Paslon Anies-Cak Imin Dinilai Tidak Saling Menguntungkan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pendukung Bakal Calon Capres dan Cawapres Anies-Muhaimin, Selasa (05/09/2023)
Pendukung Bakal Calon Capres dan Cawapres Anies-Muhaimin, Selasa (05/09/2023)

i

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Bakal Capres dan Cawapres Anies dan Cak Imin (Amin) dinilai tidak menguntungkan. Hal ini dilihat dari partai yang mengusung bakal capres dan cawapres ini adalah PKB dan PKS, yang memiliki pandangan keislaman yang berbeda. Melihat bahwa elektabilitas Anies yang rendah di daerah yang mayoritas warganya NU. 

Keputusan Anies untuk bersanding dengan Cak Imin pada Pemilu 2024 mendatang dinilai kurang dapat mendongkrak elektabilitas Anies. Dilansir dari BBC Indonesia Bawono mengatakan bahwa Pasangan Anies dan Muhaimin ini lebih banyak perjudian. 

“Bukan salah [strateginya] ini lebih banyak perjudiannya. Dari segi basis massa Islam, perbedaan jenis keberislaman [antara NU dan Anies Baswedan yang didukung PKS] itu juga berbeda,” kata Bawono selaku pengamat politik dari lembaga survei Indikator Politik, Senin (04/09/2023)

Pasangan ini dinilai kurang menguntungkan, sebab berdasarkan hasil jajak pendapat beberapa lembaga survei, tidak semua warga NU memilih Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang diketuai Cak Imin. 

“Tidak semua pemilih PKB memilih Muhaimin” jelas pengamat politik, Adi Prayitno.

Pengamat politik dari lembaga survei Indikator Politik Bawono Kumoro, mengatakan pemikiran Partai NasDem untuk menjodohkan Anies dengan figur berlatar belakang NU seperti Muhaimin Iskandar bisa dipahami jika ingin “menutupi kelemahan elektoral Anies” di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Selain soal elektabilitas Cak Imin yang dikatakan “tidak kompetitif” dibandingkan tokoh-tokoh NU lainnya, Bawono menyoroti perbedaan “keberislaman” antara PKB dan PKS yang berada dalam satu koalisi pendukung pasangan Anies-Muhaimin.

“Jangan lupa Anies ini berangkat dari kekuatan politik Islam yang bisa dibilang konservatif dan kanan, sedangkan pemilih PKB, Cak Imin, adalah pemilih Islam moderat, tradisional NU, yang kalau dihadapkan dengan Islam konservatif kanan itu agak kurang cocok. Itu juga jadi pekerjaan rumah,” ujar Bawono..

Hasil survei litbang kompas Pada Mei 2023 lalu, menunjukkan pemilih dari kalangan NU lebih banyak menjatuhkan pilihan ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dengan 22,6%.

Sumbangan elektoral pemilih NU pada PDI-P tercatat naik dari hasil survei sebelumnya, yang digalang pada Januari 2023 dengan hasil 19,9%.

Partai Gerindra juga tercatat mendapatkan tambahan dukungan dari responden warga NU. Pada Januari 2023, partai yang dipimpin Prabowo itu mendapatkan poin 11,5�n pada Mei angkanya menjadi 19,6%.

Sementara posisi PKB ada di rentang poin 6-7�lam periode yang sama, masih di bawah Partai Golongan Karya (Golkar) yang berada di rentang poin 7%.

Hal ini dapat disimpulkan bahwa potensi elektoral PKB di mata warga NU ini memberikan sinyal bahwa, pilihan dari warga NU tidak serta merta tunggal kepada partai politik tertentu.

Dalam survei yang sama, pada Mei 2023, Prabowo Subianto meraih elektabilitas tertinggi di kelompok pemilih nahdliyin, dengan angka 25,8%, naik sekitar 7% dibandingkan survei Januari 2023.

Prabowo berhasil menggeser Ganjar Pranowo yang pada Januari 2023 lalu mendapat angka tertinggi dengan 27,1%. Pada Mei, Ganjar berada di bawah Prabowo dengan angka 24,7%.

Sementara angka yang didapatkan Anies Baswedan tercatat memiliki jarak yang cukup jauh dibandingkan Prabowo dan Ganjar dengan angka di bawah 15% antara Januari-Mei 2023.

Pada Januari 2023, Anies meraih 11,5�n pada Mei 2023 angkanya menjadi 12,3%. Berdasarkan survei yang telah dilakukan oleh litbang kompas, angka tersebut relatif terjaga. jk-01/Acl

Berita Terbaru

Ungkap Dugaan TPPU, 9 Orang Termasuk Anggota DPRD dan Kepala Dinas Ponorogo Diperiksa KPK

Ungkap Dugaan TPPU, 9 Orang Termasuk Anggota DPRD dan Kepala Dinas Ponorogo Diperiksa KPK

Sabtu, 23 Mei 2026 21:42 WIB

Sabtu, 23 Mei 2026 21:42 WIB

SURABAYA PAGI, Jakarta— Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus bergerak mendalami dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam kasus korupsi yang m…

Gubernur Khofifah Pimpin Tanam Tebu Perdana, Perkuat Ekosistem Industri Gula

Gubernur Khofifah Pimpin Tanam Tebu Perdana, Perkuat Ekosistem Industri Gula

Sabtu, 23 Mei 2026 18:21 WIB

Sabtu, 23 Mei 2026 18:21 WIB

SurabayaPagi, Kediri – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin tanam tebu perdana dalam program bongkar ratoon serentak di Desa Ngletih, K…

Catatan Rahasia Setoran Uang ke Eks Sekda Ponorogo Terbongkar di Sidang KPK, Ternyata Mengalir Dari Sini

Catatan Rahasia Setoran Uang ke Eks Sekda Ponorogo Terbongkar di Sidang KPK, Ternyata Mengalir Dari Sini

Sabtu, 23 Mei 2026 18:13 WIB

Sabtu, 23 Mei 2026 18:13 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya– Tabir dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo kian benderang. Peran mantan Sekretaris Daerah (Sekda) K…

Strategi Vokasi dan Industri Dongkrak Penyerapan Tenaga Kerja di Jatim

Strategi Vokasi dan Industri Dongkrak Penyerapan Tenaga Kerja di Jatim

Sabtu, 23 Mei 2026 17:19 WIB

Sabtu, 23 Mei 2026 17:19 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jawa Timur pada Februari 2026 tercatat sebesar 3,55 persen. Angka ini turun 0,06 poin d…

Petani Bondowoso Minta Perlindungan dari Peraturan yang Mengancam Tembakau

Petani Bondowoso Minta Perlindungan dari Peraturan yang Mengancam Tembakau

Sabtu, 23 Mei 2026 11:16 WIB

Sabtu, 23 Mei 2026 11:16 WIB

SurabayaPagi, Punjer - Menandai awal musim tanam 2026, ratusan petani tembakau Bondowoso dengan semangat kebersamaan dan optimisme tinggi, siap menabur benih…

Selain Diduga Belum Miliki Andalalin, Izin Usaha PT JPC Kadaluwarsa   ‎

Selain Diduga Belum Miliki Andalalin, Izin Usaha PT JPC Kadaluwarsa  ‎

Jumat, 22 Mei 2026 20:08 WIB

Jumat, 22 Mei 2026 20:08 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Selain diduga belum memiliki dokumen Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin), izin berusaha milik PT Jatim Parkir Center (JPC) s…