Balita di Sidoarjo Tewas Dihajar Ayah Kandung

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Sidoarjo – Seorang bayi di bawah lima tahun (balita) di Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo tewas karena jadi korban penganiayaan, Pelakunya tak lain ayah kandungnya sendiri.

Korban berinisial R (3), sedangkan ayah kandungnya adalah Ahmad Reza Yudiansyah (26) warga Desa Kemangsen, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo. Pelaku kini telah ditangkap polisi.

Kapolsek Balongbendo Kompol Sugeng Sulistiyono mengatakan peristiwa itu terungkap berawal pada Jumat (6/3/2026) sekitar pukul 09.15 WIB. Saat itu, pelaku bantuan kepala dusun setempat untuk mengantarkan anaknya ke bidan desa karena mengalami kejang-kejang.

Sesampainya di bidan desa, korban disarankan segera dibawa ke RSUD Sidoarjo Barat. Ini karena kondisi korban sudah cukup parah dan membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.

Namun saat tiba di rumah sakit, korban dinyatakan telah meninggal dunia dan jenazah korban dibawa pulang ke rumah mertua pelaku. Saat itu pelaku sempat melarang warga sekitar untuk melihat kondisi jenazah korban.

Karena hal ini, warga curiga dan melaporkan kematian korban. Petugas Polsek Balongbendo kemudian mendatangi lokasi dan menemukan sejumlah luka memar pada tubuh korban.

"Saat kami cek, terdapat beberapa luka memar pada tubuh korban, seperti di bagian dahi, bibir, dada, perut hingga paha," ujar Sugeng.

Dari hasil interogasi awal, pelaku mengakui telah melakukan kekerasan terhadap korban menggunakan tangan kosong. Penganiayaan ini diduga terjadi sehari sebelumnya.

Saat ini polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta berkoordinasi dengan Unit Inafis dan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Sidoarjo. Jenazah korban juga telah dibawa ke RS Pusdik Gasum Porong untuk dilakukan visum guna mengetahui penyebab pasti kematian.

"Pelaku sudah kami amankan dan saat ini masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Kami juga menunggu hasil visum untuk proses penyelidikan lebih lanjut," pungkas Sugeng. 

Berita Terbaru

PDIP tak Terusik Klaim JK, yang Jadikan Jokowi

PDIP tak Terusik Klaim JK, yang Jadikan Jokowi

Selasa, 21 Apr 2026 23:22 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 23:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira memastikan PDIP tidak terusik dengan pernyataan JK. Andreas awalnya menyampaikan bahwa p…

Anak-anak dan perempuan seringkali jadi korban radikalisme

Anak-anak dan perempuan seringkali jadi korban radikalisme

Selasa, 21 Apr 2026 23:13 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 23:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengatakan anak-anak dan perempuan seringkali menjadi korban radikalisme pemahaman k…

Hercules, "tarik" Menteri hingga Satgas Anti-Mafia Tanah

Hercules, "tarik" Menteri hingga Satgas Anti-Mafia Tanah

Selasa, 21 Apr 2026 23:01 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 23:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Hercules, Hercules Rosario Marcal, Ketua Umum GRIB Jaya, "tarik" beberapa pejabat, Ketua Satgas Anti-Mafia, tangani lahan yang ia k…

Ustaz Solmed, Klaim tak Terlibat Pelecehan Seksual

Ustaz Solmed, Klaim tak Terlibat Pelecehan Seksual

Selasa, 21 Apr 2026 22:21 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 22:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Belakang ini Ustaz Solmed digunjingkan terlibat kasus pelecehan seksual. Ia tak terima. Ada dampak serius akibat fitnah yang b…

BPOM Tekan Harga Obat, Ubah Kemasan

BPOM Tekan Harga Obat, Ubah Kemasan

Selasa, 21 Apr 2026 21:57 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 21:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar mengatakan ketersediaan obat di RI masih aman untuk enam bulan ke depan d…

Ketua Komisi A DPRD Surabaya Tolak Stigma Negatif Menyudutkan Jukir Sebagai “Liar” atau “Preman”

Ketua Komisi A DPRD Surabaya Tolak Stigma Negatif Menyudutkan Jukir Sebagai “Liar” atau “Preman”

Selasa, 21 Apr 2026 20:22 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 20:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Menindak lanjuti aduan jukir yang merasa resah atas narasi negatif dan dugaan intimidasi di lapangan. Komisi A DPRD Surabaya h…