Setahun, Jatim Kantongi Rp487 Triliun dari Pariwisata

author surabayapagi.com

- Pewarta

Jumat, 04 Agu 2023 11:12 WIB

Setahun, Jatim Kantongi Rp487 Triliun dari Pariwisata

i

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Foto: Pemprov Jatim.

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Sektor pariwisata di Jawa Timur (Jatim) menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), destinasi wisata di Jatim menjadi favorit bagi wisatawan nusantara (wisnus) atau domestik.

BPS mencatat sebanyak mencatat 200.550.000 wisnus berkunjung ke Jatim. Data terbaru BPS itu juga mencatat rerata pengeluaran turis domestik mencapai Rp2,43 juta.

Baca Juga: Kemlu Fasilitasi Konektivitas Pariwisata Tanah Air

“Tak tunggung-tanggung jika dihitung rerata pengeluaran wisatawan, total transaksi dari sektor pariwisata dari wisatawan nusantara ke Jatim mencapai lebih dari Rp 487 trilliun dalam setahun,” kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jum’at (4/8/2023).

Gubernur Khofifah manyampaikan rasa syukurnya bahwa pasca pandemi, sektor pariwisata Jatim dapat kembali pulih dan mendatangkan banyak wisatawan. Ia mengaku bersyukur sektor pariwisata Jatim memiliki banyak destinasi wisata kelas dunia yang tidak dimiliki banyak negara.

“Jawa Timur ini memiliki banyak destinasi wisata kelas dunia yang tidak dimiliki banyak negara. Ada Kawah Ijen dan Gunung Bromo yang eksotis, Gili Iyang yang memiliki kandungan oksigen tertinggi kedua di dunia. Pilihan destinasi wisatanya sangat beragam dan lengkap.,” ujarnya.

Dari data BPS, perjalanan wisnus yang bertujuan ke Pulau Jawa mencapai 75,49% dari total perjalanan wisnus di Indonesia. Jatim menjadi provinsi tujuan utama pada 2022 dengan jumlah perjalanan tertinggi se-Indonesia, yakni sekitar 27,29% dari total perjalanan wisnus.

Persentase itu jauh lebih tinggi dari Jawa Barat dan Jawa Tengah juga menjadi tujuan favorit wisnus dengan jumlah perjalanan masing-masing sebanyak 123,53 juta perjalanan (16,81%) dan 110,35 juta perjalanan (15,02%).

Adapun pola perjalanan wisnus pada 2022 mengalami perubahan struktur dibandingkan dengan kondisi sebelum pandemi. Pada 2019, Jawa Barat menjadi provinsi tujuan utama perjalanan wisatawan nusantara, diikuti Jawa Tengah dan Jatim.

Baca Juga: Sandiaga: China Merupakan Pasar Utama Pariwisata Indonesia

Jika dilihat berdasarkan kabupaten/kota di Jatim, lanjut Khofifah, Kota Surabaya, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Sidoarjo menjadi daerah di Provinsi Jatim yang paling banyak dikunjungi wisnus.

Sementara rerata pengeluaran wisnus pada tahun 2022 tercapat Rp2,43 juta per perjalanan, angka itu meningkat 1,09 persen dibandingkan pada 2021. Dari total pengeluaran wisatawan tersebut, mayoritas pengeluaran digunakan untuk keperluan akomodasi, yaitu sebesar Rp614,12 ribu atau 25,31 persen.

Kemudian, alokasi pengeluaran terbesar kedua adalah untuk keperluan transportasi sebesar Rp508,82 ribu atau sebesar 20,97 persen. Kemudian alokasi keperluan makanan/minuman menempati urutan ketiga, yaitu sebesar Rp431,03 ribu atau 17,76 persen dari total pengeluaran wisatawan.

Mantan Menteri Sosial itu mengaku optimistis capaian kunjungan wisnus di Jatim pada 2023 terus meningkat. Keyakinan itu berangkat atas upaya promosi wisata melalui media massa dan media sosial yang terus dilakukan.

Baca Juga: Festival Strawberry di Batu Dongkrak Pariwisata Berbasis Pertanian

“Kami di Pemprov Jatim melalui Disbudpar Jatim melakukan banyak program untuk meningkatkan wisatawan. Kami melakukan Misi Pariwisata dengan provinsi lain bersaamaan dengan kegiatan Misi Dagang dan Investasi. Khususnya menyasar warga Jawa Timur di provinsi lain agar sambang tanah leluhur di Jawa Timur sambil berwisata,” jelasnya.

Selain itu, banyak even pariwisata 2023 di Jawa Timur. Total ada 250 even festival, delapan diantaranya masuk Karisma Event Nusantara (KEN) yang ditetapkan Kemenparekraf RI.

Adapun delapan festival yang masuk KEN di antaranya yakni Jember Fashion Carnival, Festival Reyog Ponorogo, Festival Gandrung Sewu Banyuwangi, East Java Fashion Harmony, Festival Rujak Uleg Surabaya, Banyuwangi Ethno Carnival, Batu Street Food, dan Festival Musik Tradisional Rontek Pacitan.

“Even festival tentu sangat berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan baik damestik dan mancanegara. Selain menjadi program pemberdayaan potensi lokal, juga memberikan dampak positif terhadap ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan dengan prinsip berkelanjutan,” tandasnya. sb

Editor : Redaksi

BERITA TERBARU