SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kota Mojokerto masa bakti 2022-2026 dilantik Sekretaris Pengurus Daerah IAI Provinsi Jawa Timur, Apt. Gemparing Bayu Wiyoto, S.Si di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Mojokerto, Sabtu (5/8/2023).
Prosesi pelantikan dihadiri dan disaksikan oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, Kepala Dinas Kesehatan dan P2KB Kota Mojokerto dr Farida Mariana serta puluhan apoteker dari rumah sakit pemerintah, rumah sakit swasta, klinik dan puskesmas se Kota Mojokerto.
Berdasarkan Surat Keputusan Pengurus Daerah IAI Jawa Timur, kepengurusan IAI Cabang Kota Mojokerto diketuai oleh Apt. Titit Artovia, M.Farm beserta bidang kepengurusan lainnya.
Setelah menyaksikan prosesi pelantikan Wali Kota mengucapkan selamat dan sukses kepada para Pengurus Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Cabang Kota Mojokerto yang baru saja dilantik.
“Semoga amanah yang diemban dapat dilaksanakan dengan baik dan membawa keberkahan untuk organisasi, umat dan bangsa,” kata Ning Ita.
Wali Kota Mojokerto yang akrab disapa Ning Ita dalam sambutannya menjelaskan, era 5.0 saat ini membawa tantangan baru pada seluruh bidang pekerjaan, tak terkecuali pada profesi apoteker.
Apoteker berkewajiban melakukan pelayanan kefarmasian yang mana pada era persaingan global saat ini mengalami perubahan paradigma.
"Semula hanya berfokus pada pengelolaan obat sebagai komoditi, berubah orientasinya menjadi pelayanan yang secara komprehensif. Bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien," tegasnya.
Disamping itu, lanjut Ning Ita, tren pelayanan kesehatan saat ini telah sedikit demi sedikit bergeser dari layanan konvensional menuju layanan digital.
"Dengan adanya tantangan dan peluang terkait kondisi terkini mengharuskan para apoteker untuk menerapkan strategi, menambah keilmuan dan meningkatkan kompetensi untuk tidak hanya sekedar bertahan mengahadapi perubahan, tapi juga terus bertumbuh seiring dengan perubahan yang berjalan dinamis," ujarnya.
Petinggi Pemkot ini juga menjelaskan, pada tanggal 2 Agustus kemarin, Kota Mojokerto telah menjalani verifikasi lanjutan penilaian Kota Sehat dari Tim Pusat. Untuk itu, Ia meminta, para apoteker yang menjadi bagian dari pelaksana di bidang kesehatan, juga memegang peran penting dalam menjaga dan mewujudkan Kota Mojokerto sehat.
'Sebagai salah satu garda terdepan di bidang pelayanan kesehatan, panjenengan semua mempunyai tanggung jawab besar dalam memberikan jaminan keamanan dan mutu obat yang beredar khususnya di wilayah Kota Mojokerto. Tingkatkan terus profesionalisme kerja agar dapat mengimbangi perkembangan teknologi disertai dengan human touch," cetusnya.
Ning Ita juga berharap dengan semakin bertambahnya pengetahuan dan wawasan para apoteker, semakin bertambah pula kompetensinya. Sehingga mampu berperan aktif dalam pengelolaan perbekalan farmasi sehingga dapat memberikan pelayanan kefarmasian secara paripurna dan komprenensif.
"Saya juga berharap para apoteker bisa berpartisipasi, berkontribusi dalam upaya promosi dan pelayanan kesehatan di Kota Mojokerto. Agar terlaksana dengan lebih optimal, efektif dan efisien," pungkasnya.
Sekedar informasi, dalam pelantikan hari ini, jiga dilaksanakan seminar dan rakercab dengan tema 'Digital Farmasi dan Permodalan' peluang atau ancaman bagi ptaktik apoteker. Dengan dua nara sumber yakni Arnidya Pradnasari,SD serta Apt Ridho Muhammad, S. Farm. Dwi
Editor : Redaksi