Ahli: Pasta Gigi Bukan Obat Jerawat

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

 SURABAYAPAGI, Surabaya - Meskipun pasta gigi mint memiliki sifat antibakteri, itu dapat merusak jika dipakai di kulit. Seorang konsultan kulit dan ahli jerawat dari Harley Street di Inggris, dr Anjali Mahto, menjelaskan pasta gigi mengandung zat yang dapat mengiritasi dan merusak kulit.

"Seperti banyak 'pengobatan rumahan' lainnya, menggunakan pasta gigi dengan cara ini tidak dianjurkan oleh dokter kulit," ungkap dr Mahto, dikutip dari The Sun.

Ada perawatan yang jauh lebih efektif dan lebih aman untuk mengobati jerawat. Obatnya bisa dibeli tanpa resep di apoteker atau dokter umum.

Seorang konsultan dermatologis di GetHarley, dr Zainab, juga sepakat soal ini. Dia mengatakan, pasta gigi mungkin terdengar seperti solusi sederhana, tetapi ini menyebabkan lebih banyak kerugian daripada kebaikannya. 

"Pasta gigi mengandung bahan yang bisa menyebabkan kulit kemerahan, gatal, radang dan terbakar. Sayangnya, keefektifannya melawan jerawat hanyalah mitos," tutur Dr Zainab.

Pasta gigi memiliki tingkat pH (derajat keasaman) yang lebih tinggi daripada produk yang dirancang khusus untuk jerawat. Ini berarti bahwa pasta gigi dapat menyebabkan kulit kering, sensasi terbakar, dan menyumbat pori-pori.

Dokter Mahto justru merekomendasikan mereka yang berjerawat untuk mencoba perawatan topikal. Ada beberapa bahan aktif yang harus ada produk, yakni benzoil peroksida dan niacinamide.

"Anda dapat memasukkannya ke dalam rutinitas perawatan kulit sehari-hari," kata dr Mahto yang juga mengajar di London, Inggris.

Perawatan yang menggunakan 5 persen benzoil peroksida membantu membunuh hingga 95 persen bakteri jerawat dalam satu pekan. Benzoil peroksida memiliki efek membuka pori-pori untuk mengurangi pori-pori tersumbat yang didorong oleh efek genetika dan hormon.

Dokter Mahto juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan krim tabir surya setiap hari. Selain itu, hindari terlalu sering mencuci muka.

Sebagian besar reaksi biologis pemicu jerawat terjadi di bawah kulit, bukan di permukaan. Itu artinya, kebersihan kulit tidak banyak berpengaruh pada jerawat.

"Mencuci wajah lebih dari dua kali sehari hanya bisa memperparah kulit dan memperburuknya," kata dr Mahto.

Jerawat utamanya terbentuk akibat peningkatan atau perubahan hormon selama masa remaja. Ini menyebabkan kelenjar minyak memproduksi terlalu banyak minyak sehingga menyumbat pori-pori.

 Bakteri yang hidup di kulit dapat bertindak pada pori yang tersumbat ini, sehingga menyebabkan peradangan yang lebih dalam. Siapa pun yang berjuang dengan jerawat dalam jangka panjan, harus berbicara dengan dokter karena penyebab utama dari kondisi ini adalah hormon. 

"Jangan takut berkonsultasi dengan dokter mengenai pilihan resep jika keadaan tidak membaik dan berdampak pada kesehatan mental," kata dr Mahto.hlt/na

Berita Terbaru

Tanggap, Polsek Pasirian Evakuasi Buaya Liar 2 Meter di Gondoruso Lumajang

Tanggap, Polsek Pasirian Evakuasi Buaya Liar 2 Meter di Gondoruso Lumajang

Senin, 02 Nov 2026 21:35 WIB

Senin, 02 Nov 2026 21:35 WIB

SURABAYA PAGI, Lumajang — Jajaran Polsek Pasirian bergerak cepat mengevakuasi seekor buaya liar berukuran dua meter dari area rawa di Dusun Kaliwelang, Desa Go…

Kali Ditutup, Tambak Warga Terancam: Petambak Mengare Minta JIIPE Jangan Korbankan Wong Cilik

Kali Ditutup, Tambak Warga Terancam: Petambak Mengare Minta JIIPE Jangan Korbankan Wong Cilik

Senin, 02 Nov 2026 19:11 WIB

Senin, 02 Nov 2026 19:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Pengembangan kawasan industri semestinya membawa manfaat bagi masyarakat. Namun, ketika pembangunan justru membuat saluran air m…

MilkLife Strikers Tembus Final Singa Cup 2026, Tantang Wakil Malaysia

MilkLife Strikers Tembus Final Singa Cup 2026, Tantang Wakil Malaysia

Senin, 02 Nov 2026 18:57 WIB

Senin, 02 Nov 2026 18:57 WIB

SurabayaPagi, Singapura – MilkLife Strikers memastikan tiket ke final Singa Cup 2026 setelah finis sebagai pemuncak klasemen Grup A. Meski menelan kekalahan 0…

Dapat Anggaran Rp50,8 M, Pengelolaan Sampah di Dinas Lingkungan Hidup Tidak Optimal

Dapat Anggaran Rp50,8 M, Pengelolaan Sampah di Dinas Lingkungan Hidup Tidak Optimal

Senin, 02 Nov 2026 18:05 WIB

Senin, 02 Nov 2026 18:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA - Komisi D DPRD Jawa Timur menilai rancangan anggaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jatim tahun 2027 belum sesuai dengan kondisi…

BeautyFest Asia Surabaya 2026 Perluas Pengalaman Kecantikan lewat Workshop, Wellness dan Lifestyle

BeautyFest Asia Surabaya 2026 Perluas Pengalaman Kecantikan lewat Workshop, Wellness dan Lifestyle

Senin, 02 Nov 2026 17:46 WIB

Senin, 02 Nov 2026 17:46 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya- BeautyFest Asia Surabaya 2026 by Popbela.com sukses digelar selama tiga hari, pada 30 Oktober–1 November 2026, di Convention Hall, T…

Sah!! Ning Ita Resmi Jabat Ketua DPC Gerindra Kota Mojokerto

Sah!! Ning Ita Resmi Jabat Ketua DPC Gerindra Kota Mojokerto

Senin, 02 Nov 2026 17:05 WIB

Senin, 02 Nov 2026 17:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau Ning Ita resmi menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota…