Jelang Tutup Tahun, Uang Insentif Guru Madin di Lamongan tak Kunjung Dicairkan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Para Guru Madin saat mengikuti Bimbingan teknis yang digelar pada Rabu, (15/11/2023) di Gedung Budi Luhur Convention Hall lalu. SP/MUHAJIRIN 
Para Guru Madin saat mengikuti Bimbingan teknis yang digelar pada Rabu, (15/11/2023) di Gedung Budi Luhur Convention Hall lalu. SP/MUHAJIRIN 

i

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Ribuan guru Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Kabupaten Lamongan menanti komitmen Pemerintah Daerah untuk mencairkan dana insentif senilai Rp 900 ribu sekali dalam setahun, yang hingga tutup tahun dana tersebut tak kunjung dicairkan.

Dana insentif yang diperuntukkan bagi para guru pejuang agama di Desa dan Pondok Pesantren tersebut, kurang lebih sebanyak 6.600 guru itu sangat diharapkan bisa cair jelang tutup tahun, karena dana itu sudah dianggarkan dalam APBD 2023 oleh Pemerintah Daerah.

"Iya memang sampai hari ini insentif guru Madin belum cair, dan kami sangat berharap insentif itu bisa dicairkan segera," kata Abdul Ghoni Bendahara Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Lamongan, saat dihubungi surabayapagi.com, Rabu, (27/12/2023).

Disebutkan olehnya, anggaran yang disediakan oleh Pemerintah Daerah seperti yang sudah dijanjikan oleh bupati, sekitar Rp 6.030.000.000 (Enam miliar tiga puluh juta rupiah) untuk 6600 guru Madin yang tersebar di 27 Kecamatan. "Kami memang dijanjikan dapat dana insentif dari pemerintah melalui Dinas Pendidikan, namun belum ada informasi kapan dana itu dicairkan,"ujarnya.

Padahal lanjut Gus Ghoni panggilan akrabnya, dana itu sangat diharapkan oleh guru Madin bisa cair sebelum tutup tahun yang kurang hitungan hari ini. "Tentu kami di pihak guru Madin sangat berharap dana insentif itu bisa cair akhir tahun ini," harapnya.

Harapan para guru Madin tambah Ghoni, bukan tanpa alasan menunggu pencairan dana insentif itu, karena semua orang tahu kesejahteraan para guru Madin ini masih jauh dari harapan."Guru Madin itu rata-rata digaji tidak lebih dari 200 ribu setiap bulannya, kalau ada bantuan dana insentif seperti yang dijanjikan oleh Pemda, tentu itu sangat diharapkan, karena itu sangat bermanfaat untuk para guru Madin," ungkapnya.

Terpisah Kepala Dinas Pendidikan Munif Syarif saat dihubungi mengiyakan kalau dana insentif bagi guru MDT itu belum cair, dan hingga saat ini masih proses. "Iya belum cair masih proses," ujarnya.

Saat didesak apakah dana insentif itu tetap akan dicairkan akhir tahun ini, mantan Direktur Bank Daerah Lamongan itu mengiyakan. "Insyaallah masih proses," singkatnya tanpa menjelaskan tanggal dan hari apa dana yang diperuntukkan bagi guru Madin itu dicairkan.

Sekedar diketahui, seperti pada pemberitaan sebelumnya, kalau keuangan daerah Kabupaten Lamongan tahun ini tidak sehat. Bahkan sejumlah pelaksanaan kegiatan dengan pihak ketiga sampai ada yang dibayar tunda tahun depan.

Melihat situasi keuangan yang demikian ini, pencairan dana insentif untuk guru Madin di Lamongan bisa saja tidak cair, lantaran keuangan daerah dalam kondisi tidak sehat, karena sampai saat ini APBD Lamongan masih mengandalkan dana bagi hasil (DBH) dari Pemerintah Pusat. jir

Berita Terbaru

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik - Sebanyak 19 sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Gresik menerima penghargaan atas keberhasilan meningkatkan jumlah peserta didik secara…

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Selama masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mencatat adanya enam kejadian gangguan…

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kecelakaan antara pengendara motor dan Truk Isuzu dengan adu banteng yang terjadi pada Minggu (5 April 2026) dini hari mengejutkan…

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Terkait kebijakan pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD akan resmi diberlakukan tahun 2027. Dimana, postur APBD…

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini viral, seusai menyantap nasi berkat tahlilan di Jalan Sido Kapasan Gang 10, Simokerto, Surabaya, sebanyak puluhan…

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Setelah menanti selama puluhan tahun, akhirnya kini warga di perbatasan Bojonegoro dan Ngawi bisa bernapas lega lantaran…