Tanpa Olahraga: Tren 'Ice Hack Diet' Diklaim Efektif Turunkan Berat Badan

author surabayapagi.com

- Pewarta

Jumat, 04 Agu 2023 14:49 WIB

Tanpa Olahraga: Tren 'Ice Hack Diet' Diklaim Efektif Turunkan Berat Badan

i

Illustrasi minuman dingin sebagai salah satu terapi 'Ice Hack Diet'. SP/ SBY

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini tengah viral dan trend hingga di media sosial (medsos) metode ice hack diet yang diklaim ampuh untuk menurunkan berat badan. Diet ini melibatkan konsumsi es sebelum atau selama makan untuk mengurangi nafsu makan.

Selain mengurangi nafsu makan, rencana diet ini memiliki sejumlah keuntungan yang bisa didapatkan seperti membantu menurunkan berat badan, memperbaiki sistem pencernaan, hingga meningkatkan tingkat energi.

Baca Juga: RSUD Grati Raih TOP BUMD Awards 2024 Bintang 4

Diet ini didasarkan pada gagasan bahwa orang dengan suhu tubuh bagian dalam yang rendah dapat menjalani metabolisme lemak dengan lebih baik.

Ahli kesehatan Kate Zeratsky, ahli gizi terdaftar di Mayo Clinic di Rochester, MN menegaskan, metode tersebut memberikan manfaat signifikan untuk menurunkan berat badan. Meski begitu, bagi sebagian orang menilai, ice hack diet dapat mengubah suhu tubuh menjadi rendah.

"Diet bekerja berdasarkan peran suhu tubuh dan energi yang dibutuhkan untuk mempertahankan suhu inti tubuh, yang merupakan bagian dari metabolisme dasar kita," jelas Zeratsky. 

Hal itu, dinilai dapat mengoptimalkan metabolisme lemak lebih baik. Diet ini dilakukan dengan cara meminum segelas air dingin atau mengunyah es batu sebelum tidur.

Seusai meminum air dingin, seseorang dianjurkan mengkonsumsi suplemen penurun berat badan. Suplemen tersebut dikenal sebagai Alpilean.

Alpilean merupakan suplemen yang terdiri dari enam senyawa. Dua di antaranya seperti jahe dan kunyit, telah terbukti memiliki beberapa manfaat kesehatan dan dianggap aman.

"Seperti beberapa suplemen lainnya, ini adalah kisah peringatan hati-hati pembeli," jelasnya, dikutip Jumat (04/08/2023).

Sejumlah influencer mengklaim diet ini dapat menurunkan berat badan secara efektif. Namun  para ahli mengatakan tidak ada hal yang membuktikan jika diet tersebut benar-benar berguna selain juga adanya tanda bahaya dari cara tersebut. 

"Kualitas, kemurnian, ketepatan dosis dan kontaminan potensial menjadi perhatian karena ini merupakan produk yang tidak diatur," jelas Zeratsky.

Manfaat menjalani ice hack diet

Jika ingin menjalani program diet ini, berikut adalah beberapa manfaat yang mungkin akan didapatkan:

Baca Juga: Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan Atasi PMK

  • Penurunan berat badan: Rencana diet ini dikenal karena kemampuannya membantu individu menurunkan berat badan berlebih dengan cepat dan efektif.
  • Peningkatan metabolisme: Dengan mengikuti diet ini, Bunda dapat meningkatkan metabolisme dan meningkatkan kemampuan pembakaran lemak pada tubuh.
  • Mengurangi peradangan: Banyak orang yang telah mencoba melakukan ice hack diet melaporkan telah mengalami penurunan peradangan dan masalah kesehatan yang terkait.
  • Peningkatan tingkat energi: Saat tubuh menyesuaikan diri dengan ice hack diet, Bunda mungkin mengalami lonjakan energi, memungkinkan Bunda menjadi lebih produktif sepanjang hari.
  • Peningkatan kejernihan mental: Beberapa orang menemukan bahwa diet ini dapat membantu meningkatkan fokus dan fungsi kognitif mereka.

Cara kerja ice hack diet

Diet bekerja berdasarkan peran suhu tubuh dan energi yang dibutuhkan untuk mempertahankan suhu inti tubuh, yang merupakan bagian dari metabolisme dasar.

Dalam filosofi diet, pengaturan suhu tubuh seperti itu dikatakan terjadi dengan makan es atau minum air yang sangat dingin dan dengan mengonsumsi suplemen untuk membantu penurunan berat badannya.

Setiap zat yang terkandung dalam suplemen tersebut seharusnya menargetkan suhu tubuh bagian dalam. Keenam zat dalam suplemen tersebut adalah golden algae, dika nut, drumstick tree leaf, jeruk bigarade, jahe, dan kunyit.

Risiko menjalani ice hack diet

Terlepas dari manfaatnya, para ahli mengatakan tidak ada dalam diet ini yang memiliki penelitian untuk menurunkan berat badan. Bahkan, diet tersebut memiliki beberapa tanda bahaya yang perlu diwaspadai.

Berikut adalah beberapa risiko ketika menjalani ice hack diet:

Baca Juga: Jumlah Kunjungan Pasien Lansia ke RSUD Grati Naik Signifikan

  • Kekurangan nutrisi: Diet ini membatasi kelompok makanan tertentu, yang dapat menyebabkan kekurangan nutrisi penting jika tidak direncanakan dengan hati-hati.
  • Penurunan berat badan sementara: Meskipun ice hack diet dapat membantu menurunkan berat badan dengan cepat, penting untuk diperhatikan bahwa penurunan berat badan ini mungkin tidak bertahan dalam jangka panjang.
  • Potensi kehilangan otot: Penurunan berat badan yang cepat dapat menyebabkan hilangnya otot, yang dapat mempengaruhi kekuatan dan kinerja fisik Bunda secara keseluruhan.
  • Kesulitan mempertahankan pola makan: Diet ini bisa menjadi tantangan untuk dipatuhi, terutama dalam situasi sosial atau saat makan di luar.
  • Potensi kenaikan berat badan kembali: Setelah berhenti mengikuti diet ini, ada risiko mendapatkan kembali berat badan yang telah diturunkan.

Sementara itu, menurut Jen Messer, seorang konsultan nutrisi dan ahli diet terdaftar mengatakan minum air yang sangat dingin atau mengunyah es memang bisa meningkatkan metabolisme.

Meski demikian, tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim bahwa diet es efektif untuk menurunkan berat badan. "Teorinya adalah tubuh membakar kalori dengan menggunakan energi untuk menghangatkan dan/atau mencairkan es untuk mencapai suhu tubuh sambil juga memberikan rasa kenyang," tandasnya. 

Namun ditambahkan bahwa penelitian telah mengeksplorasi efek tersebut dengan hasil yang tidak meyakinkan. Messer juga memperingatkan agar tidak mengunyah es karena dapat menyebabkan masalah gigi.

Alih-alih menjalani ice hack diet, dia merekomendasikan untuk mempertahankan pola makan seimbang, melakukan aktivitas fisik secara teratur, dan berfokus pada kebiasaan gaya hidup secara keseluruhan. 

"Ini adalah cara yang lebih efektif untuk mengelola dan mengoptimalkan metabolisme," pungkasnya. dsy

Editor : Desy Ayu

BERITA TERBARU