Jelang Libur Nataru, Perajin Terompet Mulai Dibanjiri Orderan Aneka Motif

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Proses pembuatan terompet di Desa Mojowarno, Jombang. SP/ JBG
Proses pembuatan terompet di Desa Mojowarno, Jombang. SP/ JBG

i

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) selalu dinanti-nantikan banyak orang, terutama para perajin terompet di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Sebab, di momen inilah mereka ramai menerima pesanan terompet bahkan hingga luar daerah Jombang. 

Salah satu perajin terompet tersebut adalah Adi Santoso (26), pemilik usaha dan pembuat terompet Kecamatan Mojowarno Jombang. Usaha terompet ini diawali oleh orangtuanya yang memproduksi terompet sejak tahun 1980. Di tempat usaha yang dia miliki terompet berkepala naga adalah yang paling diminati oleh konsumen.

"Ini kerajinan terompet naga. Awalnya bantu orang tua berkelanjutan terus saya jual lagi lewat online dan hasilnya lebih memuaskan," kata Santoso, Selasa (28/11/2023).

Selain terompet berkepala naga, menurutnya ada tiga motif terompet yang dibuat. Hanya saja kini yang paling banyak diminati yakni, terompet berkepala naga dengan varian warna. Dalam setiap harinya, ia mampu membuat 200 hingga 300 an terompet.

"Kalau bulan-bulan biasa sebelumnya itu hanya buat 30 sampai 50 terompet setiap harinya. Tapi kalau momen-momen tertentu seperti menjelang Nataru ini, ya harus buat banyak seperti 300 terompet gitu. Soalnya kan banyak pesanan gitu dan memang usaha seperti ini musiman," tutur Santoso. 

Meski belum memasuki bulan Desember, Santoso mengaku sudah mendapat pesanan terompet yang cukup banyak. Bahkan peningkatan mencapai 50 persen lebih bila dibandingkan dengan hari biasa. Sementara untuk pemasarannya, ia memanfaatkan grup whatsapp kerajinannya dan disebarkan luaskan melalui media sosial.

"Alhamdulillah masalah peningkatan 75 persen, terus pesanan lebih banyak lagi dari tahun ke tahun," ujar Santoso. 

Santoso mengaku harga terompet ini sangat ramah dikantong. Dan harganya terjangkau buat seluruh lapisan masyarakat. Untuk setiap terompet naga yang dibuat dibanderol mulai dari harga Rp9 ribu hingga Rp10 ribu rupiah, tergantung banyaknya pemesanan. 

"Kalau untuk harga grosir minimal pembelian di atas 100 itu harganya Rp10 ribu per bijinya. Kalau di antara 500 sampai 1000 biji itu Rp9 ribu harganya. Alhamdulillah kalau penjualan sudah meluas kemana-mana seperti mulai dari daerah Jombang sendiri, Malang, Surabaya dan sekitarnya," kata Santoso. 

Santoso menjelaskan bila momen Nataru seperti saat ini, ia mampu meraup keuntungan puluhan juta rupiah dalam setiap bulannya. Dari omzet yang didapat itu, bapak dengan satu anak ini mampu menopang kebutuhan keluarganya hingga menabung.

"Omzetnya kurang lebih kalau kotor hampir Rp60 juta, kalau bersihnya sekitar Rp30 juta an. Hasilnya saya buat memenuhi kebutuhan keluarga, kebutuhan anak dan buat menabung juga," ujar Santoso. jb-01/dsy

Berita Terbaru

Komisaris Krakatau Steel (KRAS), Adityo Haryo Bimo, Undur Diri

Komisaris Krakatau Steel (KRAS), Adityo Haryo Bimo, Undur Diri

Rabu, 04 Nov 2026 07:37 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 07:37 WIB

SURABAYAPAGI.com - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) mengumumkan pengunduran diri salah satu anggota Dewan Komisaris perseroan, Adityo Haryo Bimo. Surat…

Bahlil Ubah Aturan Soal Tambang Agar Daerah Peroleh Manfaat

Bahlil Ubah Aturan Soal Tambang Agar Daerah Peroleh Manfaat

Rabu, 04 Nov 2026 07:36 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 07:36 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia…

Harga Emas Dunia Melesat

Harga Emas Dunia Melesat

Rabu, 04 Nov 2026 07:34 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 07:34 WIB

SURABAYAPAGI.com - Harga emas dunia menguat pada Senin, 2 November 2026. Kenaikan harga emas dunia bangkit dari level terendah dalam satu tahun yang dicapai…

Menkeu Suahasil Waspadai Inflasi Pangan

Menkeu Suahasil Waspadai Inflasi Pangan

Rabu, 04 Nov 2026 07:32 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 07:32 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara mewaspadai kenaikan harga pangan atau volatile food di tengah kondisi kekeringan yang berpotensi…

Hashim Bingungkan Menteri UMKM

Hashim Bingungkan Menteri UMKM

Rabu, 04 Nov 2026 07:28 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 07:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim Djojohadikusumo terkait rencana pemerintah memajaki tukang cukur dan tukang pijat…

Dua Jam Mengintai di Plafon, Pria di Jember Perkosa Mahasiswi UIN

Dua Jam Mengintai di Plafon, Pria di Jember Perkosa Mahasiswi UIN

Rabu, 04 Nov 2026 07:25 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 07:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember – Seorang pria berinisial MRF, 28 tahun, warga Desa Pontang, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, diduga memperkosa seorang mahasiswi U…