SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Bakal Calon Wakil Presiden (Cawapres) Mahfud MD menuai sorotan. Pasalnya, pasangan dari Ganjar Pranowo tersebut diketahui langsung ngegas (Intonasi suara tinggi) saat disinggung tentang posisinya dianggap sebagai petugas partai.
Hal tersebut sempat viral melalui unggahan akun Instagram @undercover.id, tampak sebuah potongan video kala Mahfud MD menjawab pertanyaan yang menyebutnya sebagai seorang petugas partai.
Andy F Noya sempat mengaku merasa terganggu saat Mahfud MD sering kali menyebut nama Megawati saat beberapa kali menjawab beberapa pertanyaan darinya.
“Saya agak terganggu ini, Anda berkali-kali menyebutkan Bu Mega, kata Bu Mega,” ujarnya, Selasa (31/10/2023).
“Udah jadi petugas partai tampaknya,” sambungnya.
Mendengar hal tersebut, Mahfud MD pun menjawab pertanyaan dari Andy F Noya.
“Saya kontrak perjanjian dengan partai,” jelasnya.
“Memangnya kenapa kalau petugas partai untuk melaksanakan perintah konstitusi sesuai dengan yang dimuat di AD ART partai kenapa memangnya?,” sambungnya.
Andy yang melihat Mahfud MD tampan emosi saat menjawab pertanyaan langsung menawarkan untuk minum lebih dulu.
"Baik silahkan minum dulu, Anda emosional," ucap Andy yang diikuti riuh tawa dan tepuk tangan penonton.
Meski sempat tegang, namun suasana kembali mencair ketika Mahfud MD tertawa saat ditawarkan minum oleh Andy.
Disisi lain, Mahfud MD juga turut menjelaskan bahwa tidak ada salahnya menjadi petugas partai karena melaksanakan konstitusi. Dia mengatakan, kalau untuk melaksanakan konstitusi sesuai yang diamanatkan undang-undang yang dimuat di AD/ART partai, tidak masalah dianggap sebagai petugas partai.
Dia menyatakan, salah satu tujuan dibentuknya partai politik adalah untuk melaksanakan konstitusi, melaksanakan ideologi.
"Kalau partai menugaskan untuk hal tersebut, menjaga UUD 45 dan Pancasila tersebut memangnya kenapa?" ujarnya.
Menyadari Mahfud terlihat emosi, Andy pun meminta Mahfud untuk minum.
"Silakan minum dulu, Anda emosi," ujar Andy.
Diketahui, visi misi Ganjar-Mahfud didasarkan pada perbedaan signifikan dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di berbagai daerah di Papua. Contoh, Kabupaten Nduga memiliki IPM yang sangat rendah, sementara kota Jayapura memiliki IPM yang tinggi. Perbedaan ini mencapai hampir 50 poin.
Ahli ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Enny Sri Hartati, mengungkap, peningkatan IPM Papua belum selalu tercermin dalam peningkatan kualitas hidup orang asli Papua. Sebab, sebagian besar peningkatan IPM di Papua disebabkan oleh arus pendatang.
Sedangkan, dari pantauan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pemeriksaan kesehatan ketiga bakal pasangan calon presiden dan wakil presiden untuk pemilihan umum (Pemilu) 2024 dari RSPAD Gatot Soebroto kepada KPU di Gedung KPU RI, Jakarta Pusat, Kamis (27/10/2023) dinyatakan mampu menjalankan tugas sebagai presiden dan wakil presiden. Selain itu ketiga paslon yang ada juga dinyatakan bebas narkoba. jk-01/dsy
Editor : Desy Ayu