SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Bakal calon presiden (Capres) Anies Baswedan mulai geser soroti proyek strategis nasional (PSN). Ia dengar diantara proyek strategis nasional ada titipan pihak-pihak tertentu. Anies minta penyusunan proyek PSN dilakukan secara transparan.
Hal ini ia sampaikan ketika menghadiri agenda Rakornas Partai Masyumi yang disiarkan di kanal YouTube MasyumiTV, Sabtu (30/9/2023).
Bakal calon presiden (bacapres) Koalisi Perubahan, Anies Baswedan menyinggung soal pembangunan IKN yang tidak transparan.
Tak hanya IKN, Anies juga menyebut jika banyak program-program yang tidak diketahui oleh masyarakat yang masuk ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).
Total kebutuhan pembangunan ibu kota baru itu mencapai Rp 466 triliun.
"Perlu ada partisipasi publik lah, kita sering kali tidak tahu sesuatu menjadi PSN. Harus ada transparansi agar program-program yang masuk PSN bisa dipertanggungjawabkan sehingga ini bukan menjadi tempat untuk titipan," harap Anies, di acara Mata Najwa, dikutip Rabu (20/9/2023).
Transparansi menurut Anies harus dikedepankan terkait progra, yang masuk kedalam PSN, karena jika tidak akan menjadi wadah titipan.
PSN tak Adil
Anies awalnya menjelaskan PSN secara substansi merupakan hal wajar dan baik bagi negara. Ini bila disusun secara transparan dan melibatkan partisipasi publik. Namun sebaliknya, ia menilai PSN potensial berubah menjadi tidak adil bagi masyarakat jika tak disusun secara transparan.
"Rujukannya Rencana Jangka Panjang, turunannya Rencana Jangka Menengah, dan turunannya kemudian PSN. Merujuk ke sana. Tapi kalau itu tak dilakukan dengan baik, PSN itu kemudian jadi titipan kanan kiri yang masuk tanpa kita ketahui bagaimana proses itu disusun," kata Anies.
Meski begitu, Anies tak merinci titipan kanan-kiri siapa yang dimaksudkannya tersebut.
Anies mengatakan bila ada titipan dalam proyek itu justru yang dirugikan adalah masyarakat. Karena itu, ia memandang program ini perlu diluruskan supaya sesuai dengan arah konstitusi Indonesia
"Dan ketika titipan kanan-kiri, konsekuensinya dirasakan oleh masyarakat. Ini kita kembali perlu luruskan, sehingga apa yang menjadi kebijakan-kebijakan itu mencerminkan tujuan awal," kata dia.
"Insyallah ini bagian perbaikan metode yang akan dikerjakan lebih baik, maka manfaat kehidupan bernegara kita bisa dirasakan masyarakat Indonesia," tambahnya.
Ada 156 Proyek Strategis
Pada Mei 2023 lalu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto menegaskan PSN bakal lanjut terus, siapapun presiden terpilih di 2024 nanti.
Ia mengungkapkan ada 156 proyek strategis nasional yang sudah rampung sejauh ini.
"PSN sudah berjalan 8 tahun. Total, sudah selesai sekitar 156 PSN dengan nilai lebih dari Rp1.000 triliun di seluruh Indonesia," kata Airlangga di Taman Literasi Martha Christina Tiahahu, Jakarta Selatan. n erc/jk/rmc
Editor : Moch Ilham