Polres Lamongan Gagalkan Pemberangkatan Calon TKI Ilegal Tujuan Malaysia

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Dua tersangka saat dikeler dari ruang penyidikan. SP/ MUHAJIRIN
Dua tersangka saat dikeler dari ruang penyidikan. SP/ MUHAJIRIN

i

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Polres Lamongan melalui Satuan Reskrim berhasil menggagalkan pengiriman imigran ilegal calon TKI tujuan Malaysia. Pemilik agency yang diduga melakukan tindak pidana perdagangan orang itu,  kini mendekam di sel Polres setempat untuk mempertanggung jawabkan atas perbuatannya.

Tindakan melawan hukum dengan memberangkatkan calon TKI ilegal ini, seperti yang disampaikan oleh Wakapolres Lamongan, Kompol Akay Fahli, S.Kom., S.I.K saat Jumpa Pers, Senin (19/06/2023) menyebutkan, berhasil digagalkan oleh anggotanya, karena sebelumnya ada laporan adanya tindakan melawan hukum.

Dari laporan itu, Reskrim Unit IV langsung bergerak pada Jumat 31 Maret. Petugas menuju ke rumah tersangka S alamat di Desa Dadapan Kecamatan Solokuro Lamongan. Dimana benar di rumah itu tengah ada kegiatan untuk memberangkatkan calon imigran dengan tujuan negara Malaysia.

"Atas dasar laporan itu kami langsung bergerak ke rumah yang menampung calon imigran dan kami berhasil mengamankan pemilik Ayu agency yang tidak lain pemilik rumah dan seorang rekan kerjanya," kata Wakapolres.

Selain mengamankan kedua orang, Polres juga menemukan di rumah itu ada 3 korban yang memang ditampung sebelum diberangkatkan ke negara Malaysia. "Iya di dalam rumah ada tiga orang, mereka ini rencananya diberangkatkan ke Malaysia sebagai tenaga kerja Indonesia yang bekerja sebagai ART dan penunggu kantin," jelasnya.

Mereka ditampung tambah Wakapolres, sambil menunggu kelengkapan berkas. "Kalau berkasnya sudah lengkap mereka bisa langsung diberangkatkan," ujarnya.

Disebutkan olehnya, dalam kerjasama ini, pihak agency memang tidak meminta uang kepada calon TKI langsung, namun ada perjanjian jasa yang disetujui kedua belah pihak, dimana agency ini akan mendapatkan imbalan setelah memberangkatkan calon TKI dengan memotong gaji.

Meski seperti itu, cara yang dilakukan oleh penyedia jasa ini dianggap melawan hukum, apalagi keberadaan Ayu Agency ini diketahui tidak memiliki ijin. "Ayu Agency ini tidak memiliki ijin, sehingga apapun yang dilakukan oleh tersangka adalah pelanggaran, dan calon imigran sejatinya akan berangkat pada 5 April 2023," jelasnya. 

Sementara itu dari penggerebekan di rumah tersangka, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa, tiga pasport, an GAL,  NWK, dan S. Iama lembar surat perjanjian kerja dengan Ayu Agency, 1 lembar tiket pesawat atas nama NWK dan GAL. 

Para korban ini kata Wakapolres berasal dari Bali dan NTT. "Saat ini kami terus mendalami kasus ini, meski Ayu Agency ini sebagai penyalur TKI baru, tapi tidak tertutup kemungkinan sudah banyak yang mereka berangkatkan ke Malaysia," tegasnya.

Atas kejadian ini tersangka diduga kuat melanggar UU Nomor 21 tahun 2007 tindak pidana perdagangan ancaman maksimal 15 tahun penjara. "Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun, dan kami menghimbau kepada masyarakat untuk tidak gampang percaya terhadap agen-agen penyalur kerja kalau tidak ingin dirugikan," pesannya. jir

Berita Terbaru

Perkuat Pengelolaan CSR, Pemkab Sidoarjo Jadikan Pembiayaan di Luar APBD

Perkuat Pengelolaan CSR, Pemkab Sidoarjo Jadikan Pembiayaan di Luar APBD

Selasa, 27 Okt 2026 13:08 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 13:08 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Sebagai upaya dalam memperkuat pengelolaan tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR), Pemerintah…

Sebelum Dibunuh, Dini dan Anaknya Sempat Tinggal Di Yasmaga Guest House Ponorogo Empat Bulan

Sebelum Dibunuh, Dini dan Anaknya Sempat Tinggal Di Yasmaga Guest House Ponorogo Empat Bulan

Selasa, 27 Okt 2026 13:00 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 13:00 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Ponorogo — Dini Hardiyanti (30) dan anaknya, Arshaka Ghafa El Faezya (4), sempat tinggal selama sekitar empat bulan di Yasmaga Guest House, J…

Prihatin, Pemkab Kediri Bakal Beri Sanksi Skors hingga DO Pelaku Bullying

Prihatin, Pemkab Kediri Bakal Beri Sanksi Skors hingga DO Pelaku Bullying

Selasa, 27 Okt 2026 12:46 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 12:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Menindaklanjuti maraknya kasus perundungan atau bullying di lingkungan sekolah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri, bakal tegas…

Viral Dugaan Penyekapan Calon ART, Pemkot Tindaklanjuti Legalitas dan Izin Usaha

Viral Dugaan Penyekapan Calon ART, Pemkot Tindaklanjuti Legalitas dan Izin Usaha

Selasa, 27 Okt 2026 12:40 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 12:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti kasus dugaan penyekapan calon Asisten Rumah Tangga (ART) di kawasan Jalan Kedung Anyar, Kelurahan Sawahan, saat…

Polres Blitar Kota  Resmi Bentuk Satgas Pre-entip untuk Siagakan Satgas Polisi Jogo Sekolah

Polres Blitar Kota  Resmi Bentuk Satgas Pre-entip untuk Siagakan Satgas Polisi Jogo Sekolah

Selasa, 27 Okt 2026 12:40 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 12:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Blitar- Polres Blitar Kota lakukan  pembentukan Satgas Pre-entiptive Strike Pilisi Jogo Sekolah, dengan menggelar upacara di pimpin langsung …

Diversi Kasus Kecelakaan Maut Bocah 6 Tahun di Madiun Buntu, Keluarga Korban Tolak Damai

Diversi Kasus Kecelakaan Maut Bocah 6 Tahun di Madiun Buntu, Keluarga Korban Tolak Damai

Selasa, 27 Okt 2026 12:34 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 12:34 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Upaya diversi dalam perkara kecelakaan lalu lintas yang menewaskan bocah berusia 6 tahun, M. Sofian Arif Nugroho, pada Selasa (26…