SURABAYAPAGI.COM, Way Kambas - Suaka Rhino Sumatera Taman Nasional Way Kambas memberikan kabar baik, berua lahirnya seekor anak badak sumatera dalam kondisi sehat. Adapun induk badak sumatera yang bernama Ratu ini melahirkan pada Sabtu (30/9) dini hari sekitar pukul 01:44 WIB.
Saat ini masih dilakukan pemantauan secara intensif oleh tim dokter kepada anak badak tersebut. Adapun pihak Way Kambas juga masih fokus pada memantau kesehatan anak dari induk badak bernama Ratu itu.
Hermawan selaku Plt. Kepala Balai TNWK, menerangkan, bahwa Ratu merupakan badak asli TNWK yang diselamatkan pada 25 September 2005 setelah keluar kawasan TNWK ke Desa Labuhan Ratu, Kecamatan Labuhan Ratu, Lampung Timur.
"Untuk mengamankannya dari ancaman perburuan dan kemungkinan tertularnya penyakit zoonosis, diputuskan bahwa badak Ratu perlu ditranslokasi ke SRS TNWK," kata Hermawan, Senin (2/10/2023).
Sedangkan, badak Andalas lahir pada tanggal 13 September 2001 di Cincinnati Zoo, Amerika Serikat dan merupakan anak badak hasil perkawinan antara badak sumatera betina Emi dan badak sumatera jantan Ipuh.
Sebagai informasi, badak Ipuh dan Emi merupakan badak sumatera hasil translokasi dari kawasan sekitar Taman Nasional Kerinci Seblat yang dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia melalui Ditjen PHPA bekerja sama dengan Sumatran Rhino Trust (SRT) pada periode tahun 1980-1994.
"Andalas mulai menghuni SRS TNWK sejak 21 Februari 2007 setelah melalui perjalanan udara yang melelahkan dari Amerika Serikat hingga tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, serta menyeberangi Selat Sunda," imbuh Sumadi Hasmaran, Manager SRS TNWK.
Menurut saksi sejarah pembangunan SRS TNWK ini, badak Ratu sendiri telah berhasil melahirkan tiga ekor anak badak sumatera, yaitu Andatu (2012), Delilah (2016), dan badak yang lahir kemarin (30/09).
"Pada kelahiran kali ini, badak Ratu melewati masa kebuntingan selama 478 hari hingga melahirkan pada hari Sabtu, 30 September 2023," pungkas Hermawan mengutip laporan dari tim dokter hewan SRS TNWK.
Adapun kelahiran badak sumatera yang belum diberi nama ini memperpanjang catatan kisah dua sejoli badak sumatera yakni Ratu dan Andalas. Ac
Editor : Redaksi