Taman Kehati yang Telan Rp 4,8 Miliar di Blitar Banjir Kritikan, Terlihat Biasa Saja

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Penampakan Taman Kehati yang berada di Kelurahan Tanjungsari, Blitar yang terlihat biasa saja dan sepi pengunjung. SP/ BLT
Penampakan Taman Kehati yang berada di Kelurahan Tanjungsari, Blitar yang terlihat biasa saja dan sepi pengunjung. SP/ BLT

i

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Baru-baru ini Ketua DPRD Kota Blitar, Syahrul Alim menyebut Taman Kehati yang berada di Kelurahan Tanjungsari, Blitar menjadi sorotan. Pasalnya, meski menelan dana cukup besar yakni sebesar Rp4,8 miliar, taman yang memiliki luas 10.900 meter persegi tersebut terbilang biasa saja. 

Menurutnya, Taman Kehati tersebut bakal sepi dari pengunjung jika tidak ada inovasi dari dinas terkait. Bahkan menurut Ketua DPRD Kota Blitar, ada beberapa bangunan Taman Kehati Kota Blitar, yang perlu dilakukan perbaikan.

“Kalau gini saja kemungkinan pengunjungnya sedikit, artinya perlu inovasi. Kalau saya lihat bangunan melingkar ini kelihatannya bekas bocor, atap-atapnya ada bekas hujan,” kata Syahrul Alim, Kamis (30/11/2023).

Meski taman ini berdiri di atas lahan bengkok yang merupakan aset Pemkot Blitar tidak perlu ada biaya untuk pembebasan lahan. Sedangkan total ada lebih dari 8.000 varietas tanaman langka dan hampir punah di Taman Kehati tersebut.

Sehingga, DPRD Kota Blitar meminta agar dinas terkait terus melakukan inovasi pada Taman Kehati. Inovasi ini menjadi hal wajib agar Taman Kehati menarik bagi masyarakat umum. Sehingga masyarakat mau berkunjung ke Taman Kehati.

“Menurut saya kalau cuma taman ini saja kurangnya perlu inovasi-inovasi lain ya,” kata Syahrul.

Sementara itu Dinas Lingkungan Hidup Kota Blitar mengaku pembangunan Taman Kehati ini sudah melalui berbagai perencanaan, termasuk penentuan jenis tumbuhan atau tanaman yang akan ditanam di lokasi. DLH Kota Blitar pun menyebut bahwa tanaman yang ada di Taman Kehati ini tergolong langka dan hampir punah.

“Taman Kehati luas 10.900 meter persegi. Tanaman 8.000 jenis. Tanaman lokal yang terancam kepunahannya. Contoh kepel, juwet putih, murbei, durian, manggis, jambu. Ada dasar kajian, sebelum dilakukan pembangunan,” kata Jajuk Indihartati, Kepala DLH Kota Blitar.

Sementara itu, menanggapi kritik tersebut pihak DLH Kota Blitar pun memastikan bahwa sebelum proses pembangunan, Taman Kehati juga sudah melalui tahapan pengkajian oleh tim ahli. Meski begitu, inovasi juga akan terus dilakukan oleh DLH Kota Blitar agar Taman Kehati lebih menarik bagi masyarakat.

“Anggaran bertahap kalau total, tahap pertama 2,7 miliar terakhir 2,1 miliar,” terangnya. blt-01/dsy

Berita Terbaru

Babak Baru Perkara Wire Rope, Rangkaian Fakta Mulai Dipertarungkan di Persidangan

Babak Baru Perkara Wire Rope, Rangkaian Fakta Mulai Dipertarungkan di Persidangan

Rabu, 02 Sep 2026 20:22 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 20:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Penolakan eksepsi oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya menjadi pintu masuk bagi perkara dugaan pelanggaran ketentuan …

Kerugian Rp83 Miliar Tak Otomatis Jadi Kesalahan Direksi, Ahli UNEJ Soroti Beban Pembuktian

Kerugian Rp83 Miliar Tak Otomatis Jadi Kesalahan Direksi, Ahli UNEJ Soroti Beban Pembuktian

Rabu, 02 Sep 2026 20:19 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 20:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Besarnya nilai kerugian perusahaan belum serta-merta dapat menjadi dasar untuk menyatakan seorang direksi melakukan kesalahan atau …

Sengketa Ijazah Sukur Prijanto Masuk Babak Baru, Mediasi Terbentur Legal Standing

Sengketa Ijazah Sukur Prijanto Masuk Babak Baru, Mediasi Terbentur Legal Standing

Rabu, 02 Sep 2026 20:17 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 20:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya— Sengketa dugaan ketidakabsahan ijazah yang melibatkan anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro Sukur Prijanto memasuki babak penting di P…

Jembatan Garuda di Madiun Tak Cuma Soal Konstruksi, Dampak ke Warga Jadi Tujuan

Jembatan Garuda di Madiun Tak Cuma Soal Konstruksi, Dampak ke Warga Jadi Tujuan

Rabu, 02 Sep 2026 16:36 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 16:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Jembatan Garuda yang dibangun di beberapa wilayah di kabupaten Madiun tak hanya diuji kekuatan konstruksinya. Korem 081/DSJ…

Perubahan APBD TA 2026 Disepakati, Belanja Daerah Naik Rp84,8 Miliar

Perubahan APBD TA 2026 Disepakati, Belanja Daerah Naik Rp84,8 Miliar

Rabu, 02 Sep 2026 16:35 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 16:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto– Pemerintah Kota Mojokerto bersama DPRD Kota Mojokerto menyepakati Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Anggaran Pendapatan …

Untuk Surabaya Berkeadilan, ARSAS Tegaskan Sikap: Satu Tuntutan, Empat Usulan

Untuk Surabaya Berkeadilan, ARSAS Tegaskan Sikap: Satu Tuntutan, Empat Usulan

Rabu, 02 Sep 2026 15:57 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 15:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Arek Suroboyo Asli (ARSAS) menegaskan sikap organisasi terhadap sejumlah persoalan yang dinilai berkaitan langsung dengan k…