Demokrat Emoh Diajak Debat NasDem

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Bendahara Umum Partai NasDem Ahmad Sahroni, menyebut ajakan debat kepada Partai Demokrat. Alasannya untuk klarifikasi klaim SBY bahwa deklarasi Anies Baswedan-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) awal September. Debat ini menurut Sahroni untuk menunjukkan fakta kepada publik.

Sahroni menyebut klaim deklarasi Anies-AHY adalah tuduhan dan merusak nama baik pihak lain. "Saya rasa ini bukan soal move on atau tidak mau perpanjang. Ini berkaitan dengan tuduhan yang tidak sesuai fakta yang sudah merusak nama baik pihak lain," ucap Sahroni kepada wartawan, Rabu (6/9/2023).

Sahroni menanggapi alasan Partai Demokrat yang ogah debat dengan dirinya.

Untuk itu, Sahroni, memastikan NasDem terus membuka pintu komunikasi terhadap berbagai partai politik, tak terkecuali PD. Menurutnya, NasDem tak akan membatasi komunikasi terhadap pihak manapun.

"NasDem sangat terbuka Komunikasi dengan partai manapun, toh silaturahmi kan tanpa batas dengan siapapun," ucapnya.

 

Demokrat Diminta Dewasa

Sahroni meminta agar Demokrat dewasa dalam menghadapi dinamika politik. Sahroni berpendapat PD semestinya mengutamakan komunikasi politik dengan NasDem, dibanding merilis pernyataan sepihak yang dinilainya membentuk opini publik.

"Kan kita semua sudah dewasa, partai kita pun sudah masuk usia dewasa, jadi marilah kita menyikapi apapun dinamika politik dengan cara yang semestinya. Maka dari itu bila tidak ingin beradu argumen di depan publik, ya lakukanlah komunikasi politik yang semestinya, tidak langsung secara sepihak membuat opini publik," tutur Sahroni.

Sebelumnya, Ahmad Sahroni mengajak Demokrat bertukar pikiran atau berdebat soal klaim deklarasi Anies Baswedan-AHY awal September.

 

Demokrat tak Cari Pembenaran

Kini, Demokrat menegaskan keterangan yang disampaikan Sekjen Demokrat Teuku Rifky sudah sangat jelas.

"Apa yang mau diperdebatkan, sudah jelas waktu dan kronologinya yang disampaikan dalam press conference sekjen. Untuk apalagi diperdebatkan. Dan setelah pertemuan tersebut, saya juga di-update secara langsung oleh Tim 8 dari PD," kata Kepala BPOPKK Partai Demokrat Herman Khaeron kepada wartawan, Selasa (5/9).

Herman mengatakan tidak perlu lagi mencari pembenaran. Dia menegaskan sesuai perintah Ketum AHY, Demokrat sudah move on dan menatap ke depan untuk mencari koalisi.

"Tidak perlu mencari pembenaran, Ketum sudah move on, kami sudah berbicara ke depan, agar bisa bersama-sama dengan mitra koalisi dan capres yang mengedepankan dan memegang teguh etika, moral, dan komitmenya," ujarnya. n jk/erc/rmc

Berita Terbaru

Dugaan Korupsi di Pajak dan BC Terlalu Banyak

Dugaan Korupsi di Pajak dan BC Terlalu Banyak

Jumat, 06 Feb 2026 00:40 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:40 WIB

MAKI: Kebocoran Penerimaan Negara Akibat Tata Kelola Pajak yang Buruk Sudah Masuk Kategori Darurat Nasional            SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Masya…

Menkeu Mulai Shock Therapy Pejabat Pajak dan BC

Menkeu Mulai Shock Therapy Pejabat Pajak dan BC

Jumat, 06 Feb 2026 00:37 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:37 WIB

34 Pejabat Bea Cukai dan  40-45 Pejabat Direktorat Jenderal Pajak Dibuang ke Tempat Sepi, dari Wilayah Gemuk Usai OTT KPK       SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - …

Restitusi Pajak Puluhan Miliar Diatur Pejabat Pajak Dalang Wayang Kulit

Restitusi Pajak Puluhan Miliar Diatur Pejabat Pajak Dalang Wayang Kulit

Jumat, 06 Feb 2026 00:32 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - KPK menyita barang bukti berupa uang saat operasi tangkap tangan (OTT) di KPP Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel).…

Guru dan Dosen Gugat ke MK, APBN Jangan untuk MBG

Guru dan Dosen Gugat ke MK, APBN Jangan untuk MBG

Jumat, 06 Feb 2026 00:28 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Penggunaan anggaran pendidikan dalam APBN untuk makan bergizi gratis (MBG) kembali digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Kali ini,…

Bulan Syaban

Bulan Syaban

Jumat, 06 Feb 2026 00:25 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Bulan Syaban merupakan bulan kedelapan dalam kalender Hijriah dan termasuk juga bulan mulia yang dimana letak waktunya berada…

Jokowi Ajak PSI Mati-matian, Diduga Pertahankan Dinastinya

Jokowi Ajak PSI Mati-matian, Diduga Pertahankan Dinastinya

Jumat, 06 Feb 2026 00:23 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:23 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Judul utama harian Surabaya Sore edisi Rabu (4/2) kemarin "PSI Siap Mati-matian Ikuti Jokowi". Judul ini terkesan bombastis. Tapi…