Penerus Negeri Kembali Lakukan Edukasi Bahaya Stunting di Jatim

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kegiatan yang bertajuk "Bantu Negeri"  dilaksanakan di empat tempat sekitar Surabaya.
Kegiatan yang bertajuk "Bantu Negeri" dilaksanakan di empat tempat sekitar Surabaya.

i

SURABAYA PAGI, Surabaya- Setelah sukses melakukan edukasi bahaya stunting atau gangguan pertumbuhan pada anak dan pelatihan kewirausahaan di kabupaten Sidoarjo, Penerus Negeri, Relawan Prabowo-Gibran Jawa Timur kembali menggelar kegiatan yang sama di sejumlah titik di kota Surabaya.

Kali ini, kegiatan yang bertajuk "Bantu Negeri" dilaksanakan di empat tempat sekitar Surabaya. Pertama dilaksanakan pada hari Sabtu (30/12/2023) di Krembangan dan Sawahan. Kemudian dilanjutkan pada hari ini Rabu (3/1/2024) di Tambaksari dan pada hari Kamis (4/1/2024) akan menyapa warga Semampir.

Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 1.000 peserta tersebut ditujukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat akan bahayanya sunting bagi generasi penerus bangsa. Selain itu juga meningkatkan taraf hidup mereka melalui penguatan ekonomi keluarga.

Wakil Bendahara Penerus Negeri Jatim Ita Lydia Grace Violita yang menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut menjelaskan bahwa tingkat stunting sebagai dampak kurang gizi pada balita di Indonesia masih melampaui batas yang ditetapkan WHO.

Berdasarkan data Survei Status Gizi Nasional (SSGI) tahun 2022, prevalensi stunting di Indonesia di angka 21,6%. Jumlah ini menurun dibanding tahun sebelumnya yaitu 24,4%. Walaupun menurun, angka tersebut masih tinggi, mengingat target prevalensi stunting di tahun 2024 sebesar 14�n standard WHO di bawah 20%.

"Kasus stunting banyak ditemukan di daerah dengan kemiskinan tinggi dan tingkat pendidikan yang rendah," Lydia Grace Violita yang akrab dipanggil Ning Violita saat memberikan edukasi di daerah Tambaksari Surabaya, Rabu (3/1/2024).

Ia menegaskan, stunting berpotensi memperlambat perkembangan otak, dengan dampak jangka panjang berupa keterbelakangan mental, rendahnya kemampuan belajar, dan risiko serangan penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, hingga obesitas.

"Inilah yang mendasari komitmen kami untuk konsen pada dua persoalan tersebut. Kami ingin membantu secara menyeluruh, kalau kita beri pemahaman tentang bahaya stunting saja tetapi dari sisi hulunya, yaitu ekonomi masyarakat tidak kita tata, maka hasilnya tidak akan maksimal. Pemahaman tentang stunting kita tingkatkan, kesejahteraan ekonominya juga kita tingkatkan melalui pelatihan wirausaha," tambah Ketua Penerus Negeri Jawa Timur Arditto Grahadi.

Lebih lanjut ia menegaskan, Penerus Negeri adalah relawan Prabowo-Gibran untuk anak muda milenial dan Gen Z. Oleh karena itu, tim ini fokus pada persoalan yang melatarbelakangi generasi muda serta memberikan ruang untuk anak muda untuk berkreasi sehingga menjadikan mereka generasi yang unggul dan berkualitas.

Pada kesempatan tersebut, Penerus Negeri Jawa Timur juga memberikan edukasi tentang kebersihan dan pentingnya pengelolaan sampah, menukarkan sampah yang sudah dipilah dengan sembako. Dari sisi pemberdayaan ekonomi, selain memberikan pelatihan kewirausahaan Penerus Negeri juga memberikan bantuan usaha kepada 5 orang di tiap kecamatan dengan nominal masing-masing Rp 1 juta kepada calon-calon wirausaha.

Pada kesempatan yang sama, Dewan Pembina Penerus Negeri H. M. Ali Affandi La Nyalla Mahmud Mattalitti yang juga menjabat sebagai Dewan Pembina Penerus Negeri menegaskan bahwa edukasi tentang stunting dan pelatihan kewirausahaan menjadi paket lengkap untuk mencetak generasi muda yang unggul dan berkualitas.

"Generasi muda adalah penerus bangsa. Mereka harus disiapkan, harus dibina dan diarahkan, baik secara keilmuan, mental dan spiritual, serta ekonomi agar tujuan pemerintah Indonesia Emas di 2045 bisa terwujud," ungkap Mas Andi, panggilan H.M. Ali Affandi La Nyalla Mahmud Mattalitti.

Untuk itulah kegiatan "Bantu Negeri" yang diinisiasi oleh Penerus Negeri tersebut menjadi sangat penting dalam upaya membantu masyarakat secara langsung sesuai dengan program Prabowo-Gibran yaitu pencegahan stunting dan pelatihan wirausaha. Mas Andi yang saat ini menjabat sebagai Ketua Kadin Surabaya menegaskan, jiwa kewirausahaan memang harus ditanamkan sejak dini untuk memacu generasi muda berani menembangkan usaha sendiri atau berwirausaha.

"Karena salah satu syarat untuk menjadi negara maju ialah jumlah pelaku entrepreneur atau wirausahawan harus lebih dari 14�ri rasio penduduknya," tegasnya.

Oleh karena itu ia berharap, program Penerus Negeri bisa mencetak wirausaha dari daerah masing-masing dan mampu membentuk anak-anak muda yang berkualitas unggul untuk menjadi wirausaha, pemimpin masa depan, dan lain sebagainya Koordinator Bantu Negeri Lukman Marpaung menegaskan, kegiatan edukasi bahaya stunting dan pelatihan kewirausahaan akan terus dilakukan oleh Penerus Negeri. Kegiatan Bantu Negeri di Surabaya ini adalah lanjutan kegiatan yang telah kami lakukan di Sidoarjo.

Bantu Negeri juga akan diselenggarakan di sejumlah daerah lain di Jawa Timur, diantaranya Kediri, Malang, Tulungagung, dan di beberapa daerah lainnya.

"Karena stunting dan kesejahteraan masyarakat menjadi salah satu isu penting yang diangkat dan menjadi program prioritas Prabowo-Gibran. Melalui kegiatan ini kami berharap masyarakat akan hidup lebih maju dan siap menyongsong Indonesia Emas di tahun 2045 ," pungkasnya.alq

Berita Terbaru

Ormas Gerakan Lingkungan Dukung Kortastipidkor Polri Tegakkan Hukum Tanpa Pandang Bulu

Ormas Gerakan Lingkungan Dukung Kortastipidkor Polri Tegakkan Hukum Tanpa Pandang Bulu

Jumat, 10 Jul 2026 21:13 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 21:13 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gerakan untuk Lingkungan, Rusdi Legowo, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Korps Pemberantasan…

Di Tengah Efisiensi Anggaran, Fraksi DPRD Pertanyakan SILPA Rp154,7 Miliar

Di Tengah Efisiensi Anggaran, Fraksi DPRD Pertanyakan SILPA Rp154,7 Miliar

Jumat, 10 Jul 2026 19:50 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 19:50 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Besarnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp154,79 miliar di tengah kebijakan efisiensi anggaran …

Sidang Kasus Maidi: Sekda Soeko Akui Minta Rp.50 Juta ke Thariq Megah 

Sidang Kasus Maidi: Sekda Soeko Akui Minta Rp.50 Juta ke Thariq Megah 

Jumat, 10 Jul 2026 19:11 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 19:11 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Madiun Soeko Dwi Handiarto mengakui pernah meminta uang sebesar Rp50 juta kepada mantan Kepala Dinas …

APROKI Ungkap Tantangan Sektor Konstruksi Jatim Serap hingga 210 Ribu Pekerja

APROKI Ungkap Tantangan Sektor Konstruksi Jatim Serap hingga 210 Ribu Pekerja

Jumat, 10 Jul 2026 18:47 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 18:47 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Industri konstruksi di Jawa Timur tak hanya menjadi penggerak pembangunan infrastruktur, tetapi juga berperan besar dalam menciptakan…

APCI Tolak Kemasan Rokok Seragam, Sebut Ancam Nasib 1,5 Juta Petani Cengkeh

APCI Tolak Kemasan Rokok Seragam, Sebut Ancam Nasib 1,5 Juta Petani Cengkeh

Jumat, 10 Jul 2026 18:44 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 18:44 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Rencana pemerintah menerapkan kebijakan penyeragaman kemasan rokok kembali menuai penolakan. Kali ini, keberatan datang dari Asosiasi…

Reputasi Digital Tak Boleh Jadi Alasan Menghapus Karya Jurnalistik

Reputasi Digital Tak Boleh Jadi Alasan Menghapus Karya Jurnalistik

Jumat, 10 Jul 2026 18:42 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 18:42 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Upaya menjaga reputasi digital semakin marak dilakukan di tengah mudahnya informasi ditemukan melalui mesin pencari. Namun, permintaan …