SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Guna menekan harga beras yang makin melambung tinggi di Kota Pahlawan, Wakil Ketua Komisi B DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kota Surabaya Anas Karno, mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk secara intens dan perbanyak titik operasi pasar di setiap wilayah di Surabaya.
"Selama ini operasi pasar ini sangat efektif sebagai instrumen untuk mengendalikan harga," ungkap Anas Karno, Rabu (20/09/2023).
Anas Karno menceritakan saat diminta meninjau harga beras di pasar di kawasan Semolowaru, Surabaya pada Jumat (15/9) lalu distribusi beras bulog masih dibatasi yakni 8 karung ukuran 5 kg.
"Jadi setiap pedagang hanya bisa mengambil 8 karung ukuran 5 kg," terang Anas.
Anas menambahkan bahwa Surabaya yang bukan sebagai daerah penghasil beras harus lebih intens berkomunikasi dengan bulog agar suplai beras bisa terus lancar.
"Komunikasi harus terus dilakukan agar tidak terjadi saling tunggu dalam mengatasi kenaikan harga beras di Surabaya," terang Anas Karno.
Sementara itu, Rara salah satu pedagang di pasar Semolowaru mengatakan jika saat ini harga beras sudah di kisaran harga Rp. 54.000 hingga Rp. 55.000.
Rara menyebutkan tingginya harga beras sudah terjadi hampir 2 bulan. "Mungkin karena musim kemarau ini dan juga mungkin karena terkena hama," pungkasnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berencana memasifkan kegiatan program Gerakan Pangan Murah (GPM).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Kota Surabaya, Antiek Sugiharti mengatakan, apabila sekarang ini Gerakan Pangan Murah digelar sebulan di satu lokasi, maka ke depan berencana akan dibuat untuk beberapa lokasi.
Hal ini lanjut Antiek sebagaimana menindaklanjuti arahan dari Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, melalui Asisten 2 bagian Perekonomian dan Pembangunan.
"Kalau saat ini kita gelar satu kali di satu lokasi, beliau (Asisten 2) berkeinginan nanti bisa lima lokasi dalam waktu yang sama. Jadi, setiap bulan lima lokasi," tambahnya.
Masih kata Antiek, dalam Gerakan Pangan Murah ini, sebagai upaya dalam menstabilkan harga dan stok bahan pangang.
"Pemkot bekerjasama dengan Badan Pangan Nasional, Bulog dan stakeholder terkait, menyediakan sejumlah bahan pokok dengan harga di bawah pasar," pungkas Antiek. Alq/dsy
Editor : Desy Ayu