3 Capres Ramai-ramai Incar Gen Z

author surabayapagi.com

- Pewarta

Minggu, 09 Jul 2023 20:47 WIB

3 Capres Ramai-ramai Incar Gen Z

Anies Bentuk Relawan di Medsos dan Ganjar Bangun Podcast 

 

Baca Juga: Mantan Cawapres PDIP Ajak, Semuanya Terima Hasil Pilpres 2024

 

 

Pemilih Generasi Z Berjumlah 46.800.161 atau 22,85% dari total DPT Pemilu 2024 Sebanyak 204.807.222 Pemilih

 

Prabowo yang Usianya Lebih Tua Ketimbang Ganjar dan Anies, Hasil Survei Kompas Mei 2023, Terbanyak Dilirik Generasi Z. Salah satu Kiatnya Angkat Deddy Corbuzier Sebagai Letkol Tituler 

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Dominasi generasi milenial dan Z sudah terasa dalam demografi kependudukan Indonesia tahun 2024. Banyak sekali yang telah memilik hak suara. Saat ini bonus demografi baru dibicarakan untuk urusan ekonomi. Kini, tiga calon presiden mulai memanfaatkannya untuk urusan politik. Goalnya jelas mengamankan kursi presiden di pilpres nanti.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) untuk Pemilu 2024. Jumlahnya mencapai 204.807.222 pemilih.

Berdasarkan hasil rekapitulasi DPT, mayoritas pemilih Pemilu 2024 didominasi dari kelompok generasi Z dan milenial.

“Sebanyak 66.822.389 atau 33,60% pemilih dari generasi milenial,” kata Komisioner KPU RI Betty Epsilon Idroos, di kantor KPU, Jakarta, Minggu (9/7/2023).

Dan pemilih dari generasi Z adalah sebanyak 46.800.161 pemilih atau sebanyak 22,85% dari total DPT Pemilu 2024.

 

Gen Z Cenderung Suka Prabowo

Survei Litbang Kompas pada bulan Mei 2023 menyatakan kalangan GenZ cenderung menyukai Prabowo Subianto. Diikuti Ganjar Pranowo.

Menurut survei tersebut, elektabilitas Anies masih sangat minim di segmen pemilih muda.

 

PDIP Partai Berbasis Digital

Meski Survei Litbang Kompas seperti itu, Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat mengatakan partainya memberikan terus perhatian khusus bagi pemilih muda. Salah satu caranya ialah lewat pengembangan partai berbasis digital.

"Jadi PDIP sejak sangat awal memberikan perhatian khusus baik bagi generasi X maupun generasi Z. "Jadi kita kasih perhatian betul, melalui apa? Kita mengembangkan partai yang berbasis pada digital," kata Djarot kepada wartawan di Kompleks DPR, Senayan, Jakarta, awal Juli.

Djarot mengatakan partainya bahkan menginstruksikan agar badan partai membentuk podcast. Sebab menurutnya, menyebarkan informasi lewat digitalisasi bisa lebih mudah diterima kaum anak muda.

Jadi banyak sekali terbentuknya di digitalisasi terhadap pendidikan politik yang mengusung platform yang mengusung ideologi PDI Perjuangan.

Dan sudah lama PDIP menginstruksikan supaya badan partai mempunyai podcast, termasuk orang per orang, punya podcast. Karena apa? Generasi milenial sangat melek informasi. Melalui digitalisasi ini maka pendidikan politik bagi generasi muda jalan," tuturnya.

 

Tentukan arah Pergerakan Politik

Bakal calon presiden dari PDI Perjuangan Ganjar Pranowo mengajak para milenial dan generasi Z (Gen-Z) berdiskusi dan menggunakan hak pilihnya pada Pilpres 2024 sebagai bagian ikut menentukan arah pergerakan politik di Tanah Air.

"Kita berdiskusi soal sejarah Indonesia, soal perubahan-perubahan yang terjadi di Indonesia dan mereka paham. Mereka bisa menentukan pilihan mereka dan betul-betul merasa yakin bahwa mereka adalah bagian dari sebuah keputusan besar dalam pergerakan politik dari waktu ke waktu," kata Ganjar di Sanur, Denpasar, Bali, Sabtu.

Gubernur Jawa Tengah itu juga mengharapkan bakal calon wakil presiden (cawapres) yang akan mendampinginya maju pada Pilpres 2024 mempunyai jiwa muda.

Ganjar Pranowo menunjukkan perhatiannya terhadap pengembangan kreativitas dan inovasi generasi muda Indonesia alias Gen Z. Kali ini, Ganjar menyuarakan pentingnya mendaftarkan hak kekayaan intelektual bagi generasi Z atau gen Z, influencer, dan milenial yang berada di Provinsi Sumatera Utara.

 

Anies Bentuk Regean Milenial

Anies Baswedan bersama relawannya menyiapkan sejumlah misi untuk memikat anak-anak muda di Pilpres 2024.

Anies bentuk Regean Milenial aktif di medsos. Regean untuk mempromosikan pelbagai prestasi Anies semasa menjabat sebagai Gubernur juga turut menepis pelbagai 'serangan' negatif terhadap Anies.

Relawan Anies Baswedan yakin Regean Milenial efektif untuk menyerap aspirasi dari kalangan pemilih milenial, termasuk merangkul pemilih pemula.

"Kita menepis Gen Z enggak cuma berpihak pada Prabowo dan Ganjar, enggak juga. Justru kita lihat saat ini Gen Z melihat suka pada Anies. Untuk kalangan muda, Pak Anies punya daya tarik," kata Yayang, Relawan Anies Baswedan yang dihubungi Surabaya Pagi, Minggu (9/7).

Baca Juga: Prabowo, Usai Operasi Kaki Kirinya

Sementara itu, Ketua DPP NasDem Bidang Pemuda dan Olahraga Haerul Amri mengatakan NasDem super serius menggarap kalangan milenial untuk mendukung Anies di Pilpres. Ia mengaku bersama-sama dengan PKS dan Demokrat menggalang kekuatan menggarap segmen pemilih ini.

"Kan pangsa pasarnya beda-beda ya. Kebetulan saya berlatar belakang santri dan di pesantren, saya serius menggarap pemilih milenial di pesantren," kata pria yang akrab disapa Gus Aam.

 

Kerahkan Kalangan Artis

Gus Aam juga sudah mengusulkan Anies didampingi oleh Juru kampanye nasional (Jurkam NasDem) dari kalangan milenial. NasDem, lanjutnya, memiliki banyak influencer dari kalangan artis yang akan dikerahkan menjadi Jurkam milenial Anies.

Bahkan, ia mengatakan Ketum Gerakan Pemuda NasDem Prananda Surya Paloh akan turun menjadi jurkam milenial Anies.

"Di kami ada Didi Riyadi, Farhan, Nafa Urbach, Ali Syakieb dan banyak lainnya. Mereka punya banyak followers, kita kerahkan jadi Jurkamnas untuk pemilih milenial itu," kata Gus Aam.

Regean Milenial mengklaim sudah berdiri di 17 provinsi di Indonesia. Dengan ribuan anggota, mereka mempersiapkan sejumlah kegiatan. Beberapa di antaranya adalah 'sekolah politik', modal kewirausahaan, hingga 'bertempur' di media sosial.

 

Gaet Pemilih Muda dan Emak

Ketua Bappilu PPP Sandiaga Salahudin Uno yang hadir dalam rapat koordinasi Bappilu PPP, mengungkap isu-isu pokok yang akan diusung PPP di pemilu 2024.

"Kita baru saja menyelesaikan rapat Bappilu dan kita sudah menetapkan target 11 juta suara dan 50 kursi. Kita juga sudah memetakan isu-isu pokok yang akan kita usung," kata Sandi di Kantor DPP PPP, Jalan Diponegoro 60, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (8/7/2023).

Isu-isu tersebut yakni terkait stabilitas harga bahan pokok hingga biaya hidup terjangkau. Selain itu, pihaknya juga akan fokus pada penciptaan lapangan kerja dan pemberdayaan UMKM.

"Yaitu nomor satu adalah menjaga kestabilan harga-harga bahan pokok dan biaya hidup, inflasi yang rendah dan biaya hidup yang terjangkau," ucapnya.

"Yang kedua adalah penciptaan lapangan kerja melalui pemberdayaan UMKM, kewirausahaan dan juga isu-isu anak-anak muda generasi Z dan milenial yang kita fokuskan untuk PPP solusikan. Dan yang ketiga tentang rencana kerja 220 hari ke depan. Ini adalah sebuah tantangan dengan waktu yang sangat singkat kita harus menjangkau 204,8 juta pemilih di pemilu 14 Februari 2024," tambahnya.

Sandiaga optimis untuk menggaet suara pemilih muda. Bahkan dia juga target menggaet suara emak-emak.

"Tetap optimis dan yakin dengan kekuatan pengenalan PPP di masyarakat dan tentunya target kepada pemilih-pemilih muda dan emak-emak tentunya ibu-ibu yang selama ini yang dekat dengan majelis talim," ujarnya.

Selain itu terkait pemenangan capres, Sandiaga mengaku sudah membuka komunikasi dengan para relawan.

"Iya itu juga menjadi tugas utama mengusung capres dan cawapres yang PPP sudah tetapkan dalam suatu kerjasama politik dengan PDI Perjuangan, Pak Ganjar," jelas Sandiaga.

Baca Juga: Khofifah-Anies Sama-sama Petahana, Beda Gorengannya

 

Apatisme Generasi Z

Wakil Ketua Umum Gerindra Rahayu Saraswati Djojohadikusumo menilai apatisme anak muda alias generasi Z terhadap politik merupakan stereotip yang keliru.

Ia menilai anggapan itu kurang sesuai dengan kondisi sesungguhnya di kalangan anak muda.

Politisi yang akrab disapa Sara itu menilai politik justru menjadi salah satu isu paling sering dibahas di media sosial, ruang yang didominasi Gen Z.

"Pada satu sisi, banyak sekali orang yang bilang kalau anak muda itu apatis di politik. Tapi kalau misal kita lihat di media sosial, pasti kalau kita bicara tentang isu panas, itu politik salah satunya," ujar Sara dalam acara Festival Gen Z yang juga tayang secara virtual, Sabtu (8/7).

 

Angkat Deddy Corbuzier

Selain itu, Prabowo sebagai menteri pertahanan juga mengangkat Deddy Corbuzier sebagai Letkol Tituler. Deddy yang kini terkenal sebagai podcaster 'Close The Door', banyak digandrungi anak muda. Prabowo pun pernah mengisi menjadi tamu dalam podcast Deddy.

"Dia punya channel YouTube yang ditonton anak anak muda dan pak Prabowo pernah mengisi di situ," katanya.

Dari survei terbaru Litbang Kompas, elektabilitas Prabowo paling tinggi dengan 24,5 persen. Responden terbanyak di kategori usia 17 - 26 tahun (gen Z).

"Tercatat proporsi gen Z yang memilih Prabowo lebih besar dari rerata seluruh generasi, yakni mencapai 32,7 persen," tulis Litbang Kompas, pada Rabu (24/5).

Generasi Z akan sangat berpengaruh terhadap kemenangan suara para kontestan Pemilu 2024 nanti. Salah satu alasannya ialah karena jumlah dari generasi Z sangat banyak, bisa sampai 40 persen dari jumlah penduduk negara Indonesia.

 

Tipologi Generasi Z

Generasi Z atau Gen Z disebut sebagai generasi yang lahir setelah generasi Y. Kumpulan orang yang termasuk ke dalam generasi ini adalah mereka yang lahir di tahun 1995 sampai dengan 2010.

Generasi Z disebut juga sebagai iGeneration atau generasi internet atau generasi net. Mereka selalu terhubung dengan dunia maya dan dapat melakukan segala sesuatunya dengan menggunakan kecanggihan teknologi yang ada.

Bahkan gadget sudah menjadi pegangannya dari sejak kecil. Maka secara otomatis pengenalan teknologi dan dunia maya ini begitu berpengaruh pada perkembangan kehidupan dan kepribadian mereka. n erc/jk/cr2/rmc

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU