Kenaikan Elektabilitas Kinerja Yes-Bro Tak Berdampak pada Partai Pengusung

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Muhammad Firdaus, Direktur Political Research Center (PRC) Indonesia saat menyampaikan hasil survenya. SP/MUHAJIRIN
Muhammad Firdaus, Direktur Political Research Center (PRC) Indonesia saat menyampaikan hasil survenya. SP/MUHAJIRIN

i

Kursi Golkar, PAN, Demokrat dan PPP Malah Turun, Hanya Gerindra dan Perindo Naik

 

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Persepsi dan penilaian masyarakat terhadap kinerja pasangan bupati dan wakil bupati Lamongan naik 4,6 persen, tapi kenaikan itu tidak sebanding dengan elektabilitas partai-partai yang mengusungnya pada pemilu 2020 lalu.

Buktinya, saat ini hasil survey bulan Mei yang dilakukan oleh Lembaga survey Political Research Center (PRC) Indonesia menyebutkan, bila pemilu dilakukan saat ini, maka tingkat elektabilitas partai pengusung Yuhronur Efendi -- KH. Abdul Rouf (Yes-Bro) mayoritas menurun semua, hanya dua partai dari 6 partai pengusung yang naik kursinya yakni partai Gerindra dan Perindo.

Berbeda dengan partai non pengusung Yes-Bro, yakni PKB dan PDIP sebagai partai yang mengalami kenaikan, seiring dengan penambahan kursi yang terjadi di dapil 2 dari sebelumnya hanya 10 kursi sekarang jadi 11 kursi yang diperebutkan bagi partai, setelah mengurangi 1 kursi dari dapil 3.

"Jika pemilu dilakukan saat ini, partai-partai pengusung Yes-Bro mulai Demokrat, Golkar, PAN dan PPP kursinya berkurang, hanya dua partai yang memperoleh tambahan kursi yakni partai Gerindra dan Perindo," kata Muhammad Firdaus Direktur Lembaga survey Political Research Center (PRC) kepada surabayapagi.com, Jum'at (8/6/2023).

Disebutkan olehnya, kenapa hal itu bisa terjadi secara otomatis, karena partai pengusung jelas akan mendapatkan dampak dengan kebijakan apapun yang dilakukan oleh bupati dalam memimpin Lamongan. "Kalau kenaikan kinerja karena prestasi otomatis bisa berdampak positif, kalau kinerja naik karena populis tidak berpengaruh dengan partai pengusung," tukasnya.

Belum lagi soal pengaruh Yuhronur Efendi terhadap salah satu partai pengusung ternyata cukup kecil, hanya sampai 9,3 persen menyatakan berpengaruh, 24,4 persen cukup berpengaruh.

Sehingga lanjutnya, kalau digabungkan antara berpengaruh dengan cukup berpengaruh hanya 33,7 persen, sisanya 62,1 persen yang menyatakan  kurang berpengaruh dan tidak berpengaruh. "Jadi kalau bupati dikaitkan dengan partai Golkar itu kurang tepat, karena nyatanya elektabilitas dan perolehan kursi di DPRD dari partai Golkar berpotensi berkurang," ungkapnya.

Ia lalu menegaskan hasil survey  PRC baik yang dilakukan pada periode Februari maupun periode Mei 2023 posisinya masih sama, elektabilitas tertinggi partai masih dihuni oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan 24,8 persen, disusul urutan kedua PDIP 15,1 persen, ketiga ada partai Gerindra dengan 12,7 persen, PAN 11,2 persen, Golkar 10,3 persen, Demokrat 8,4 persen, PPP 4,7 persen, Perindo 3,8 persen, Nasdem 2,9 persen dan menyatakan tidak tahu 6,1 persen.

Bila dibandingkan dengan survey pada bulan Februari 2023 lalu, posisinya hampir sama, hanya ada pergeseran suara di dapil 5 dan 2, bila sebelumnya partai Gerindra diprediksi bakal mendapatkan masing-masing 1 kursi, namun pada survey bulan Mei ini Gerindra di dapil tersebut berpotensi mendapatkan masing-masing 2 kursi. Sedangkan Perindo yang sebelumnya hanya mendapatkan 1 kursi di dapil 1, pada survey kali ini berpotensi menambah 1 kursi dari dapil 2.

"Jadi partai yang tidak terpengaruh dengan kinerja bupati dan wakil bupati dari partai pengusung hanya dua, partai Gerindra dan Perindo, lainya turun, dan Golkar yang digadang-gadang bisa naik kursi karena Golkar identik dengan Yes ternyata malah kursinya turun satu," bebernya.

Sementara itu, potensi perolehan suara pada pemilu 2024 jika pemilu itu dilaksanakan saat ini, PKB mendapatkan 13 kursi, PDIP 8 kursi, Gerindra 7 kursi, PAN 6 kursi, Demokrat 5 kursi, Golkar 5 kursi, PPP 3 kursi, Perindo 2 kursi, NasDem 1 kursi.

Perlu diketahui, survey PRC ini dilakukan kedua kali, dimana survey periode pertama dilakukan pada bulan Februari, dan periode kedua ini dilakukan pada periode 10-24 Mei 2023, dengan jumlah sampelnya 1.896 responden dan margin of error 3,0 persen, serta tingkat kepercayaan 95 persen.

Sebanyak 1.896 responden itu terdiri dari 64,1 persen laki-laki, dan 35,9 persen perempuan. Dengan rentang usia responden 17 sampai 61 tahun, yang berasal dari seluruh desa/kelurahan, beberapa ormas se - Lamongan dan dari lintas pekerjaan. Survey ini dilakukan oleh pewawancara yang terlatih, melalui tatap muka dengan kuesioner. jir

Berita Terbaru

Partai Ummat : Kegelisahan Amien Rais

Partai Ummat : Kegelisahan Amien Rais

Senin, 04 Mei 2026 22:50 WIB

Senin, 04 Mei 2026 22:50 WIB

SURABAYAPAGI : Amien Rais menyoroti kedekatan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dengan Presiden Prabowo Subianto. Amien menilai kedekatan tersebut…

Reportase Eksklusif Program Asta Cita di Gerbang Kertasusila (1)

Reportase Eksklusif Program Asta Cita di Gerbang Kertasusila (1)

Senin, 04 Mei 2026 22:40 WIB

Senin, 04 Mei 2026 22:40 WIB

SURABAYAPAGI : Berdasarkan data per Mei 2026, program Asta Cita pemerintahan Prabowo-Gibran telah berjalan selama satu tahun lebih yaitu sejak Januari 2025.…

Reportase Ekslusif Program Asta Cita di Gerbang Kertasusila (2)

Reportase Ekslusif Program Asta Cita di Gerbang Kertasusila (2)

Senin, 04 Mei 2026 22:30 WIB

Senin, 04 Mei 2026 22:30 WIB

SURABAYAPAGI : Program Makan Bergizi Gratis di wilayah Gerbang Kertasusila masih menyimpan persoalan keamanan pangan. Tim Surabaya Pagi mencatat 33.626 kasus…

Pasangan Selingkuh di Gunungkidul, Disidang Rakyat

Pasangan Selingkuh di Gunungkidul, Disidang Rakyat

Senin, 04 Mei 2026 22:27 WIB

Senin, 04 Mei 2026 22:27 WIB

SURABAYAPAGI : Warga memergoki pasangan selingkuh di Gunungkidul. Setelah menjalani sidang rakyat, keduanya disanksi membeli material bangunan untuk…

Richard Lee, Cuek Sertifikat Mualafnya Dicabut

Richard Lee, Cuek Sertifikat Mualafnya Dicabut

Senin, 04 Mei 2026 22:20 WIB

Senin, 04 Mei 2026 22:20 WIB

SURABAYAPAGI : Richard Lee, yang masih mendekam di tahanan mendapatkan kabar sertifikat mualafnya dicabut oleh pengurus Mualaf Centre Indonesia sekaligus…

Dosen Tiduri Mahasiswi, Digerebek Istri, Dihujat Legislator

Dosen Tiduri Mahasiswi, Digerebek Istri, Dihujat Legislator

Senin, 04 Mei 2026 22:20 WIB

Senin, 04 Mei 2026 22:20 WIB

SURABAYAPAGI : Nasib mahasiswi yang digerebek saat bersama Dedek Kusnadi, dosen di Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, hingga Senin (4/5)…