Jadi Orang Terkaya ke-6 di China

Jack Ma Kini Beralih Jadi Dosen dan Peneliti

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Jack Ma, kembali muncul di publik setelah sempat menghilang pada Oktober 2020 lalu, hingga November 2022 kembali muncul.
Jack Ma, kembali muncul di publik setelah sempat menghilang pada Oktober 2020 lalu, hingga November 2022 kembali muncul.

i

SURABAYAPAGI.COM, Beijing - Sejak pidato yang mengkritik sistem keuangan China di akhir 2020, Jack Ma, sampai Mei 2023, sangat jarang muncul. Jack Ma sudah kembali ke China setelah lama berada di beberapa negara.

Banyak yang mengharapkan dia bisa kembali seperti dulu, seorang pentolan teknologi populer yang ceplas ceplos dan banyak memberi nasihat. Akan tetapi tampaknya, era Jack Ma, sudah tamat dan takkan kembali seperti dulu. Tak dapat dipungkiri bahwa Jack Ma merupakan ikon di industri teknologi China dan paling dikenal di mancanegara. Sayangnya pada November 2020, ia blunder dengan mengkritik sistem keuangan China dan membuatnya dibungkam, demikian pula perusahaannya Alibaba dan Ant Group ditekan.

 

Angkat Kaki dari China

Ma sebelumnya angkat kaki dari China pada Oktober 2020 lantaran pidatonya menyinggung pemerintah China. Beberapa hari setelahnya, bisnis fintech miliknya bernama Ant Group dipersulit.

Ant Group yang kala itu hendak IPO akhirnya batal. Hal ini memicu krisis di industri teknologi China. Saham Alibaba pun anjlok 70%, Kekayaan Ma yang sebelumnya berjumlah US$ 61 miliar longsor ke angka estimasi US$ 33 miliar.

 

Ada di Jepang

Sejak saat itu, Jack Ma bak di telan bumi. Pada November 2022, ia terlihat di Jepang dalam sebuah acara di klub yang anggotanya terbatas. Lalu pada Januari 2023, ia tampak menikmati pertunjukkan Muay Thai di Bangkok, Thailand.

Ia juga terlihat wara-wiri di Hong Kong beberapa bulan lalu. Terakhir, ia akhirnya balik ke China pada Maret 2023. Ia kembali ke sekolah yang ia dirikan di kampung halamannya, Hangzhou, bagian selatan China. Lantas, April lalu ia menerima gelar profesor kehormatan dari Universitas Hong Kong.

 

Berkiprah Sebagai Akademisi

Dikutip dari YahooFinance, Selasa (2/5/2023), Ma akan kembali sibuk berkiprah sebagai akademisi. Diketahui, sebelum mendirikan Alibaba, Jack Ma adalah guru Bahasa Inggris selama 7 tahun.

Sebagai langkah awal, ia bakal jadi dosen di Tokyo College, yakni institusi di bawah naungan Universitas Tokyo. Ma akan memimpin riset dan pengajaran tentang agrikultur yang berkelanjutan dan produksi makanan.

 

Tularkan Tentang Manajemen Korporat

"Pada 1 Mei, Jack Ma akan bergabung di Tokyo College sebagai dosen tamu," kata situs resmi institusi tersebut.

Kedepan, Ma akan banyak mengisi seminar yang diselenggarakan oleh Tokyo College. Menurut situs Tokyo College, Ma juga akan memimpin riset gabungan bersama tim peneliti dari Universitas Tokyo.

Selain itu, Ma diharapkan mampu menyalurkan ilmu dan pengalamannya kepada para mahasiswa tentang manajemen korporat, kiat jadi pengusaha, serta cara menciptakan inovasi.

Keputusan Ma untuk lebih aktif di dunia akademis sesuai dengan yang ia lontarkan pada 2019 lalu pasca pensiun dari Alibaba. Kala itu, ia mengatakan bakal kembali mengajar. Ia mengaku sangat mencintai profesi sebagai guru.

 

Kagum dengan Kekayaan Ma

Dikutip dari Wired, kekaguman terhadap Ma membumbung lantaran kejayaannya bukan karena koneksi keluarga, tak bersekolah di luar negeri dan sering mengaku orang bodoh. Kesuksesannya yang luar biasa menunjukkan apa yang bisa dilakukan orang biasa.

Taipan e-commerce dan raksasa internet Alibaba, Jack Ma, mengalami kenaikan harta senilai US$ 1,2 miliar atau setara dengan Rp 18 triliun (asumsi kurs Rp 15.000/US$) dalam sehari.

Kenaikan tersebut terjadi pasca kepulangan Jack Ma ke China setelah setahun lebih tinggal di luar negeri. Kepulangan mantan orang terkaya China tersebut memupuk optimisme bahwa ekonomi China masih akan tangguh.

Saat ini kekayaan Jack Ma ditaksir mencapai US$ 25 miliar (Rp 375 triliun) dan merupakan orang terkaya ke-6 di China.

Akhir Maret tahun ini, Jack ma kembali ke China. 'Jack Ma comeback' pun trending di media sosial China, Weibo. Banyak yang penasaran apakah Jack Ma akan kembali seperti dulu dan kemungkinan, pemerintah China sudah melunak. Kedatangannya pun membuat saham Alibaba melonjak.

Akan tetapi Jack Ma kembali bukan sebagai pengusaha teknologi flamboyan seperti dulu melainkan sebagai guru, profesi yang dulu ditekuninya sebelum mendirikan Alibaba.

Penampakan pertamanya di China adalah di sekolah di Hangzhou, berbicara pada guru. Ia berdiskusi mengenai poerkembangan kecerdasan buatan seperti ChatGPT dan tantangannya terhadap dunia pendidikan.

Jack Ma kemudian menerima posisi profesor kehormatan di Hong Kong University. Kemudian, dia juga setuju jadi profesor tamu di Jepang, Rwanda dan Israel. Jadi kemungkinan, Jack Ma benar-benar tidak akan kembali seperti dulu dan hidup tenang sebagai pengajar.

Meskipun Ma masih merupakan sosok besar di bidang teknologi, orang-orang juga mungkin sudah move on dan menerima kenyataan. Pengusaha teknologi lain seperti pendiri Xiaomi Lei Jun dan pencipta Qihoo 360 Zhou Hongyi sekarang lebih banyak bicara.

Lagipula saat ini di China, pembicaraan seputar perusahaan swasta tidak lagi berfokus pada satu figur seperti Jack Ma. Pemerintah China telah mengawasi dan mengambil alih "Era ketika pengusaha teknologi seperti ini dipandang sebagai kekuatan pendorong ekonomi China telah berlalu," kata pengamat. n (Raditya M Khadaffi, dari Berbagai Sumber)

Berita Terbaru

Isu KUR di Jember, Ibrahim: Jangan Salahkan Bank BUMN Penyalur, Masalah Ada Pada Collection Agent

Isu KUR di Jember, Ibrahim: Jangan Salahkan Bank BUMN Penyalur, Masalah Ada Pada Collection Agent

Sabtu, 11 Jul 2026 22:12 WIB

Sabtu, 11 Jul 2026 22:12 WIB

SurabayaPagi, Jakarta — Pengamat Ekonomi dan Perbankan Ibrahim Assuaibi menyoroti penetapan tiga tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dalam kasus dugaan k…

Sarasehan Doktor dan Profesor Alumni Gontor Ponorogo, Siapkan Hadiah Untuk Indonesia

Sarasehan Doktor dan Profesor Alumni Gontor Ponorogo, Siapkan Hadiah Untuk Indonesia

Sabtu, 11 Jul 2026 16:15 WIB

Sabtu, 11 Jul 2026 16:15 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- memasuki abad ke dua, Pondok Modern Darussalam Gontor tengah bersiap meluncurkan sebuah karya monumental berbentuk buku bertajuk…

Penghargaan Kemenkes untuk Wings Surya, Bukti Peran CSR di Sektor Kesehatan

Penghargaan Kemenkes untuk Wings Surya, Bukti Peran CSR di Sektor Kesehatan

Sabtu, 11 Jul 2026 14:35 WIB

Sabtu, 11 Jul 2026 14:35 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Peran sektor swasta dalam mendukung program kesehatan nasional kembali mendapat pengakuan. PT Wings Surya menerima penghargaan dari K…

Ratusan Runner Ponorogo Ikuti UNIDA Gontor Fun Run 6,3 K, Syiar Sehat Jasmani 

Ratusan Runner Ponorogo Ikuti UNIDA Gontor Fun Run 6,3 K, Syiar Sehat Jasmani 

Sabtu, 11 Jul 2026 10:11 WIB

Sabtu, 11 Jul 2026 10:11 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Kawasan Jalan HOS Cokroaminoto, tepatnya di depan Toko La Tansa, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, dipadati ratusan pelari pada Sabtu…

Ormas Gerakan Lingkungan Dukung Kortastipidkor Polri Tegakkan Hukum Tanpa Pandang Bulu

Ormas Gerakan Lingkungan Dukung Kortastipidkor Polri Tegakkan Hukum Tanpa Pandang Bulu

Jumat, 10 Jul 2026 21:13 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 21:13 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gerakan untuk Lingkungan, Rusdi Legowo, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Korps Pemberantasan…

Di Tengah Efisiensi Anggaran, Fraksi DPRD Pertanyakan SILPA Rp154,7 Miliar

Di Tengah Efisiensi Anggaran, Fraksi DPRD Pertanyakan SILPA Rp154,7 Miliar

Jumat, 10 Jul 2026 19:50 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 19:50 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Besarnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp154,79 miliar di tengah kebijakan efisiensi anggaran …