Pelaku Penganiayaan Kader PDIP diduga Anggota DPRD Semarang

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sekjen PDI Perjungan Hasto Kristiyanto
Sekjen PDI Perjungan Hasto Kristiyanto

i

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Penganiayaan pada kader PDI Perjuangan di Semarang, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto memastikan tidak ada buntut kejadian tersebut di masyarakat. 

Hasto menyatakan bahwa bentuk main hakim sendiri ini merupakan kemunduran dunia politik. 

"Kami menyesalkan tindakan main hakim sendiri apalagi menggunakan kekerasan, di mana aspek kemanusiaan itu ditinggalkan. Politik seperti masuk ke era barbarian dan tidak ada dialog lalu pemaksaan kehendak," ungkapnya, Sabtu (09/09/2023).

Dirinya juga mengungkapkan bahwa dari pemukulan tersebut, pimpinan partai menghimbau kepada seluruh kader untuk tidak bersikap reaktif. Ia juga menjelaskan bahwa PDIP sudah menempuh jalur hukum terkait aksi pemukulan tersebut.

"Tidak (ada gesekan), karena PDIP ini taat pada komando dan pimpinan kami pimpinan yang welas asih, pimpinan yang gak suka marah-marah. Tidak akan ada (gesekan)," jelasnya.

Ketua DPC PDIP Semarang Hendrar Prihadi mengatakan pelaku diduga adalah kader parpol lain yang juga anggota DPRD Semarang berinisial JS. Dirinya menduga bahwa pemukulan terjadi karena kader PDIP memasang bendera di sekitar perkampungan yang merupakan area kediaman JS.

"Alasan (pemukulan) karena kader kami memasang bendera di sekitar perkampungan yang di situ tinggal Mas JS," kata Hendrar, Sabtu (09/09/2023) 

Di sisi lain, pelaku berinisial JS membantah melakukan pemukulan atau penganiayaan. Meski begitu ia mengaku kesal terkait pemasangan bendera partai di kampungnya.
"Saya tidak memukul, malah tidak menyentuh wajah sama sekali. Makanya ini saya akan laporkan balik terkait fitnah, pencemaran nama baik dan laporan palsu," kata JS saat dihubungi, Sabtu (09/09/2023). jk-01/Acl

Tag :

Berita Terbaru

Dugaan Korupsi di Pajak dan BC Terlalu Banyak

Dugaan Korupsi di Pajak dan BC Terlalu Banyak

Jumat, 06 Feb 2026 00:40 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:40 WIB

MAKI: Kebocoran Penerimaan Negara Akibat Tata Kelola Pajak yang Buruk Sudah Masuk Kategori Darurat Nasional            SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Masya…

Menkeu Mulai Shock Therapy Pejabat Pajak dan BC

Menkeu Mulai Shock Therapy Pejabat Pajak dan BC

Jumat, 06 Feb 2026 00:37 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:37 WIB

34 Pejabat Bea Cukai dan  40-45 Pejabat Direktorat Jenderal Pajak Dibuang ke Tempat Sepi, dari Wilayah Gemuk Usai OTT KPK       SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - …

Restitusi Pajak Puluhan Miliar Diatur Pejabat Pajak Dalang Wayang Kulit

Restitusi Pajak Puluhan Miliar Diatur Pejabat Pajak Dalang Wayang Kulit

Jumat, 06 Feb 2026 00:32 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - KPK menyita barang bukti berupa uang saat operasi tangkap tangan (OTT) di KPP Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel).…

Guru dan Dosen Gugat ke MK, APBN Jangan untuk MBG

Guru dan Dosen Gugat ke MK, APBN Jangan untuk MBG

Jumat, 06 Feb 2026 00:28 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Penggunaan anggaran pendidikan dalam APBN untuk makan bergizi gratis (MBG) kembali digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Kali ini,…

Bulan Syaban

Bulan Syaban

Jumat, 06 Feb 2026 00:25 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Bulan Syaban merupakan bulan kedelapan dalam kalender Hijriah dan termasuk juga bulan mulia yang dimana letak waktunya berada…

Jokowi Ajak PSI Mati-matian, Diduga Pertahankan Dinastinya

Jokowi Ajak PSI Mati-matian, Diduga Pertahankan Dinastinya

Jumat, 06 Feb 2026 00:23 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:23 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Judul utama harian Surabaya Sore edisi Rabu (4/2) kemarin "PSI Siap Mati-matian Ikuti Jokowi". Judul ini terkesan bombastis. Tapi…