Gegara Mencuri Kunyit di Kebun, Warga Wringinanom Dihajar Sampai Meninggal

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Korban Mujiono sebelum meninggal masih sempat dirawat di RSUD Ibnu Sina Gresik.
Korban Mujiono sebelum meninggal masih sempat dirawat di RSUD Ibnu Sina Gresik.

i

SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Diduga mengalami penganiayaan berat, seorang warga Desa Kesamben Kulon, Kecamatan Wringinanom Gresik meninggal dunia setelah sempat dirawat di RSUD Ibnu Sina Gresik. Mujiono (40), demikian nama korban menghembuskan nafas terakhir pada Kamis malam (22/6/2023) akibat luka dari pelaku penganiayaan.

Sehari kemudian (23/6) jenazahnya dimakamkan di TPU desa setempat. Semula kasus ini senyap tanpa ada pengusutan oleh aparat kepolisian setempat. Diduga pelaku yang berjumlah lebih dari dua orang berusaha keras agar peristiwa ini tidak diketahui aparat.

Mereka bahkan sesaat mengetahui korban sudah meninggal di rumah sakit segera saja mendatangi pihak keluarga untuk menandatangani surat pernyataan tidak akan menuntut para pelaku penganiayaan.

Namun sepandai-pandai para pelaku berusaha menutupi peristiwa keji yang mereka lakukan akhirnya terendus juga ke telinga jurnalis media online ini.

Seorang warga yang mendengar kejadian tersebut kemudian mengabarkan peristiwa yang dia ketahui. Sumber menyebutkan bahwa Mujiono (40) adalah warga Desa Kesamben Kulon RT 4 RW 3, Kecamatan Wringinanom, Gresik. Pada 20 Juni lalu korban dipergoki sedang mengambil pisang dan kunyit di sebuah kebun milik warga berinisial B.

Korban kemudian dihajar oleh pemilik kebun dan kerabatnya. Menurut sumber, para pelaku lebih dari dua orang memukuli korban baik menggunakan kayu maupun tangan dan kaki. "Ada banyak luka memar di sekujur tubuh korban," ungkap sumber yang wanti-wanti namanya minta dirahasiakan. Singkat cerita korban kemudian dibawa ke RSUD Ibnu Sina Gresik.

Namun akibat luka yang cukup parah, korban Mujiono akhirnya meninggal pada 22 Juni lalu atau dua hari setelah mengalami penganiayaan berat dari pemilik kebun dan kerabatnya. Mendengar informasi ini pada Jumat (23/6), jurnalis media ini segera mengontak aparat kepolisian setempat.

Kapolsek Wringinanom Iptu Moch Dawud yang dihubungi juga sempat terkejut karena pihaknya tidak menerima laporan kejadian. Ia pun segera menurunkan anggota unit reskrim ke tempat kejadian perkara.

Di TKP, anggota mengonfirmasi kebenaran bahwa jenazah Mujiono sudah dikebumikan pada hari itu juga (23/6). Karena kasus ini dianggap menonjol sehingga penanganannya ditarik ke Polres Gresik. Apalagi jasad korban sudah dimakamkan sebelum diotopsi. Sehingga dimungkinkan untuk dilakukan otopsi ulang (ekshumasi).

Kasatreskrim Polres Gresik Iptu Aldhino Prima Wirdhan yang dikonfirmasi lewat pesan WhatsApp membenarkan adanya kejadian tersebut. "Kami baru dapat info tadi malam dari Kapolsek Wringinanom. Katanya pihak keluarga mau buat laporan di Polres. Nanti kami cek dulu," katanya, Sabtu (24/6).

Sementara pihak keluarga yang dihubungi membenarkan bila sudah melaporkan kejadian penganiayaan yang mengakibatkan keluarga mereka meninggal dunia. "Sudah kami laporkan ke Polres Gresik," ungkap seorang kerabat korban via ponsel. grs

Berita Terbaru

Diduga Peras Pengusaha, Admin Medsos Ponorogo Jadi Tersangka

Diduga Peras Pengusaha, Admin Medsos Ponorogo Jadi Tersangka

Selasa, 03 Nov 2026 18:45 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 18:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo– Seorang admin media sosial di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, berinisial NR ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan ancaman …

Untuk Hasil Yang Lebih Maksimal, Petani dan Pembudidaya Konvensional di Lamongan Beralih ke AIoT

Untuk Hasil Yang Lebih Maksimal, Petani dan Pembudidaya Konvensional di Lamongan Beralih ke AIoT

Selasa, 03 Nov 2026 18:43 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 18:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Untuk mencapai hasil yang maksimal di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan secara menyeluruh berhasil, diperlukan inovasi…

Tanjung Perak Jadi Pilot Project Zero ODOL, Pemerintah Perketat Pengawasan Kendaraan dan Muatan Kapal

Tanjung Perak Jadi Pilot Project Zero ODOL, Pemerintah Perketat Pengawasan Kendaraan dan Muatan Kapal

Selasa, 03 Nov 2026 15:45 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 15:45 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah mulai memperketat pengawasan kendaraan dan barang yang diangkut melalui jalur laut. Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, d…

Muncul Bintik Hitam pada Susu Bubuk Anak, Orang Tua Perlu Tahu Penyebab dan Cara Menyikapinya

Muncul Bintik Hitam pada Susu Bubuk Anak, Orang Tua Perlu Tahu Penyebab dan Cara Menyikapinya

Selasa, 03 Nov 2026 15:12 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 15:12 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Menemukan bintik kecil berwarna cokelat atau kehitaman pada susu bubuk anak bisa membuat orang tua khawatir. Apalagi, produk tersebut d…

Misa Arwah Grand Heaven Surabaya Dihadiri Ratusan Umat, Toleransi Lintas Agama Menguat

Misa Arwah Grand Heaven Surabaya Dihadiri Ratusan Umat, Toleransi Lintas Agama Menguat

Selasa, 03 Nov 2026 15:09 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 15:09 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Ratusan umat Katolik memadati Rumah Duka Grand Heaven Surabaya untuk mengikuti Misa Arwah dalam rangka memperingati Hari Arwah S…

Pemkot Mojokerto Gencarkan Edukasi Kesehatan, Ning Ita Tekankan Pencegahan Kematian Bayi dan Ibu Hamil

Pemkot Mojokerto Gencarkan Edukasi Kesehatan, Ning Ita Tekankan Pencegahan Kematian Bayi dan Ibu Hamil

Selasa, 03 Nov 2026 15:07 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 15:07 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Menyadari pentingnya menekan angka kematian ibu (AKI) dan bayi (AKB) secara berkelanjutan, Pemerintah Kota Mojokerto terus…