Sampai Kasasi, Hakim Agung Gazalba Saleh Divonis tak Terlibat Pengurusan Perkara

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Hakim agung Gazalba Saleh, bisa tersenyum lebar setelah proses hukum yang menimpanya sudah inkracht setelah Kasasi KPK, ditolak oleh Mahkamah Agung.
Hakim agung Gazalba Saleh, bisa tersenyum lebar setelah proses hukum yang menimpanya sudah inkracht setelah Kasasi KPK, ditolak oleh Mahkamah Agung.

i

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Hakim agung Gazalba Saleh, divonis bebas ditingkat Kasasi. Gazalba Saleh didakwa KPK dalam kasus pengurusan perkara yang diduga menerima suap.

Kasus bermula Gazalba Saleh diproses KPK buntut OTT terhadap hakim agung Sudrajad Dimyati dkk. Di kasus itu, Sudrajad Dimyati dihukum 7 tahun penjara. Sedangkan Gazalba divonis bebas oleh PN Bandung. Atas hal itu, KPK mengajukan kasasi.

 

Tolak Pemohon Kasasi

“Menolak permohonan kasasi dari pemohon kasasi dari penuntum umum" kata ketua majelis Dwiarso Budi Santiarto dalam sidang yang disiarkan di chanel YouTube, Kamis (19/10/2023).

Putusan itu diketok oleh Dwiarso dengan hakim anggota Sininthia Sibarani dan Yohanes Priyana. Vonis dibacakan secara live. "Membebankan biaya pada tingkat kasasi kepada negara," ucapnya.

Hakim agung Gazalba Saleh divonis bebas oleh KPK dimasukan 17 nama di kasus penyupan. Empat hakim divonis 4-9 tahunan.

Mereka Hakim agung Sudrajad Dimyati (SD) awalnya divonis 8 tahun penjara. Hukumannya lalu disunat di tingkat banding dengan alasan sudah lama mengabdi sebagai hakim.

Hakim Elly Tri Pangestu (ETP) dihukum 4,5 tahun penjara.

Hakim Prasetio Nugroho, dihukum 9 tahun penjara. Juga Hakim Edy Wibowo dihukum 4,5 tahun penjara. Sedang Hakim Prof Dr Hasbi, Sekretaris MA, masih ditahan di sel KPK.

 

Jaksa Anggap tak Sejalan

JPU KPK Arif Rahman mengatakan putusan atau vonis majelis hakim terhadap Gazalba Saleh tidak sejalan dengan tuntutan. Ia menilai dua alat bukti telah terpenuhi untuk menjerat terdakwa hakim agung nonaktif tersebut.

"Putusan hakim tidak sejalan dengan tuntutan kami, pembuktian kami sudah cukup dua alat bukti cukup," ujar dia seusai pembacaan putusan, Selasa (1/8/2023) lalu.

Ia menuturkan tidak dapat langsung menilai keputusan majelis hakim. Namun, semua penilaian akan disampaikan pada memori kasasi.

"Secara subjektif tidak bisa menilai keputusan majelis hakim, nanti memori kasasi akan diurai. Menurut kami alat bukti yang sudah cukup menjerat terdakwa," kata dia.

Ia mengatakan majelis hakim membebaskan Gazalba Saleh dari seluruh dakwaan penuntut umum. "Bahasanya membebaskan dari dakwaan," ujar dia.

 

Didakwa Terima 20 ribu Dolar

Gazalba Saleh didakwa menerima uang sebesar 20 ribu dolar Singapura untuk pengurusan perkara kasasi pidana terhadap pengurus Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Intidana Budiman Gandi. Uang yang berasal dari penggugat Heryanto Tanaka dan Ivan Dwi Kusuma ini diberikan pengacara mereka Yosef Parera dan Eko Suparno kepada Desy Yustria sebesar 110 ribu dolar Singapura.

Desy Yustria kemudian memberikan uang kepada Nurmanto Akmal sebesar 95 ribu dolar Singapura. Sebanyak 10 ribu dolar Singapura diberikan kepada Desy Yustria untuk pengurusan perkara. Selanjutnya uang 55 ribu dolar Singapura diberikan kepada Redhy dan Redhy memberikan uang 20 ribu dolar Singapura ke terdakwa melalui Prasetio Nugroho dan diserahkan ke Gazalba Saleh.

JPU pun menuntut hakim agung nonaktif Gazalba Saleh dengan hukuman penjara selama 11 tahun dan denda Rp 1 miliar oleh jaksa penuntut umum (JPU) KPK. Gazalba dinilai telah terbukti menerima suap menyangkut perkara kasasi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Intidana dengan terdakwa Heryanto Tanaka dan Ivan Dwi Kusuma. n jk/erc/rmc

Berita Terbaru

Wujudkan Ketahanan Pangan Dampak Dinamika Global, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Salurkan Bantuan CPP

Wujudkan Ketahanan Pangan Dampak Dinamika Global, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Salurkan Bantuan CPP

Jumat, 10 Apr 2026 16:52 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 16:52 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Tulungagung - Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo menyalurkan bantuan pangan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) kepada ribuan warga di…

Khofifah Dorong Percepatan Sertifikasi Tanah Wakaf, Cegah Sengketa dan Penyusutan Aset

Khofifah Dorong Percepatan Sertifikasi Tanah Wakaf, Cegah Sengketa dan Penyusutan Aset

Jumat, 10 Apr 2026 14:45 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 14:45 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jawa Timur memperkuat kolaborasi dengan pesantren, perguruan tinggi, dan masyarakat u…

Libatkan 56 Bidang Lomba, LKS Dikmen Jatim 2026 Perluas Kompetisi Lintas Jenjang

Libatkan 56 Bidang Lomba, LKS Dikmen Jatim 2026 Perluas Kompetisi Lintas Jenjang

Jumat, 10 Apr 2026 14:38 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 14:38 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menutup Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah (Dikmen) Tingkat Provinsi Jawa …

Investasi Raksasa US$600 Juta di JIIPE Gresik, Industri Melamin Siap Dorong Ekonomi dan Efisiensi Energi

Investasi Raksasa US$600 Juta di JIIPE Gresik, Industri Melamin Siap Dorong Ekonomi dan Efisiensi Energi

Jumat, 10 Apr 2026 13:34 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 13:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik — Arus investasi besar kembali mengalir ke sektor industri kimia nasional. Pembangunan pabrik melamin senilai sekitar US$600 juta di J…

Kantor Imigrasi Klas II Non TPI Lakukan Operasi Wirawaspada

Kantor Imigrasi Klas II Non TPI Lakukan Operasi Wirawaspada

Jumat, 10 Apr 2026 13:30 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 13:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Blitar-  Operasi Wirawaspada yang di gelar Kantor Imigrasi Blitar di wilayah kerjanya, mengawasi dengan sasaran  keberadaan dan aktivitas o…

Masinis KA 270B Malioboro dan Petugas KAI Gagalkan Upaya Bunuh Diri di Jalur KA Kertosono

Masinis KA 270B Malioboro dan Petugas KAI Gagalkan Upaya Bunuh Diri di Jalur KA Kertosono

Jumat, 10 Apr 2026 13:27 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 13:27 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Blitar- PT Kereta Api Indonesia Daop  7 Madiun berhasil menggagalkan upaya Hara Kiri  yang dilakukan oleh seorang perempuan di jalur kereta a…