Temui Pengurus Organda Jatim, BHS Sikapi Permasalahan Solar dan Terminal di Surabaya

author surabayapagi.com

- Pewarta

Rabu, 06 Des 2023 20:57 WIB

Temui Pengurus Organda Jatim, BHS Sikapi Permasalahan Solar dan Terminal di Surabaya

SurabayaPagi, Surabaya - Ketua Dewan Penasehat DPD partai Gerindra Jatim Bambang Haryo Soekartono (BHS), menerima keluhan anggota Organisasi Angkutan Darat (Organda) Jawa Timur yang kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi di penghujung tahun 2023.

 

Keluhan kesulitan BBM bersubsidi berjenis solar ini terjadi di kawasan Tapal Kuda. Mulai Banyuwangi, Jember, Situbondo dan Lumajang. Sehingga BHS pun langsung menghubungi Dirjen Migas dan Organda Pusat untuk membantu kesulitan Organda Jatim.

 

"Tadi langsung disikapi oleh Pak Bambang, menelepon Pak Kadishub yang sebelumnya juga sudah koordinasi dengan kami," katanya lebih lanjut," ucap BHS setelah berdiskusi dengan pengurus Organda Jatim selama 3 jam. Rabu (6/12/2023).

 

Bambang Haryo Soekartono mengatakan, keluhan itu memang langsung ia berikan solusi tanpa perlu menampung terlalu lama.

 

"BBM solar bersubsidi sudah langka di Jatim. Ini tadi saya telepon ke Kadishub Jatim Pak Nyono dan beliau akan membantu permasalahan ini dengan baik untuk realisasi penambahan kuota," terang pakar transportasi publik tersebut.

 

Permintaan penambahan kuota itu pun disanggupi oleh Dirjen Migas dan akan direalisasikan menuju akhir tahun ini. Ia menduga kemungkinan ada kebocoran jika melihat kuota secara nasional. Semestinya bisa mengakomodir transportasi publik dan logistik sampai 4-5 kali lipat.

 

"Jadi kemungkinan ini ada kebocoran (minyak subsidi) entah itu ke industri-industri atau lari ke mana, kita nggak ngerti. Nelayan kemarin juga kesulitan mendapatkan ini berarti sebenarnya minyak kita ini larinya ke mana, perlu diselidiki. Tadi saya sampaikan ke Pak Dirjen Migas untuk segera menyelesaikan masalah ini," ucap caleg DPR RI dari dapil Surabaya - Sidoarjo ini.

 

"Jadi ini saya silaturahmi ke Organda ternyata manfaatnya besar sehingga saya tahu permasalahan mereka," sambungnya.

 

Selain masalah BBM, Organda Jatim juga mengeluh permasalahan Terminal Joyoboyo. Di mana seharusnya terminal ini masuk Tipe B. Akan tetapi masih dikategorikan Terminal Tipe C sehingga tidak terintegrasi dengan baik.

 

"Ini harus dikembalikan kepada terminal tipe yang benar, sehingga beliau-beliau ini berharap adanya integrasi atau konektivitas daripada transportasi antar provinsi terus ke dalam provinsi dan dalam kota," kata BHS.

 

Ia memastikan mengawal permasalahan tersebut ke Dishub Jatim serta Dishub Kota Surabaya.

 

Pengurus Daerah Organda Jatim Firmansyah Mustafa mengatakan, kelangkaan BBM bersubsidi terutama solar. 

 

"Kami sempat antre-antre, langka mungkin hampir sekitar dua bulan ini. Langka kemudian lancar lagi, kemudian langka lagi. Jadi kita tidak ada kepastian," katanyaml.

 

Keluhan itu ia sampaikan kepada Bambang Haryo Soekartono (BHS) yang sekaligus merupakan pakar transportasi publik. Organda Jatim ingin BBM mereka terpenuhi 100 persen. 

 

Meskipun saat ini angkutan yang beroperasi baru 50 persen, namun disinyalir mendekati Natal dan tahun baru, seluruh angkutan publik akan jalan. 

 

"Kami berharap angkutan kami terpenuhi 100 persen ya sudah aman lah itu," tandasnya. Byb

Editor : Redaksi

Tag :

BERITA TERBARU