SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Menanggapi kabar Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) berpaling dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) dan membelot ke NasDem tak terlalu dianggap pusing oleh Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.
Pasalnya, Prabowo mengaku tidak terlalu mempermasalahkan manuver PKB. Baginya, kabar tersebut bagian dari demokrasi di Indonesia. Perbedaan pandangan dan pilihan politik dalam demokrasi merupakan hal yang wajar.
“Ya saya jawab ya, ya inilah namanya demokrasi kita ya. Demokrasi kita musyawarah, saya sendiri belum dengar rencana-rencana itu,” jelasnya.
Kendati begitu, bakal calon presiden yang akan diusung KIM itu mengaku santai saja, sekalipun PKB benar meninggalkan KIM dan merapat ke Partai Nasdem untuk mengusung Anies Baswedan.
“Kita bernegosiasi, kita musyawarah, santai-santai saja ya,” ucap Prabowo, dikutip Jumat (01/09/2023).
Diketahui sebelumnya, tersiar kabar PKB akan mendukung Anies Baswedan. Pasalnya, Bakal calon presiden (capres) Anies Baswedan baru-baru ini terungkap mengirimkan sepucuk surat kepada Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Dalam kutipan surat yang dibuat Anies pada 25 Agustus 2023 tersebut, Anies sempat meminta agar AHY menjadi Cawapres-nya. Hal itu diungkap oleh Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Andi Arief. Andi Arief mengatakan surat itu dikirim pada minggu lalu ke AHY.
Sementara itu, Prabowo menegaskan, pada saatnya, dia pasti akan mengumumkan siapa cawapresnya.
"Wakil presiden nanti saatnya ada. Terus wakil presiden ditanyain," ucap Prabowo. jk-05/dsy
Editor : Desy Ayu