Harga 'Pedas' Cabai Masih Membara, Kepala Dinas Pertanian Jatim Ungkap Produksi Turun Jadi Penyebab

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pasar Wonokromo harga cabai rawit mencapai rata-rata Rp48-55 Ribu per kilogram. SP/AINI
Pasar Wonokromo harga cabai rawit mencapai rata-rata Rp48-55 Ribu per kilogram. SP/AINI

i

 

SURABAYAPAGI, Surabaya - Hingga awal Januari 2024, harga cabai masih bertengger pada tingkat yang tinggi di Jawa Timur.

Berdasarkan data terbaru yang diperoleh Surabaya Pagi, dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan dan KP) Provinsi Jawa Timur, produksi cabai besar selama 5 bulan terakhir mengalami penurunan dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Diketahui, perkembangan produksi cabai rawit bulan Nopember 2023 mengalami kenaikan dibanding bulan sebelumnya sebesar 41%. Apabila dibandingkan tahun 2022 pada bulan yang sama produksi cabai rawit mengalami penurunan sebesar 54% yaitu dari 60.956 ton menjadi 28.102 ton, kondisi ini dipicu oleh penurunan provitas yang sebesar 83%.

Namun ketersediaan pada bulan Nopember masih surplus sebesar 21.189 ton. Demikian pula potensi ketersediaan di bulan Desember surplus sebesar 15.241 ton.

Sedangkan pertanaman bulan-bulan sebelumnya diprakiraan ketersediaan di bulan Januari suplus sebesar 16.831 ton.

Sementara untuk perkembangan produksi cabai besar dalam 5 bulan terakhir (Juli sampai dengan Nopember) mengalami penurunan bila dibanding bulan sebelumnya. Dimana penurunan berkisar antara 5 sampai dengan 10%, pada produksi bulan Nopember 2023.

Pada bulan Nopember 2022 mengalami penurunan sebesar 46% yaitu dari 8.007 ton turun menjadi 4.310 ton. Penurunan produksi ini diakibatkan penurunan luas panen sebesar 14�n produktivitas sebesar 37%.

Ketersediaan cabai besar di Jawa Timur pada 5 bulan terakhir (Juli s/d Nopember) hanya sebesar 7.029 ton. Potensi ketersediaan dibulan Desember 2023 sebesar 982 ton. Sedangkan berdasarkan pertanaman bulan-bulan sebelumnya diprakiraan ketersediaan di bulan Januari hanya sebesar 731 ton.

Pada 16 Kabupaten/Kota di Jawa Timur harga cabai rawit di tingkat produsen atau petani sedikit mengalami penurunan pada tanggal 3 Januari 2023 dibanding hari sebelumnya yaitu sebesar 5,68�ri Rp58.700 menjadi Rp62.233, namun penurunan harga masih diatas Harga Acuan Pasar (HAP) dengan presentase 86%.

Selaras dengan itu, komoditas cabai besar ditingkat petani sedikit mengalami penurunan pada tanggal 3 Januari 2023 dibanding hari sebelumnya yaitu sebesar 1,26�ri Rp46.500 menjadi Rp. 44.679.

Penurunan ini disebabkan oleh berkurangnya luas panen (sebesar 14%) dan produktivitas (sebesar 37%). Hal serupa juga terjadi pada cabai rawit, dengan produksi turun 54% dibanding tahun sebelumnya, yang dipicu oleh penurunan produktivitas hingga 83%.

Dengan produksi yang terus menurun tersebut, menyebabkan harga cabai tetap tinggi.

Menurut Dydik Rudy Prasetya, Kepala Distan dan KP Provinsi Jawa Timur, menyampaikan bahwa harga cabai masih di atas Harga Acuan Pasar (HAP) karena penurunan produksi yang signifikan.

Penyebab lainnya adalah kenaikan biaya produksi, terutama untuk pupuk dan pestisida, serta adanya kejadian El Nino yang mengakibatkan penundaan penanaman di daerah produksi cabai.

"Jadi memang ada penurunan di produksi beberapa bulan terakhir ini. Apalagi adanya kejadian El Nino, membuat petani menunda panennya," kata Dydik, kepada Surabaya Pagi, Kamis, (4/1/2023).

Dydik mengaku, untuk mengatasi situasi ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur telah mengambil berbagai langkah.

Pihaknya melakukan intervensi dengan mengadakan pasar murah dan mendorong kegiatan pekarangan pangan lestari.

"Pemprov sering mengadakan pasar murah dibeberapa daerah di Jatim. Kami juga mengagas kegiatan pekarangan pangan lestari yang di lingkungan perkampungan," ujarnya.

Selain itu, menurutnya dalam upaya mengurangi ketergantungan pada cabai segar, Distan dan KP Provinsi Jawa Timur telah menyediakan fasilitas seperti Dome Dryer dan peralatan pengolahan untuk menghasilkan produk olahan seperti cabai kering, bubuk cabai, dan pasta.

Sementara harga cabai masih tinggi, langkah-langkah dari pemerintah diharapkan dapat memberikan sedikit kelonggaran bagi konsumen serta membantu petani untuk tetap berproduksi meskipun dalam situasi sulit ini.

Adapun demikian, hasil pantauan langsung Surabaya Pagi di Pasar Wonokromo, harga cabai rawit mencapai rata-rata Rp48-55 Ribu per kilogram.

Dengan harga segitu, salah satu penjual di Pasar Wonokromo yang tidak mau disebutkan namanya itu mengaku, kenaikan harga cabai suatu hal yang biasa. Karena diakhir tahun 2023 kemarin, harga Cabai juga lebih tinggi mencapai Rp58-60 Ribu perkilogram.

"Ya biasa (mahal) mbak, meski mahal banyak yang cari," ungkapnya.

Selaras dengan itu, Limin pedagang sayur keliling berusia 60 tahunan itu mengaku sedikit terbebani dengan harga tinggi cabai. Banyak dari pelanggannya yang rata-rata ibu rumah tangga itu, menawar harga jual cabai yang ditawarkan.

"Saya jualnya perbungkus mbak, saya bungkus pakai plastik gini ini (kira-kira 100 gram) harganya 9 ribu. Harga segitu untungnya mepet mbak. Belum juga bensin buat muter-muter jualan," pungkas Limin.ain

Berita Terbaru

Kasus Dugaan Penggelapan Rp 28 Miliar, Kuasa Hukum Rahmat Muhajirin Ungkap Perkembangan di Bareskrim dan Polda Jatim

Kasus Dugaan Penggelapan Rp 28 Miliar, Kuasa Hukum Rahmat Muhajirin Ungkap Perkembangan di Bareskrim dan Polda Jatim

Minggu, 12 Apr 2026 17:29 WIB

Minggu, 12 Apr 2026 17:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Perkembangan laporan dugaan tindak pidana penggelapan dan laporan palsu yang dilaporkan pihak Subandi terhadap kliennya, terus…

DPRD Tetapkan Program Pembentukan Perda Kabupaten Sumenep Tahun 2026

DPRD Tetapkan Program Pembentukan Perda Kabupaten Sumenep Tahun 2026

Minggu, 12 Apr 2026 16:30 WIB

Minggu, 12 Apr 2026 16:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Sumenep- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Sumenep menggelar Rapat Paripurna  dengan agenda Penetapan Program Pembentukan P…

Tabayyun 189 Calon Ketua DPC PKB Jatim Ikut  UKK Tahap Satu, Lulus Baru Bisa Maju

Tabayyun 189 Calon Ketua DPC PKB Jatim Ikut UKK Tahap Satu, Lulus Baru Bisa Maju

Minggu, 12 Apr 2026 16:20 WIB

Minggu, 12 Apr 2026 16:20 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Malang – Sebanyak 189 calon Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB se-Jawa Timur telah mengikuti tahapan Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) t…

Bukan Dicuri, Hilangnya Lampu Lalin di Perak Timur Gegara Kejatuhan Dahan Pohon

Bukan Dicuri, Hilangnya Lampu Lalin di Perak Timur Gegara Kejatuhan Dahan Pohon

Minggu, 12 Apr 2026 15:31 WIB

Minggu, 12 Apr 2026 15:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini, media sosial (medsos) dihebohkan dengan video lampu lalu lintas yang hilang di Traffic Light Jalan Perak Timur.…

Libatkan 40 Cabor, Piala Wali Kota Surabaya 2026 Jadi Ajang Seleksi Atlet Porprov 2027

Libatkan 40 Cabor, Piala Wali Kota Surabaya 2026 Jadi Ajang Seleksi Atlet Porprov 2027

Minggu, 12 Apr 2026 15:19 WIB

Minggu, 12 Apr 2026 15:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai mematangkan pembinaan atlet menuju ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X Jawa Timur…

Dukung Efisiensi BBM, Pemkot Surabaya Lelang Puluhan Kendaraan Dinas dengan Masa Pakai Lebih dari 7 Tahun

Dukung Efisiensi BBM, Pemkot Surabaya Lelang Puluhan Kendaraan Dinas dengan Masa Pakai Lebih dari 7 Tahun

Minggu, 12 Apr 2026 14:53 WIB

Minggu, 12 Apr 2026 14:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dalam rangka mendukung efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM), Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai melelang sebanyak…