Expo Kemandirian Pesantren Ramaikan Gelaran MQKN di PP Sunan Drajat

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama RI Unit Pelaksana (UP) Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis), Hilda Ainissyifa Ali Ramdhan dan ketua Dekranasda Lamongan, Anis Kartika Yuhronur Efendi memotong pita menandai expo kemandi
Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama RI Unit Pelaksana (UP) Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis), Hilda Ainissyifa Ali Ramdhan dan ketua Dekranasda Lamongan, Anis Kartika Yuhronur Efendi memotong pita menandai expo kemandi

i

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Expo Kemandirian Pesantren ramaikan gelaran Musabaqah Qira'atil Kutub Nasional (MQKN) 2023 yang berlangsung meriah di Pesantren Sunan Drajat, Paciran, Lamongan.

Kegiatan Kemandirian Pesantren Expo ini menjadi salah satu program strategis Kementerian Agama RI dalam meningkatkan kemandirian pesantren dan menguatkan ekonomi masyarakat Indonesia, khususnya Kabupaten Lamongan.

"Kemandirian Pesantren Expo ini menjadi salah satu program prioritas Kementerian Agama. Hal ini merupakan program strategis dan juga realistis," ujar Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama RI Unit Pelaksana (UP) Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis), Hilda Ainissyifa Ali Ramdhan, saat membuka Expo, Selasa (11/7/2023)

Hilda menyebut, ada beberapa alasan mengenai digelarnya Kemandirian Pesantren Expo ini. Pertama, pesantren memiliki SDM yang melimpah. Tercatat, Jumlah santri mencapai 4,4 juta yang tersebar di 37.626 pesantren di seluruh Indonesia. "Ini adalah pasar besar bagi penguatan ekonomi pesantren," sambungnya.

Alasan kedua, sambung Hilda, adanya dukungan dunia usaha. Sehingga seiring penguatan SDM pesantren dan beragam sinergi yang telah diinisiasi, kepercayaan dunia usaha pun semakin terbuka.

"Keterlibatan dunia usaha ini diwujudkan dengan menjadi bapak asuh bagi unit usaha di Pesantren, peningkatan kapasitas manajemen dan sumber daya manusia. Bahkan, kerjasama bisnis yang saling menguntungkan," bebernya.

Tak cukup itu, tambah Hilda, keterlibatan lainnya adalah membantu percepatan pengembangan ekosistem bisnis berbasis digital di pesantren, serta menjalin kolaborasi pesantren dan dunia usaha dalam pengembangan bisnis dan produk halal di Indonesia.

Kemudian alasan ketiganya adalah komitmen pemerintah untuk membentuk Badan Usaha Milik Pesantren. "Inilah yang terus dikembangkan Kemenag melalui program prioritas Kemandirian Pesantren," tandasnya.

Lebih lanjut, Hilda juga menegaskan, sudah ada ratusan pesantren yang telah diberikan bantuan Inkubasi Bisnis, yang beberapa di antara dari mereka tampak mengikuti pameran atau expo kali ini.

"Program ini akan terus dikembangkan di tahun mendatang. Kemandirian Pesantren Expo ini diharapkan menjadi wadah yang mempertemukan pelanggan dengan produk-produk unggulan yang telah dihasilkan oleh pesantren," harapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Lamongan, Anis Kartika Yuhronur Efendi menyampaikan rasa terima kasih kepada Kemenag yang menggelar Expo dan MQKN dengan Pesantren Sunan Drajat sebagai tuan rumahnya.

"Terima kasih kepada Kemenag yang telah menetapkan Lamongan sebagai tuan rumah MQKN 2023. Semoga agenda nasional ini dapat menjadi daya ungkit dan memberikan dampak yang besar bagi perekonomian daerah, khususnya pesantren," kata Anis.

Anis juga menuturkan, semakin tinggi tingkat perekonomian pesantren, maka semakin tinggi pula tingkat kemandirian pesantren. "Pesantren yang ekonominya mandiri pasti fasilititas pendidikannya pun semakin baik, begitu pun dengan biaya yang dibebankan kepada para santri," paparnya.

Sebagai informasi, peserta yang mengisi stan Kemandirian Pesantren Expo 2023 ini adalah beberapa pesantren yang berasal dari seluruh provinsi di Indonesia. Mereka menyajikan banyak produk unggulan karya santri.

Produk itu di antaranya seni kerajinan dan industri kreatif, kuliner, fashion, konveksi atau garmen, jasa, buku atau kitab pustaka, obat-obatan tradisional, perikanan, hasil olahan laut serta lainnya.

Selanjutnya juga terdapat stan yang disuguhkan oleh Dekranasda dan Disperindag Lamongan. Stan-stan itu menyediakan beragam kuliner dan jajanan khas Lamongan, batik, gorden dan kerajinan lainnya.jir

Tag :

Berita Terbaru

Ormas Gerakan Lingkungan Dukung Kortastipidkor Polri Tegakkan Hukum Tanpa Pandang Bulu

Ormas Gerakan Lingkungan Dukung Kortastipidkor Polri Tegakkan Hukum Tanpa Pandang Bulu

Jumat, 10 Jul 2026 21:13 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 21:13 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gerakan untuk Lingkungan, Rusdi Legowo, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Korps Pemberantasan…

Di Tengah Efisiensi Anggaran, Fraksi DPRD Pertanyakan SILPA Rp154,7 Miliar

Di Tengah Efisiensi Anggaran, Fraksi DPRD Pertanyakan SILPA Rp154,7 Miliar

Jumat, 10 Jul 2026 19:50 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 19:50 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Besarnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp154,79 miliar di tengah kebijakan efisiensi anggaran …

Sidang Kasus Maidi: Sekda Soeko Akui Minta Rp.50 Juta ke Thariq Megah 

Sidang Kasus Maidi: Sekda Soeko Akui Minta Rp.50 Juta ke Thariq Megah 

Jumat, 10 Jul 2026 19:11 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 19:11 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Madiun Soeko Dwi Handiarto mengakui pernah meminta uang sebesar Rp50 juta kepada mantan Kepala Dinas …

APROKI Ungkap Tantangan Sektor Konstruksi Jatim Serap hingga 210 Ribu Pekerja

APROKI Ungkap Tantangan Sektor Konstruksi Jatim Serap hingga 210 Ribu Pekerja

Jumat, 10 Jul 2026 18:47 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 18:47 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Industri konstruksi di Jawa Timur tak hanya menjadi penggerak pembangunan infrastruktur, tetapi juga berperan besar dalam menciptakan…

APCI Tolak Kemasan Rokok Seragam, Sebut Ancam Nasib 1,5 Juta Petani Cengkeh

APCI Tolak Kemasan Rokok Seragam, Sebut Ancam Nasib 1,5 Juta Petani Cengkeh

Jumat, 10 Jul 2026 18:44 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 18:44 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Rencana pemerintah menerapkan kebijakan penyeragaman kemasan rokok kembali menuai penolakan. Kali ini, keberatan datang dari Asosiasi…

Reputasi Digital Tak Boleh Jadi Alasan Menghapus Karya Jurnalistik

Reputasi Digital Tak Boleh Jadi Alasan Menghapus Karya Jurnalistik

Jumat, 10 Jul 2026 18:42 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 18:42 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Upaya menjaga reputasi digital semakin marak dilakukan di tengah mudahnya informasi ditemukan melalui mesin pencari. Namun, permintaan …