Bahtsul Masa'il FMPP se - Jawa Madura

Kenaikan Dana Haji dan Tik Tok Shop Dibahas dalam Bahtsul Masa'il di PP Sunan Drajat

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wabup Lamongan, KH. Abdul Rouf saat memberikan sambutan dalam pembukaan Bahtsul Masa'il di PPSD. SP/MUHAJIRIN
Wabup Lamongan, KH. Abdul Rouf saat memberikan sambutan dalam pembukaan Bahtsul Masa'il di PPSD. SP/MUHAJIRIN

i

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebanyak 550 peserta yang terdiri dari Kiai, Gus, Ning, Ustadz, hadir di Pondok Pesantren Sunan Drajat (PPSD) Banjaranyar, Paciran Lamongan, untuk mengikuti Bahtsul Masa'il yang ke 40 yang digelar oleh Forum Komunikasi Musyawarah Pondok Pesantren (FMPP) se-Jawa Madura yang akan digelar selama dua hari mulai 10-11 Januari 2023.

Acara pembukaan para ahli fiqih ini resmi dibuka oleh pelindung FMPP KH Abdullah Kafabihi Mahrus Pengasuh PP Lirboyo Kediri, dengan ditandai pemukulan gong yang didampingi oleh wakil bupati Lamongan, KH. Abdul Rouf, dan bertindak sebagai tuan rumah, Prof. DR. KH. Abdul Ghofur pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat, pada Rabu (10/1/2023) sore.

"Terima kasih Pondok Pesantren Sunan Drajat sudah ditempati untuk Bahtsul Masa'il FMPP ini, semoga bisa menelurkan kajian-kajian fiqih yang bisa menjadi pedoman bagi masyarakat, di tengah derasnya arus digitalisasi dan globalisasi ini," kata Kyai Ghofur panggilan akrab pengasuh PPSD ini.

Kyai kharismatik ini juga menyampaikan permohonan maaf mewakili panitia,  bila dalam menjamu para peserta ada kurangnya."Mohon maaf kalau ada kekurangan, jangan sampai para peserta di sini kekurangan akomodasi, kurang tinggal lapor saja, sunan Drajat selalu siap," kelakarnya.

Wakil bupati KH. Abdul Rouf mengaku bangga Bahtsul Masa'il ini digelar di Lamongan tepatnya di PPSD. Tentu pemerintah daerah sangat berharap kegiatan ini nanti bisa menambah maslahah bagi masyarakat, karena yang akan dibahas dalam kegiatan ini biasanya terkait dengan problematika yang tengah dijadikan perbincangan oleh masyarakat di tengah derasnya arus digitalisasi.

Ia juga menyakini, kegiatan seperti ini menguatkan kalau di kalangan Nahdlatul Ulama tidak akan kekurangan kiai, karena kiai akan terus tumbuh, apalagi dikuatkan dengan kegiatan-kegiatan seperti ini. "Disini ini tentu banyak kiai dan bahkan calon kyai. Memang jadi kyai itu berat berat karena apa mempunyai tugas yang tidak mudah apalagi di zaman akhir seperti ini ini memang banyak masalah-masalah ilmiah yang harus dibahas agar masyarakat tidak sampai keluar dari pedoman," ujarnya.

Penegasan juga disampaikan oleh KH. Abdullah Kafabihi Mahrus Pengasuh PP Lirboyo Kediri dalam tausiah nya dengan adanya Bahtsul Masa'il inu tidak akan kehabisan stok kyai, yang nantinya bisa menjadi pengasuh pondok pesantren dan dorong untuk berkhidmat di jajaran Syuriah Nahdlatul Ulama (NU). 

Kegiatan ini lanjut Kyai Kafabihi panggilan akrabnya, merupakan melaksanakan perintah Allah subhanahu wa ta'ala dengan melaksanakan musyawarah ini, untuk membahas ilmu, karena membahas ilmu adalah lebih utama daripada sholat Sunnah 100 rakaat.

"Saya meminta semua peserta untuk sungguh -sungguh dalam bermusyawarah, menjaga adab,  menjaga emosi, rendah hati, takabur, sombong, dan menjaga kebaikan-kebaikan lainnya," pesannya.

Sementara itu, Muhaimin ketua panitia lokal Bahtsul Masa'il dari PPSD menyebutkan, peserta yang hadir sekitar 550 orang. Para peserta nanti akan dibagi dalam 3 komisi yakni komisi A, B dan C untuk membahas berbagai problematika dalam kehidupan terkinian.

Seperti dalam daftar agenda yang diterima oleh panitia, para peserta ini akan membahas mulai dari problematika kenaikan dana haji, hingga tik tok shop yang konon merugikan para pelaku UMKM. "ada sekitar 18 agenda yang dibahas dalam Bahtsul Masa'il kali ini," ungkapnya.

Berikut beberapa problematika yang  akan dibahas dalam Bahtsul Masa'il di PPSD. Untuk komisi A diantaranya Boikot produk Israel dan gerakan Julid Fi Sabilillah, Tiket Euforia Wisuda, Perubahan Nomenklatur Libur Nasional dan statemen Elia Myron, Perbedaan Lughotoh Mal adh-dhoi, Royalti Karya, Karantina Ikan Koi.

Sedangkan Komisi B, diantaranya yang dibahas soal Pengungsi Rohingya yang meresahkan, Zakat versi Zaman now, Sistem iklan produk Aplikasi Shopee, Postingan mengandung berkah, Berselancar di dunia digital metaverse, Pengalokasian suatu pemberian.

Adapun komisi C akan membahas soal Problematika Kenaikan Dana Haji, Al-Qur'an Isyarat, Jual beli akun join Netflix, Kesurupan Wirid, Anak bertangan kidal, dan Tik tok shop rugikan UMKM. jir

Berita Terbaru

Pentingnya Perlindungan Sosial, Komisi IX DPR RI Dorong Masyarakat Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Pentingnya Perlindungan Sosial, Komisi IX DPR RI Dorong Masyarakat Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Senin, 29 Jun 2026 17:50 WIB

Senin, 29 Jun 2026 17:50 WIB

  SURABAYA PAGI, Malang - Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS), dr. Gamal Albinsaid mendorong masyarakat Malang untuk …

SIG Berdayakan Warga Desa Glondonggede Tuban, Lahirkan 36 UMKM Berbasis Potensi Lokal

SIG Berdayakan Warga Desa Glondonggede Tuban, Lahirkan 36 UMKM Berbasis Potensi Lokal

Senin, 29 Jun 2026 17:19 WIB

Senin, 29 Jun 2026 17:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui program T…

Serapan Telur Peternak Jadi Sorotan, Emil Dardak Ancam Tutup Mitra Tak Patuh

Serapan Telur Peternak Jadi Sorotan, Emil Dardak Ancam Tutup Mitra Tak Patuh

Senin, 29 Jun 2026 17:15 WIB

Senin, 29 Jun 2026 17:15 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menegaskan akan menindak tegas mitra dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) y…

Kendalikan Inflasi Daerah, Lamongan Serentak Tanam Cabai di Pekarangan

Kendalikan Inflasi Daerah, Lamongan Serentak Tanam Cabai di Pekarangan

Senin, 29 Jun 2026 17:10 WIB

Senin, 29 Jun 2026 17:10 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebagai upaya untuk mengendalikan inflasi pangan daerah, Pemkab Lamongan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, melakukan…

Banpol Lamongan Senilai Rp 3,8 Miliar Sudah Didistribusikan ke Partai Politik

Banpol Lamongan Senilai Rp 3,8 Miliar Sudah Didistribusikan ke Partai Politik

Senin, 29 Jun 2026 16:57 WIB

Senin, 29 Jun 2026 16:57 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), telah menyalurkan bantuan keuangan kepada…

IPM Kota Mojokerto Masuk Kategori Sangat Tinggi

IPM Kota Mojokerto Masuk Kategori Sangat Tinggi

Senin, 29 Jun 2026 16:01 WIB

Senin, 29 Jun 2026 16:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Pemanfaatan anggaran yang tepat sasaran menjadi salah satu kunci keberhasilan Pemerintah Kota Mojokerto dalam meningkatkan k…