Komisi D DPRD Lamongan Warning Dinas Pendidikan, Segera Cairkan Dana Insentif Guru Madin

author surabayapagi.com

- Pewarta

Kamis, 28 Des 2023 18:13 WIB

Komisi D DPRD Lamongan Warning Dinas Pendidikan, Segera Cairkan Dana Insentif Guru Madin

i

Para Guru Madin saat mengikuti Bimbingan teknis yang digelar pada Rabu, (15/11/2023) di Gedung Budi Luhur Convention Hall lalu. SP/MUHAJIRIN 

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Masih belum dicairkannya dana insentif untuk ribuan guru Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) akhirnya sampai ke telinga anggota DPRD Lamongan, khususnya Komisi D yang membidangi Pendidikan dan Kesejahteraan. Wakil rakyat itu me-warning Dinas Pendidikan agar segera mencairkan dana tersebut sebelum tutup tahun yang tinggal hitungan jari ini.

"Untuk anggaran insentif guru Madin se - Kab. Lamongan sampai hari ini memang belum cair," kata M. Shomad ketua Komisi D DPRD Kabupaten Lamongan saat dikonfirmasi surabayapagi.com, Kamis (28/12/2023).

Baca Juga: Meski Lapak Hewan Kurban di Lamongan Menurun, Disnakeswan: Masih Surplus

Disebutkan olehnya, masih belum dicairkannya dana insentif ini informasi dari dinas yang menangani bahwa pemberkasan untuk proses pencairan sudah selesai dilakukan oleh dinas pendidikan, sekarang berkas itu sudah berada di keuangan. "Proses pemberkasan informasi sudah dilakukan dan sekarang berkas itu sudah di bagian keuangan," infonya seperti itu.

Karena berkas pengajuan pencairan sudah dilakukan, maka ia mendesak agar segera dicairkan, meski kondisi keuangan Kabupaten Lamongan dalam kondisi tidak sehat. "Banyak kabar memang di beberapa kegiatan yang diprogramkan pada tahun 2023 belum realisasi, padahal tahun 2023 tinggal hitungan hari dan besok (Jum'at) hari efektif, karena itu saya meminta dan mendesak segera dana program yang langsung bersentuhan dengan masyarakat segera dicairkan karena ini menyangkut hajat orang banyak dan kredibilitas pemerintah daerah dipertaruhkan," ungkapnya.

Baca Juga: Ada 1.500 Anak di Laren Ikuti Gebyar Prasiaga PAUD

Seperti diberitakan sebelumnya,  ribuan guru Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Kabupaten Lamongan menagih janji atas komitmen Pemerintah Daerah dalam hal ini bupati,  untuk mencairkan dana insentif senilai Rp 900 ribu sekali dalam setahun, yang hingga tutup tahun dana tersebut tak kunjung dicairkan.

Dana insentif yang diperuntukkan bagi para guru pejuang agama di Desa dan Pondok Pesantren tersebut, kurang lebih sebanyak 6.600 guru itu sangat diharapkan bisa cair jelang tutup tahun, karena dana itu sudah dianggarkan dalam APBD 2023 oleh Pemerintah Daerah.

"Iya memang sampai hari ini insentif guru Madin belum cair, dan kami sangat berharap insentif itu bisa dicairkan segera," kata Abdul Ghoni Bendahara Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Lamongan, saat dihubungi surabayapagi.com, Rabu, (27/12/2023).

Baca Juga: Survei PSDK Unisda, Selain Berpendidikan Warga Inginkan Pemimpin dari Kalangan Santri dan Pesantren

Disebutkan olehnya, anggaran yang disediakan oleh Pemerintah Daerah seperti yang sudah dijanjikan oleh bupati, sekitar Rp 6.030.000.000 (Enam miliar tiga puluh juta rupiah) untuk 6600 guru Madin yang tersebar di 27 Kecamatan. "Kami memang dijanjikan dapat dana insentif dari pemerintah melalui Dinas Pendidikan, namun belum ada informasi kapan dana itu dicairkan,"ujarnya.

Padahal lanjut Gus Ghoni panggilan akrabnya, dana itu sangat diharapkan oleh guru Madin bisa cair sebelum tutup tahun yang kurang hitungan hari ini. "Tentu kami di pihak guru Madin sangat berharap dana insentif itu bisa cair akhir tahun ini," harapnya. jir

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU