Timnas AMIN Digoyang Puluhan Tokoh PAN

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Situasi panas mulai menyusur capres Anies dan PAN, pendukung capres Prabowo.

Co-Kapten Tim Pemenangan Nasional Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (timnas Amin) Sudirman Said merespons sejumlah tokoh yang menolak namanya masuk di struktur Timnas AMIN. Sudirman Said menegaskan apa yang terjadi bukanlah pencatutan.

"Enggak dicatut," ucap Sudirman di Sekretariat Koalisi Perubahan di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (22/11/2023).

Dia menuturkan nama-nama yang sempat diumumkan kemarin merupakan rekomendasi dari berbagai pihak, mulai dari capres-cawapres hingga partai koalisi. Menurut Sudirman Said, penolakan itu muncul karena tokoh-tokoh tersebut punya tugas yang membuatnya tidak mungkin masuk ke Timnas AMIN.

"Gini, nama-nama kemarin yang diumumkan itu kan sebagian dateng lewat Pak Capres, sebagian Pak Cawapres sebagian partai-partai, sebagian lagi rekomendasi para tokoh-tokoh," ungkapnya.

"Yang kemudian ternyata yang bersangkutan masih punya tugas-tugas yang tidak memungkinkan walaupun orang-orang yang kita sebut selama ini langsung walaupun tidak langsung membantu," lanjutnya.

 

AMIN Ngaku tak Catut

Kendati begitu, mantan Menteri ESDM itu menghormati pilihan para tokoh tersebut. Namun dia menegaskan pihaknya tidak mencatut nama secara sepihak.

"Jadi karena itu kita hormati Pak Ary Ginanjar, Pak Ridwan Dalimunthe, kemudian Pak Hensat itu memang mereka memilih secara formal independen. Kita hargai itu," tuturnya.

 

Ary Ginanjar Klarifikasi

Klarifikasi disampaikan Ary Ginanjar di akun Instagram resminya Rabu (22/11/2023). Ary Ginanjar menyebut klarifikasi ini ditujukan agar publik dan media mengetahuinya.

Dalam pernyataannya, Ary Ginanjar menegaskan dirinya tidak tahu menahu tentang penyebutan namanya sebagai jubir Timnas AMIN. Ary Ginanjar, pendiri lembaga pembangunan karakter ESQ menegaskan posisinya netral di Pemilu 2024.

"Nggak ada, nggak ada yang dicatut. Komunikasi ada cuman kita tidak mengira bahwa ada resiko-resiko etik dan profesi itu harus kita hormati," imbuhnya

 

KedaiKOPI Hendri Satrio

Pendiri lembaga survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia atau KedaiKOPI Hendri Satrio (Hensat) membatah namanya masuk dalam daftar juru bicara (jubir) Tim Pemenangan Nasional Anies-Cak Imin. Hensat menyebut nama 'Hendri Satrio' yang menjadi jubir Timnas AMIN itu adalah orang lain.

 

37 DPW PAN Beraksi Anies-Muhaimin

Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi menegaskan 38 DPW PAN se-Indonesia tegak lurus bersama Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan untuk mendukung dan berjuang memenangkan Prabowo-Gibran di Pilpres 2024. Hal ini dikatakannya karena beredarnya hoaks mengenai 37 DPW PAN mendukung pasangan Anies-Muhaimin.

sebelumnya beredar di media sosial facebook mengenai video berdurasi sekitar 8 menit dengan tulisan caption 'Tak Takut Dipecat! 37 Ketua DPW Nyatakan Solid Dukung Duet Anies-Cak Imin'. Video tersebut memperlihatkan thumbnail dengan sejumlah orang yang mengenakan atribut PAN.

Namun kini, video yang berjudul 'Zulhas Panik Total Kader Terbaik Mundur Massal' tersebut sudah dihapus dan tidak bisa diputar.

Karena itu, Viva menyatakan video tersebut adalah hoaks dan menegaskan semua solid dan kompak dukung Gibran sesuai dengan keputusan Rakernas PAN beberapa waktu lalu.

 

Sutrisno Bachir Mbalelo

Waktu yang bersamaan, politikus Partai Amanat Nasional (PAN), Sutrisno Bachir, muncul di daftar tim pemenangan nasional Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Timnas AMIN).

Waketum PAN Yandri Susanto mengatakan semestinya Soetrisno mendukung pasangan calon yang diusung oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM).

Yandri menyebut keputusan Soetrisno untuk masuk ke dalam Timnas AMIN tanpa komunikasi dengan PAN. Ia menyebut Soetrisno merupakan pengurus DPP PAN.

"Harusnya kalau masuk di struktur partai ya harusnya dukung Prabowo-Gibran, harusnya. Iya ketua DPP kan (pengurus). Harusnya ikut keputusan organisasi kan?," ungkapnya. n erc/jk/rmc

Berita Terbaru

Kopdes Bikin Biaya Penalti Rp 100 Juta ke Calon Manajer

Kopdes Bikin Biaya Penalti Rp 100 Juta ke Calon Manajer

Kamis, 18 Jun 2026 23:21 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ada ketentuan biaya penalti Rp 100 juta pada Seleksi Pengadaan SDM Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah…

Menteri Pariwisata, Koleksi Mercedes-Benz G63 Senilai Rp 8,8 Miliar

Menteri Pariwisata, Koleksi Mercedes-Benz G63 Senilai Rp 8,8 Miliar

Kamis, 18 Jun 2026 23:18 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri telah melaporkan harta kekayaan terbarunya. Dalam laporan paling anyar itu, Widiyanti…

Grammy Awards, juga Hargai Kategori R&B dan Folk

Grammy Awards, juga Hargai Kategori R&B dan Folk

Kamis, 18 Jun 2026 23:16 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pihak penyelenggara ajang Grammy Awards mengumumkan penambahan kategori penampilan musik pop Asia terbaik, buat ngerayain rilisan…

Jumat Berkah: Tahun Baru Islam Vs Masehi

Jumat Berkah: Tahun Baru Islam Vs Masehi

Kamis, 18 Jun 2026 23:12 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Tahun Baru Islam, yang baru kita peringati, lebih berfokus pada perenungan spiritual dan muhasabah (evaluasi diri) dibandingkan…

Hotel Sultan Jakarta, Dieksekusi Saat Masih Ada Tamu Hotel

Hotel Sultan Jakarta, Dieksekusi Saat Masih Ada Tamu Hotel

Kamis, 18 Jun 2026 23:10 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Eksekusi hotel Sultan di Jakarta, Kamis (18/6) diwarnai kericuhan dan keunikan. Ricuh ada ratusan masa menghadang. Unik, saat…

Manuver dari Pengacara Senior Bela Eks Pejabat BGN

Manuver dari Pengacara Senior Bela Eks Pejabat BGN

Kamis, 18 Jun 2026 23:00 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:00 WIB

Karena Pak Sony tidak jujur. Sebelumnya bersumpah bersih. Tapi info beberapa orang, Sony menerima uang dari Asep secara rutin." Elza Syarief,…