Misteri Kampung Tlogo Gentong yang Ditinggalkan, Hanya Tersisa 4 Kepala Keluarga di Lereng Kawi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Suasana kampung Telogo Gentong di Kabupaten Blitar terlihat sepi dan asri. SP/ BLT
Suasana kampung Telogo Gentong di Kabupaten Blitar terlihat sepi dan asri. SP/ BLT

i

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kampung Tlogo Gentong yang berada di wilayah di bagian dari Desa Sumberurip, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar hingga saat ini tampak menjadi perkampungan terangsingkan. Pasalnya, kini tinggal 4 kepala keluarga saja yang masih bertahan di Tlogo Gentong tersebut.

Bagi 4 kepala keluarga tersebut pindah dari Tlogo Gentong merupakan hal terberat yang sulit dilakukan. Selain mata pencaharian warga ada disitu, Tlogo Gentong juga menyimpan banyak cerita tentang perjalanan hidup mereka.

Salah satunya, jalur menuju perkampungan menuju Tlogo Gentong pun terbilang cukup sulit untuk dilalui. Tidak ada jalan beraspal, hanya jalur tanah liat berbatu dan hamparan hutan hingga pepohonan yang berada di lereng Gunung dengan suhu dingin.

Menurut warga setempat, jaringan listrik dari turbin masuk ke kampung Tlogo Gentong sekitar tahun 2000-an. Sebelum itu, warga hidup dalam kegelapan atau mengandalkan diesel yang akan padam pada pukul 21.00 WIB.

“Enjih kaet alit kulo wonten mriko, ket taun pinten niko taun seket lak mboten klintu, riyen mriko rame (iya dari kecil saya sudah disana, sejak tahun berapa dulu kalau tidak salah tahun 1950 kalau tidak salah, dulu di sana ramai,” ungkap Mesinem, warga Tlogo Gentong, Senin (28/08/2023).

Asal Mula Terbentuknya Perkampungan Tlogo Gentong

Secara historis Tlogo Gentong merupakan perkampungan bagi pekerja pabrik teh PT. Sari Bumi Kawi. Warga yang tinggal di perkampungan ini pun sudah turun temurun selama puluhan tahun lalu.

Hingga lahirlah sebuah perkampungan tersebut, karena banyaknya pekerja dan buruh petik teh pabrik PT. Sari Bumi Kawi. Para buruh memilih membuat rumah di sekitar perkebunan teh agar tidak capek pulang pergi, hingga akhirnya terbentuklah perkampungan Tlogo Gentong.

“Enggih riyen nyambut wonten pabrik, mboten nganti luwe teng pabrik, diwei beras mengke bayaran 15 dino pisan beras 15 dino pisan, tenan lo mas kui mbah e kaet cilik kok (Iya dulu bekerja di pabrik, tidak sampai kelaparan dikasih beras, gajian setiap 15 hari, dikasih beras setiap 15 hari sekali, benar lo itu mas, saya dari kecil di sana kok),” cerita perempuan tua yang duduk emper rumahnya itu.

Namun kenyataan tidak sejalan dengan harapan warga. PT. Sari Bumi Kawi yang menaungi para buruh petik teh bangkrut. Tanaman teh yang biasa dipetik oleh warga pun beralih menjadi perkebunan kayu. Para pekerja pun kehilangan mata pencahariannya.

Meski terasingkan dan minim fasilitas publik, para buruh petik teh merasa nyaman tinggal di Tlogo Gentong. Di kampung ini mereka menikah dan memiliki banyak anak.

Bagi warga, Tlogo Gentong merupakan tempat paling nyaman dan tentram. Tidak terbesit dalam pikiran warga untuk pergi atau keluar dari Tlogo Gentong demi mencari tempat tinggal yang lebih nyaman.

Kini, sebagian warga memilih untuk bercocok tanam di lahan milik perkebunan dan lainnya memilih untuk beternak kambing demi bisa mempertahankan hidup.

“Halah ditanami mawon sakjane mboten asal la pripun timbang mboten aangsal panganan lan yotro (sebetulnya tidak boleh ditanami tapi gimana lagi dari pada tidak bisa makan dan tidak dapat uang),” tutupnya.

Sementara itu, warga yang pergi dari Tlogo Gentong mengaku memang diminta untuk pindah. Namun saat ditanya siapa yang meminta hal itu, mereka justru bungkam. Kepindahan belasan kepala keluarga dari Tlogo Gentong ini memang jadi misteri. 

Namun belakang terbersit kabar bahwa Tlogo Gentong akan dialih fungsikan menjadi kandang sapi perah dari salah satu perusahaan multinasional. blt-03/dsy

Berita Terbaru

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendalami dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) sebesar Rp 687,5 juta kepada mantan…

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kalau memang diundang, ya saya Insya Allah akan hadir,” kata Jokowi k…

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo mengingatkan potensi pelemahan nilai tukar rupiah akibat derasnya aliran…

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman akan menyebar surat edaran (SE) mengenai potensi sanksi pidana…