Potret Sektor Pariwisata Dalam Era Industri 5.0

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Atik Purmiyati, Ph.D, 
Dosen dan Peneliti FEB Unair.
Atik Purmiyati, Ph.D, Dosen dan Peneliti FEB Unair.

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Keberagaman budaya, adat, tradisi serta keindahan alam dataran tinggi maupun dataran rendah di Indonesia menjadi daya tarik bagi para wisatawan asing maupun lokal untuk berkunjung, mengakibatkan sektor pariwisata melakukan berbagai pembenahan, mulai dari pengorganisasian sampai pada infrastrukturnya. Sebagai sektor yang bergerak dalam bidang jasa, sektor pariwisata memiliki potensi dan peran penting dalam pertumbuhan perekonomian nasional maupun daerah terutama dala lima tahun terakhir ini. 

Namun, kejayaan sektor pariwisata di Indonesia harus dihadapkan pada krisis ekonomi yang disebabkan oleh Covid-19 di tahun 2020. Berdasarkan Badan Pusat Statistik, kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang diukur dengan Tourism Direct Gross Value Added (TDGVA) mengalami penurunan yaitu dari 4,97% pada tahun 2019 menjadi 2,18% pada tahun 2020. 

Penurunan kontribusi sektor pariwisata yang signifikan tersebut berdampak pada sektor-sektor yang terkait erat dengan sektor pariwisata, seperti sektor transportasi, industri pengelolahan, dan sektor perdagangan besar-eceran yang mayoritas masih berskala Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Pasca covid-19 pemerintah berupaya untuk mengendalikan dampak yang disebabkan oleh penyebaran virus covid-19 terhadap sektor pariwisata dengan melakukan berbagai program kebijakan untuk mendorong percepatan pemulihan industri pariwisata nasional. 

Transisi pandemi menjadi endemi menjadi momen bagi sektor pariwisata nasional untuk bangkit menjadi lebih kuat. Terdapat 3 objek wisata yaitu wisata alam, buatan dan sejarah tersebar di berbagai wilayah di indonesia sedang melakukan kolaborasi dan inovasi dalam memberikan pelayanan jasa wisaya kepada masyarakat. 

Keterkungkungan masyarakat hampir 3 tahun pada pandemi mengakibatkan antusias mengunjungi lokasi wisata. Sehingga pengelolan destinasi wisata melakukan berbagai persiapan dalam melakukan pelayanan wisata. Bagi masyarakat berwisata merupakan booster dalam mencari keseimbangan dalam kehidupan sehingga mengingkat kan kadar immunitas bagi manusia. Menjamurnya tempat – tempat wisata menciptakan  aktifitas kegiatan ekonomi baru masyarakat disekitanya dengan melihat peluangnya tetapi pada satu sisi sehingga diperlukan pembenahan dari manajemen pengelolaanya maupun mengkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Banyak wisata di berbagai daerah  yaitu wisata alam, sejarah dan buatan yang tersembunyi memiliki beberapa kendala seperti manajemen wisata yang kurang konsisten biarpun potensi pengembangan lebih bagus. 

Manajemen yang kurang konsisten ini dikarenakan belum mampu menerapkan prinsip POAC (Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling) dalam pengelolaan pariwisata. Dalam prinsip planning dilakukan dengan cara melakukan berbagai perencanaan yang dapat mengatur pemanfaatan dan pengelolahan kawasan wisata. Perencanaan juga meliputi pelayanan pariwisata yang telah disepakati bersama oleh seluruh tim pengelola kawasan wisata.

Kedua, prinsip organizing dilakukan dengan cara menyusun struktur organisasi untuk mengetahui job desk atau peran masing-masing pihak yang terlibat dalam pengelolaan kawasan wisata. Prinsip organizing tidak terlepas dari peran masyarakat desa dalam membangun kawasan wisata, organisasi yang terdiri dari masyarakat desa berperan sebagai ketua yang memimpin dan mengarahkan jalannya serta mengatur bagaimana wisata tersebut bergerak dan dapat dinikmati oleh wisatawan. 

Dalam pelaksanaannya ketua membawahi langsung seksi dan bendahara serta sekertaris. Koordinasi antar anggota pengurus wisata dilakukan secara berkala untuk membahas perkembangan wisata tersebut.  

Selanjutnya, prinsip Actuating yaitu proses mengikutsertakan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui penyaringan, latihan dan pengembangan tenaga kerja dalam melaksanakan rencana dan penyusunan tujuan yang ingin dicapai.

Sumber daya manusia yang berkualitas memainkan peran krusial dalam pengelolaan pariwisata. Keberhasilan suatu destinasi pariwisata tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam atau infrastruktur fisik semata, tetapi juga oleh keterampilan, pengetahuan, dan profesionalisme orang-orang yang terlibat dalam industri pariwisata. Sumber daya manusia yang berkualitas dapat menciptakan pengalaman wisata yang memuaskan bagi pengunjung, menjaga keberlanjutan lingkungan, serta meningkatkan daya saing destinasi. 

Para tenaga kerja yang terlatih dengan baik dapat memberikan pelayanan yang ramah, informasi yang akurat, dan inovasi dalam pengembangan produk pariwisata. Selain itu, mereka juga memiliki peran strategis dalam menjaga kelestarian budaya lokal dan mengelola dampak sosial ekonomi dari pariwisata. 

Oleh karena itu, investasi dalam pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas menjadi kunci utama dalam mencapai keberhasilan jangka panjang dalam industri pariwisata. Adapun prinsip yang terakhir, yaitu controling merupakan kegiatan pengawasan yang dilakukan pada aktivitas pariwisata.

Industri 4.0 mendongkrak eksistensi pariwisata

Pada era 4.0 saat ini, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi  dalam industri pariwisata telah membawa perubahan yang signifikan, menghadirkan pengalaman yang lebih interaktif dan efisien bagi wisatawan. Teknologi informasi dan komunikasi memungkinkan wisatawan untuk merencanakan perjalanan mereka dengan mudah melalui aplikasi perjalanan online, membandingkan harga tiket, dan memesan akomodasi. 

Selain itu, penggunaan teknologi seperti virtual reality (VR) dan augmented reality (AR) telah mengubah cara wisatawan menjelajahi destinasi sebelum akan mengunjunginya. Mereka dapat mengalami preview destinasi secara virtual, membuat keputusan yang lebih baik, dan mengoptimalkan waktu perjalanan. 

Selain itu, controling juga dilakukan dengan memanfaatkan teknologi berupa sistem pengawasan melalui Closed Circuit Television (CCTV) untuk memperkuat keamanan kawasan wisata. Pengawasan wisata juga dapat dilakukan kepada pengurus dan staff pengelolah wisata dengan menggunakan alat fingerprint. Hal ini dilakukan guna mengoptimalkan kinerja dan meningkatkan kedisiplinan bagi pengurus dan staff pengelola kawasan wisata.

Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam industri pariwisata dipengaruhi oleh sejumlah faktor internal dan eksternal yang saling berinteraksi. Faktor internal yang mempengaruhi diantaranya adalah keahlian SDM, keberhasilan pemanfaatan teknologi tergantung pada tingkat keahlian dan pemahaman tenaga kerja terhadap inovasi teknologi yang digunakan dalam industri pariwisata. 

Kemampuan organisasi pariwisata untuk menyediakan infrastruktur yang memadai seperti jaringan internet yang cepat dan sistem manajemen data yang efisien juga diperlukan untuk membawa perubahan yang signifikan. Di samping itu, faktor eksternal yang mempengaruhi salah satunya adalah sistem pemasaran menggunakan media sosial. 

Media sosial memainkan peran penting dalam mempromosikan destinasi pariwisata yang dapat memungkinkan wisatawan untuk berbagi pengalaman mereka secara instan dan menciptakan komunitas digital yang memperluas jangkauan destinasi tersebut. 

Dengan terus berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi, potensi pemanfaatannya dalam industri pariwisata menjadi tak terbatas, memberikan peluang untuk pengembangan inovatif seperti penggunaan kecerdasan buatan, Internet of Things (IoT), dan analisis data untuk meningkatkan manajemen destinasi dan memastikan keberlanjutan sektor pariwisata. ril

 

Tag :

Berita Terbaru

Tumpeng Nasi Krawu KWGe Cetak Rekor MURI, Ribuan Warga Padati GUS Balongpanggang

Tumpeng Nasi Krawu KWGe Cetak Rekor MURI, Ribuan Warga Padati GUS Balongpanggang

Minggu, 28 Jun 2026 16:41 WIB

Minggu, 28 Jun 2026 16:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Festival Tumpeng Nasi Krawu Vol. 4 yang digelar Komunitas Wartawan Grisse (KWGe) sukses mencatatkan sejarah baru. Perhelatan tahunan …

Tayang Juli, Film Foufo Libatkan 2.500 Peserta Casting dari Jatim dan Madura

Tayang Juli, Film Foufo Libatkan 2.500 Peserta Casting dari Jatim dan Madura

Minggu, 28 Jun 2026 15:51 WIB

Minggu, 28 Jun 2026 15:51 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Film komedi fiksi ilmiah berjudul Foufo akan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 9 Juli 2026. Sebelum perilisan nasional, film i…

LAN RI Bawa Pimpinan Nasional Belajar ke Industri, Indo Rasa Utama Jadi Laboratorium Bisnis Nyata

LAN RI Bawa Pimpinan Nasional Belajar ke Industri, Indo Rasa Utama Jadi Laboratorium Bisnis Nyata

Minggu, 28 Jun 2026 15:48 WIB

Minggu, 28 Jun 2026 15:48 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Sekretaris Utama Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI), Dr. Andi Taufik menyampaikan apresiasi kepada PT Indo Rasa U…

Bank Jatim Borong 7 Penghargaan di Ajang 23rd INFOBANK-MRI Banking Service Excellence Appreciation 2026

Bank Jatim Borong 7 Penghargaan di Ajang 23rd INFOBANK-MRI Banking Service Excellence Appreciation 2026

Minggu, 28 Jun 2026 15:42 WIB

Minggu, 28 Jun 2026 15:42 WIB

SurabayaPagi, Jakarta - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Pada ajang 23rd…

Lewat Program PKBM, Disdik Tulungagung Gencarkan Penanganan 7.100 Anak Tidak Sekolah

Lewat Program PKBM, Disdik Tulungagung Gencarkan Penanganan 7.100 Anak Tidak Sekolah

Minggu, 28 Jun 2026 14:20 WIB

Minggu, 28 Jun 2026 14:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Menyikapi fenomena menyusul masih tingginya jumlah anak tidak sekolah (ATS) di Kabupaten Tulungagung, saat ini Dinas Pendidikan…

Dukung Pembangunan Daerah, Pemkab Sidoarjo Perkuat Kolaborasi Komunikasi Digital

Dukung Pembangunan Daerah, Pemkab Sidoarjo Perkuat Kolaborasi Komunikasi Digital

Minggu, 28 Jun 2026 13:58 WIB

Minggu, 28 Jun 2026 13:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Guna mendukung pembangunan daerah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo terus berkomitmen dengan memperkuat kolaborasi dengan…