahal kami menyampaikan pendapat ini dilindungi oleh UUD  1945 Pasal 28 dan 28E ayat (3) yang menyatakan setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat. Tapi nyatanya malah dari bawahannya yang melanggar," ungkapnya. jir

Berita Terbaru

Pemkab Magetan Akan Pasang Papan Pengumuman di Tanah Kaveling Tunggak Pajak

Pemkab Magetan Akan Pasang Papan Pengumuman di Tanah Kaveling Tunggak Pajak

Selasa, 13 Okt 2026 15:40 WIB

Selasa, 13 Okt 2026 15:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Guna menindaklanjuti tunggakan pajak sekaligus mencari pemilik tanah yang keberadaannya tidak diketahui, Pemerintah Kabupaten…

Semburan Air Setinggi 3 Meter di Jalan Dupak Rukun Surabaya, Diduga Kebocoran Pipa Storage

Semburan Air Setinggi 3 Meter di Jalan Dupak Rukun Surabaya, Diduga Kebocoran Pipa Storage

Selasa, 13 Okt 2026 15:31 WIB

Selasa, 13 Okt 2026 15:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kawasan Jalan Dupak Rukun, Surabaya menjadi sorotan pasca munculnya semburan air setinggi sekitar 2–3 meter yang diduga akibat k…

Pemkab Madiun Gelar ‘TAGANA Masuk Sekolah’, Cegah Bencana dan Bullying

Pemkab Madiun Gelar ‘TAGANA Masuk Sekolah’, Cegah Bencana dan Bullying

Selasa, 13 Okt 2026 15:27 WIB

Selasa, 13 Okt 2026 15:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Melalui kolaborasi antara Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun menggelar sosialisasi edukasi…

Diduga Dicekoki Nenek Telur Mentah, Bayi 28 Hari di Surabaya Meninggal

Diduga Dicekoki Nenek Telur Mentah, Bayi 28 Hari di Surabaya Meninggal

Selasa, 13 Okt 2026 15:25 WIB

Selasa, 13 Okt 2026 15:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kabar mengejutkan dan duka melanda seorang bayi yang baru saja berusia 28 hari bernama Alena di Surabaya, Jawa Timur (Jatim), yang…

‎Realisasi PKB Kota Madiun Baru 79 Persen, Bapenda Kejar Target Akhir Tahun

‎Realisasi PKB Kota Madiun Baru 79 Persen, Bapenda Kejar Target Akhir Tahun

Selasa, 13 Okt 2026 15:17 WIB

Selasa, 13 Okt 2026 15:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun – Realisasi penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di Kota Madiun baru mencapai 79 persen hingga Oktober 2026. Sementara itu, r…

Cegah Penularan Campak, Pemkot Surabaya Perkuat Edukasi dan Imunisasi

Cegah Penularan Campak, Pemkot Surabaya Perkuat Edukasi dan Imunisasi

Selasa, 13 Okt 2026 15:11 WIB

Selasa, 13 Okt 2026 15:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai upaya untuk melindungi kesehatan warga dalam pencegahan campak, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya gencarkan Edukasi…