SURABAYAPAGI.COM, Sampang - Abdul Azis Agus Priyanto, SH selaku pengamat sekaligus Praktisi Hukum diwilayah bumi Trunojoyo, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur minta Aparat penegak hukum (APH) tegak lurus terkait proses hukum dugaan pemukulan dokter.
"Agar tidak menjadi preseden buruk ke depan, saya berharap dan mendorong APH dalam hal ini Satreskrim Polres Sampang tetap tegak lurus memproses laporan korban,"pinta Abdul Azis.
Menurut Abdul Azis dalam rekaman CCTV yang viral sangat jelas terduga pelaku dengan sengaja memukul tengkuk bagian belakang yang memiliki potensi dan resiko fatal.
"Tapi, kita sama sama menunggu dan melihat hasil visum, apakah penganiayaan ini masuk kategori ringan yang tidak mengakibatkan luka, atau penganiayaan yang mengakibatkan luka berat. Sehingga menimbulkan cacar permanen,"ujar Abdul Azis, Kamis (13/7/2023).
Yang jelas kata Abdul Azis insiden pemukulan terhadap dokter yang dilakukan oknum aktivis, bagi tenaga kesehatan (Nakes) yang lain dengan kejadian ini.
"Menjadikan situasi traumatik yang mendalam,"katanya.
Untuk itu pihaknya berharap kepada Satreskrim proses Pro Justitia kasus posisi ini sesuai pada tracknya.
"Saya angkat bicara seiring dengan arahan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dengan menerbitkan 16 Program Skala Prioritas Kapolri terutama pada item nomor enam : “Peningkatan Kinerja Penegakan Hukum” dan item ke enam belas : "Pengawasan oleh Masyarakat Pencari Keadilan (Public Complain),"ungkap Abdul Azis.
Saat disinggung terkait sepak terjang salah satu aktivis, Abdul Azis mendukung adik-adik pegiat untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat dari sisi peningkatan layanan Fasilitas Kesehatan (Faskes).
Namun, Abdul Azis memahami secara psikologi kekecewaan pegiat atas statement Kepala Puskesmas Robatal.
"Namun, menyayangkan cara dan pola main hakim sendiri karena kekecewaan yang teramat berat," kesalnya. gan
Editor : Moch Ilham