AHY Tak Dipilih Anies

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

AHY: Asal Alasannya Harus Masuk Akal 

 

SURABAYAPAGI.COM Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak mempersoalkan jika Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY bertemu dengan Ketua DPP PDIP Puan Maharani. PKS menyebut setiap partai punya kedaulatan untuk mengambil langkah politik.

"Tidak masalah. Setiap partai punya kedaulatan dalam menentukan langkah-langkah. Kami hormati keputusan dan sikap PD," kata Juru Bicara PKS Muhammad Kholid saat dihubungi, Minggu (11/6/2023)

Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali menuding Partai Demokrat tengah mengancam akan hengkang jika AHY tak dipilih menjadi bakal cawapres Anies Baswedan. "Sebenarnya berterus terang saja, kalau bukan AHY jadi wakil mau mundur. Bilang saja begitu,” ujar Ali, Kamis (8/6/2023).

Ia mengatakan, jika Demokrat tidak berniat demikian, maka seharusnya partai berlambang mercy itu bisa mensosialisasikan Anies sebagai bakal calon presiden (capres) sejak saat ini.

Ali mengklaim tak banyak melihat materi sosialisasi atau baliho Partai Demokrat yang berisi foto Anies.

 

Tetap Solid

Buntut perdebatan Partai NasDem dan Demokrat soal penentuan bakal calon wakil presiden (bacawapres) Anies Baswedan kian memanas.

Meski begitu, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memastikan koalisi perubahan tetap solid dan terjalin baik.

Juru Bicara PKS, M Kholid mengatakan memanasnya penentuan bacawapres Anies Baswedan hanya karena opini pribadi dari Wakil Ketum NasDem Ahmad Ali dan Ketua Bappilu DPP Demokrat Andi Arief.

 

Opini Pribadi

Juru Bicara PKS, M Kholid menyebut memanasnya penentuan bacawapres Anies Baswedan hanya karena opini pribadi dari Wakil Ketum NasDem Ahmad Ali dan Ketua Bappilu DPP Demokrat Andi Arief.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu atau Bappilu DPP Partai Demokrat Andi Arief merespon sikap elite Partai NasDem yang menyindir partainya terkait pemilihan bakal cawapres Anies Baswedan di Pilpres 2024.

 

NasDem Terkesan Tak Rela

Andi Arief menanggapi pernyataan Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Nasdem Ahmad Ali yang menilai Partai Demokrat tengah mengancam akan hengkang jika ketua umumnya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tak terpilih menjadi cawapres Anies.

Dia menilai tudingan NasDem itu terkesan tak rela bila AHY dipilih jadi cawapres Anies. Ia bertanya ke NasDem apakah akan cabut dari Koalisi Perubahan jika Anies memilih AHY.

"Menurut Mat Ali (Ahmad Ali) gertakan Demokrat hanya untuk memaksakan AHY menjadi bakal cawapres Anies dan akan cabut dari koalisi bisa membuat kita berbalik tanya pada beliau. Jika Anies memilih AHY apakah Nasdem akan cabut dari koalisi?" tulis Andi Arief dalam akun twitternya @Andiarief__ seperti dikutip dari Kompas.TV pada Kamis (9/6/2023).

 

Partai Demokrat Tak Tarik

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) merespons pernyataan apabila namanya tidak masuk ke dalam bursa calon wakil presiden (cawapres) Anies Baswedan di Pilpres 2024.

Meski Partai Demokrat tetap mendorong AHY sebagai bakal cawapres Anies, ia membantah memaksa mantan Gubernur DKI Jakarta itu untuk menjadinya sebagai cawapres. AHY menilai, Partai Demokrat hanya mengingatkan ada alur waktu yang perlu diperhatikan. Ia menolak pernyataan bahwa Partai Demokrat akan menarik dukungan jika tidak dipilih sebagai cawapres oleh Anies.

"Kami tidak ingin fokus pada, 'kalau enggak gini, tarik dukungan,' kami lebih tertarik dan serius untuk membahas lalu siapa," kata AHY usai menerima kunjungan dari relawan Sekretariat Bersama (Sekber) Kuning Ijo Biru (KIB) Pendukung Anies di DPP Partai Demokrat, Jakarta, yang lalu.

 

AHY tak Paksa

Namun, AHY mengaku lebih tertarik membahas dan mendiskusikan siapa yang layak mendampingi Anies. Ia mengaku tak akan memaksakan kehendak jika keputusan Anies tidak sesuai keinginan. AHY merasa, Partai Demokrat memiliki hak dan kewajiban untuk mengingatkan. Namun, bila pun ia tak dipilih, alasannya harus masuk akal.

"Kami tidak pernah memaksakan siapapun, tapi kalau muncul argumentasi yang tidak bisa dipahami sebagai logika politik yang baik, kami punya ruang bertanya. Untuk mengingatkan ini sudah bulan Juni, waktu pemilu sekian bulan lagi," tambah AHY.

Ia berpendapat, jika Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) ingin sukses tentu saja butuh persiapan yang matang. Karenanya, AHY menilai, yang dilakukan Partai Demokrat cuma mengingatkan alur waktu persiapan. n erc/jk/rmc

Berita Terbaru

PSI Siap Mati-matian Ikuti Jokowi

PSI Siap Mati-matian Ikuti Jokowi

Selasa, 03 Feb 2026 19:07 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 19:07 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) siap berjuang mati-matian. Menurutnya pernyataan Jokowi itu menjadi dorongan moral dan militansi…

Setelah Lengser dari KSP, Moeldoko Mengeluh

Setelah Lengser dari KSP, Moeldoko Mengeluh

Selasa, 03 Feb 2026 19:06 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 19:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Setelah tak jabat Kepala Staf Kepresidenan (KSP) dan kini jadi Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia…

Gus Ipul-Gus Yahya, ke Istana Bareng

Gus Ipul-Gus Yahya, ke Istana Bareng

Selasa, 03 Feb 2026 19:02 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 19:02 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengundang organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam pada Selasa (3/2) siang. Apa yang akan…

Komnas Anak Ingatkan Konflik Terekspos di Media Berdampak Buruk

Komnas Anak Ingatkan Konflik Terekspos di Media Berdampak Buruk

Selasa, 03 Feb 2026 18:59 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 18:59 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Komnas Anak berharap kasus ini tidak berlarut-larut. Sebab, konflik yang terus menerus terekspos di media dikhawatirkan akan…

Kisah Anak-Cucu Almarhum Emilia Contesa : Denada Nangis, Ressa Siap Islah

Kisah Anak-Cucu Almarhum Emilia Contesa : Denada Nangis, Ressa Siap Islah

Selasa, 03 Feb 2026 18:56 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 18:56 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Drama perseteruan antara pihak Ressa dan Denada memasuki babak baru yang makin panas. Tak main-main, Dino Rossano Hansa selaku Om…

Pimpinan BUMN Akal-akalan, Perlu Diungkap Modusnya

Pimpinan BUMN Akal-akalan, Perlu Diungkap Modusnya

Selasa, 03 Feb 2026 18:55 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 18:55 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Saat pidato di Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026, di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026), Presiden Prabowo…